KABUPATEN MALANG, hukumindonesia.online — Pemukulan terhadap anggota DPRD Kabupaten Malang Zulham Mubarok terjadi di Kantor DPRD Kabupaten Malang, Jumat (11/9/2026), sekitar pukul 14.01 WIB. Hadi Wiyono alias Pak Dur menanduk Zulham menggunakan kepala sebanyak dua kali, menyebabkan bagian bawah bibirnya terluka hingga mengeluarkan darah.
Insiden tersebut diawali kedatangan Pak Dur untuk menyerahkan surat terkait pembukaan akses Bendungan Lahor selama 24 jam. Pak Dur bertemu Alayk Mubarok, Dofic, dan Zulham Mubarok saat berada di kantor dewan.
Pembahasan akses Bendungan Lahor dalam pertemuan itu berkembang menjadi perselisihan. Adu mulut mula-mula terjadi antara Pak Dur dengan Dofic mengenai persoalan pembukaan akses bendungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perselisihan Berlanjut dari Gedung ke Halaman
Ketika Pak Dur masih berada di dalam gedung DPRD, ketegangan sempat diupayakan mereda. Ia diajak duduk di bangku lobi agar pembukaan akses Bendungan Lahor dapat dibahas secara baik-baik.
Upaya melalui pembicaraan tersebut belum berhasil menenangkan situasi. Pak Dur kemudian berjalan keluar dari lobi menuju halaman depan Kantor DPRD Kabupaten Malang.
Perselisihan semakin memanas dan adu mulut kembali terjadi di halaman depan gedung. Zulham berupaya menenangkan Pak Dur supaya keadaan tidak semakin tegang.
Zulham merangkul Pak Dur sambil mengajaknya kembali ke dalam lobi. Ia bermaksud agar persoalan itu diselesaikan secara baik-baik di dalam gedung.
“PAK DUR AYO DISELESAIKAN BAIK-BAIK DI DALAM SAJA,” kata Zulham.
Pak Dur tidak menerima ajakan tersebut.
“WES GAK, KOEN IKI PODO AE DPR TAEK,” kata Pak Dur.
Perkataan itu dalam Bahasa Indonesia berarti, “SUDAH GAMAU, KAMU INI SAMA SAJA DPR TAEK”.
Sesudah itu, situasi bertambah panas. Zulham yang semula berusaha meredakan keadaan justru terlibat adu mulut dengan Pak Dur.
Sejumlah orang yang berada di sekitar mereka berusaha memisahkan keduanya. Di tengah keributan itu, Pak Dur mendadak menanduk Zulham menggunakan kepala.
Tandukan pertama mengenai bagian bawah bibir Zulham dan menimbulkan luka. Orang-orang di lokasi lantas memisahkan mereka untuk menghentikan keributan agar tidak berlanjut.
Zulham kemudian mencoba kembali mendekati Pak Dur setelah keduanya dipisahkan. Saat itu, ia bermaksud meminta maaf atas keributan yang sudah terjadi.
Ketegangan ternyata belum reda. Pak Dur masih memaki Zulham, kemudian kembali mendekati anggota DPRD Kabupaten Malang tersebut.
Keduanya kembali berhadapan dalam jarak dekat. Pada saat itulah Pak Dur menanduk Zulham menggunakan kepala untuk kali kedua.
Bagian bawah bibir Zulham kembali terkena tandukan. Pada tandukan kedua ini, luka di bibirnya mengeluarkan darah.
Peristiwa tersebut tidak langsung berakhir. Zulham juga sempat dilempar menggunakan botol plastik dan disiram air setelah tandukan kedua.
Orang-orang di sekitar lokasi kembali berupaya memisahkan keduanya serta meredakan keadaan.
Persoalan yang mengawali insiden itu adalah pembukaan akses Bendungan Lahor selama 24 jam. Pak Dur membawa surat mengenai pembukaan akses tersebut ke Kantor DPRD Kabupaten Malang sebelum pembicaraannya berkembang menjadi perselisihan.
Konfirmasi Redaksi pada Jumat Petang
Seusai kejadian, redaksi melakukan konfirmasi kepada Pak Dur pada Jumat petang. Konfirmasi menyangkut peristiwa yang berlangsung di Kantor DPRD Kabupaten Malang.
Saat pertanyaan mengenai pemukulan terhadap Zulham Mubarok disampaikan, Pak Dur hanya memberikan respons singkat.
“Insyaalloh iya,ini kita ke polres,” kata Pak Dur saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Jumat (11/9/2026).
Keterangan yang lebih lengkap kemudian kembali diminta oleh redaksi. Pak Dur, bagaimanapun, belum menjelaskan secara terperinci kronologi maupun duduk perkara keributan dengan Zulham.
“Ya,” jawab Pak Dur saat diminta memberikan pernyataan terkait kejadian tersebut.
Pak Dur lalu mengirimkan kabar singkat lainnya kepada redaksi tidak lama kemudian.
“ini mau visum,” ujarnya.
Alasan Pak Dur menjalani visum belum dijelaskan lebih lanjut. Kondisi yang menjadi latar belakang pemeriksaan itu juga belum diketahui dari keterangannya.
Hingga penulisan berita ini, penjelasan rinci mengenai versi Pak Dur atas rangkaian keributan dengan Zulham belum disampaikan. Untuk melengkapi informasi tentang kejadian yang bermula dari pembahasan akses Bendungan Lahor, redaksi tetap menyediakan ruang konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.







