WFH ASN Dinilai Bukan Sekadar Efisiensi, Akademisi Soroti Isyarat Tekanan Ekonomi

Jumat, 27 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

VOICEOFJATIM – Gagasan penerapan kerja dari rumah (work from home/WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) memunculkan tafsir yang lebih luas. Kebijakan ini dinilai tidak hanya soal efisiensi administratif, namun juga mencerminkan langkah strategis pemerintah dalam merespons tekanan global.

Assc. Prof. Maulina Pia Wulandari, Ph.D Dosen Magister Ilmu Komunikasi FISIP UB, menilai wacana tersebut merupakan bagian dari komunikasi politik yang terencana. Ia melihat kebijakan ini sebagai sarana menyampaikan pesan bahwa negara sedang bersiap menghadapi situasi ekonomi yang tidak stabil.

Menurut Maulina, WFH mengandung simbol berbagi beban antara pemerintah dan masyarakat. Negara berupaya menunjukkan komitmen melakukan penghematan terlebih dahulu dari birokrasi internal sebelum meminta masyarakat melakukan hal serupa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pesannya jelas, pemerintah ingin memberi contoh lebih dulu, bukan langsung menempatkan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, wacana ini juga dapat dibaca sebagai langkah untuk menguji respon publik. Dalam praktik komunikasi politik, penyampaian isu ke ruang publik sering digunakan untuk mengukur reaksi masyarakat terhadap kebijakan tertentu.

Ia menambahkan, pendekatan ini juga berfungsi sebagai peringatan dini yang tidak disampaikan secara eksplisit. Pemerintah berusaha memberi sinyal bahwa kondisi global sedang tidak kondusif tanpa menimbulkan kekhawatiran.

Dari sisi ekonomi, muncul wacana WFH yang mencerminkan kewaspadaan terhadap tekanan fiskal dan energi. Kenaikan harga minyak dunia yang memicu ketegangan geopolitik berpotensi meningkatkan beban subsidi dalam APBN.

Dalam kondisi tersebut, kebijakan WFH dipandang sebagai solusi alternatif untuk menekan konsumsi BBM tanpa harus langsung menaikkan harga energi yang sensitif secara sosial.
“Ini semacam jalan tengah, mengendalikan konsumsi tanpa menyentuh harga,” jelasnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kebijakan ini juga memiliki risiko. Salah satunya adalah potensi penurunan kualitas pelayanan publik jika sistem kerja jarak jauh tidak didukung infrastruktur digital yang memadai.

Selain itu, komunikasi yang kurang tepat bisa memicu spekulasi di masyarakat, termasuk kekhawatiran akan kenaikan harga BBM. Hal ini berisiko memicu pembelian panik.
Maulina menekankan pentingnya komunikasi publik yang terarah dan transparan.

Keberhasilan kebijakan ini tidak hanya ditentukan oleh implementasi teknis, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

Di sisi lain, ia juga mengganggu perlunya konsistensi dalam efisiensi anggaran. Masyarakat akan lebih menerima kebijakan penghematan jika pemerintah juga serius membenahi program yang dinilai membebani APBN. “Kepercayaan masyarakat sangat bergantung pada konsistensi kebijakan,” tutupnya.

Berita Terkait

Tape Banjarsari Menembus Pasar Hong Kong, 187 Pelaku Usaha Bergerak dalam Satu Klaster
Warga Kampung Pemulung Terima 250 Paket Sembako dari BRI dan PWI Tulungagung
Produk Kriya, Wastra, dan Fashion UMKM Tampil di Festival 2026
BRI Ingatkan Petugas: Dilarang Minta, Terima, dan Tahan Agunan KUR
Kopdar 50 BRILink Agen, BRI Malang Soekarno Hatta Perkuat Koordinasi
Kemitraan BRI dan UM Meluas, dari Payroll hingga Dukungan Mobilitas Kampus
Kolaborasi BRI dan UNIPAR Jember Perkuat Program Wirausaha Mahasiswa Disabilitas
BRI Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 300 Siswa Malang, Penyerahan Digelar saat Sumpah Pemuda

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 12:45 WIB

Tape Banjarsari Menembus Pasar Hong Kong, 187 Pelaku Usaha Bergerak dalam Satu Klaster

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Warga Kampung Pemulung Terima 250 Paket Sembako dari BRI dan PWI Tulungagung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Produk Kriya, Wastra, dan Fashion UMKM Tampil di Festival 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:08 WIB

BRI Ingatkan Petugas: Dilarang Minta, Terima, dan Tahan Agunan KUR

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:13 WIB

Kopdar 50 BRILink Agen, BRI Malang Soekarno Hatta Perkuat Koordinasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Kolaborasi BRI dan UNIPAR Jember Perkuat Program Wirausaha Mahasiswa Disabilitas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:59 WIB

BRI Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 300 Siswa Malang, Penyerahan Digelar saat Sumpah Pemuda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:21 WIB

Pertanian dan Perdagangan Serap Mayoritas KUR BRI Kepanjen Rp 496 Miliar

Berita Terbaru