BANGIL – Tahanan kasus narkoba yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bangil, Kabupaten Pasuruan, dilaporkan kabur pada Selasa (23/6) siang. Pelarian tersebut diduga dilakukan dengan memanjat tembok pembatas lapas di sisi selatan sebelum melompat keluar area pengamanan dan menghilang.
Peristiwa itu sontak menggegerkan lingkungan sekitar lapas. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi mengaku baru mengetahui adanya tahanan yang melarikan diri setelah petugas melakukan pengecekan dan pencarian.
Salah seorang warga bahkan mengaku sempat melihat seorang pria berpakaian serba hitam berada di luar area lapas sesaat setelah kejadian. Pria tersebut sempat menyapanya secara singkat sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Memang ada laki-laki memakai baju hitam saat kejadian menyapa saya, namun saya tidak tahu kalau ia seorang tahanan,” ujar warga tersebut, Rabu (24/6).
Menurutnya, situasi di sekitar lapas saat itu terlihat normal sehingga dirinya tidak menyangka pria yang ditemuinya baru saja melarikan diri dari dalam lapas. Informasi mengenai kaburnya tahanan justru baru diketahui setelah petugas mulai melakukan pemeriksaan jumlah penghuni.
Ia mengatakan kabar tersebut diperoleh dari salah seorang petugas rutan yang sedang bertugas.
“Salah seorang petugas rutan bilang kalau ada tahanan yang kabur dari rutan,” katanya menirukan penjelasan petugas.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pelarian itu terungkap saat petugas melakukan apel siang. Ketika proses pengecekan berlangsung, jumlah tahanan diketahui berkurang sehingga memicu pencarian di dalam maupun di sekitar area lapas.
Kepala Rutan Bangil, Yanuar Rinaldi, membenarkan adanya insiden pelarian tersebut. Ia menjelaskan tahanan yang kabur merupakan tahanan perkara narkoba yang berhasil melewati sistem pengamanan dengan memanfaatkan tembok pembatas lapas.
“Benar salah satu tahanan kabur dengan cara memanjat tembok terus melompat pagar dan melarikan diri,” kata Yanuar.
Pihak lapas saat ini masih melakukan upaya pencarian terhadap tahanan yang melarikan diri tersebut. Koordinasi juga dilakukan dengan aparat kepolisian dan pihak terkait untuk mempersempit ruang gerak pelaku sekaligus mempercepat proses penangkapan kembali.
Selain melakukan pengejaran, pihak lapas juga melakukan evaluasi internal guna mengetahui secara rinci kronologi kejadian. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah terdapat kelalaian dalam pengawasan maupun celah keamanan yang dimanfaatkan tahanan hingga berhasil keluar dari area lapas.
Kasus ini menjadi perhatian karena pelarian terjadi pada siang hari dan baru diketahui setelah petugas melakukan apel rutin. Hingga Rabu (24/6), proses pencarian terhadap tahanan yang kabur masih terus berlangsung.







