Yenny Wahid dan Konjen RRT Bahas Toleransi di Kampus Surabaya, Diskusi Imlek Ramadan Soroti Harmoni Peradaban

Rabu, 4 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

VOICEOFJATIM – Ratusan peserta menghadiri forum diskusi bertema “Imlek & Ramadan: Belajar dari Dua Peradaban” yang digelar di Dian Auditorium Universitas Ciputra Surabaya. Kegiatan ini menghadirkan Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Surabaya Dr. Ye Su serta Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid sebagai narasumber utama untuk membahas toleransi dan perkembangan peradaban di tengah dinamika global.

Rektor Universitas Ciputra Surabaya Prof. Dr. Wirawan E.D. Radianto mengatakan bahwa diskusi tersebut menjadi wadah penting untuk memperkuat dialog lintas budaya dan memperdalam pemahaman tentang keberagaman.

Ia menilai perbedaan bukanlah sesuatu yang harus dipertentangkan, melainkan dapat menjadi sumber kekuatan bagi masyarakat yang mampu memahaminya dengan baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Forum ini menunjukkan bahwa perbedaan seharusnya dipandang sebagai kekuatan. Dengan memahami keberagaman, masyarakat akan terdorong untuk lebih menghargai satu sama lain dan membangun sikap toleran,” ujar Wirawan dalam sambutannya, Selasa (3/3/2026).

Acara diawali dengan pertunjukan barongsai yang memeriahkan suasana sekaligus menjadi simbol penghormatan terhadap keberadaan dan pengakuan budaya Tionghoa di Indonesia.

Momentum diskusi tersebut terasa semakin bermakna karena berlangsung berdekatan dengan sejumlah perayaan keagamaan, yakni Tahun Baru Imlek, awal Ramadan bagi umat Islam, serta masa Prapaskah bagi umat Kristiani.

Dalam paparannya, Dr. Ye Su menampilkan tayangan video yang menggambarkan perjalanan transformasi Tiongkok selama hampir lima dekade terakhir. Ia menjelaskan bagaimana negaranya mengalami perubahan besar melalui proses pembangunan yang konsisten.

Menurutnya, stabilitas sosial serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan menjadi dua faktor utama yang mendorong kemajuan Tiongkok.

Ia juga menambahkan bahwa perkembangan tersebut tidak lepas dari berbagai kebijakan strategis, seperti pemerataan pendidikan, pembangunan infrastruktur secara masif, serta penguatan sektor ekonomi riil.

Selain itu, pemerintah Tiongkok juga menerapkan penanganan korupsi melalui penegakan hukum yang tegas serta menjalin kerja sama internasional untuk memperkuat tata kelola pemerintahan.

Sementara itu, Yenny Wahid menekankan bahwa Indonesia sejak awal berdiri sebagai negara yang dibangun di atas keberagaman.

Menurutnya, nilai tersebut tercermin dalam Pancasila yang menjadi fondasi bersama bagi masyarakat dari berbagai latar belakang agama, budaya, dan etnis.

Yenny menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan yang harus terus dijaga agar tercipta kehidupan sosial yang harmonis.

“Keragaman budaya di Indonesia merupakan sebuah harmoni. Kebhinekaan harus dijaga agar tidak ada lagi saudara-saudara kita yang mengalami diskriminasi,” katanya.

Diskusi yang berlangsung sekitar dua jam tersebut diikuti mahasiswa dan masyarakat umum yang hadir dengan penuh antusias.

Selama sesi tanya jawab, peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait toleransi antaragama, keberagaman budaya, serta tantangan global yang dihadapi berbagai negara saat ini.

Antusiasme peserta menunjukkan bahwa dialog mengenai harmoni peradaban dan nilai-nilai toleransi tetap menjadi isu penting yang relevan untuk terus dibicarakan di tengah perubahan dunia yang semakin cepat.

Berita Terkait

Kombes Pol. R. Bagoes Wibisono Resmi Jabat Dirressiber Polda Metro Jaya, Jejaknya dari Madiun, Malang hingga Siber Jatim
Akhir Damai Polemik Wendit, Vendor Pastikan Pembayaran Telah Diselesaikan
Tuan Rumah Pangkalan Militer AS Dapat Ultimatum dari Iran
The Souls Kembali Beroperasi Saat Sekolah Al-Kautsar Menanti Kepastian Hearing
Golkar Dorong Kolaborasi DPRD dan Pemkot Malang Demi Kesejahteraan Warga
Manajemen Baru New Wisata Wendit Inventarisir Aset, Siapkan Pertemuan dengan Vendor
Pakar Ingatkan, Ucapan PTN dengan Foto Tanpa Izin Pertaruhkan Integritas dan Berpotensi Digugat
Usai Angkat Kasus Air Keras Andri Yunus, Ketum Badko HMI Sumut Sebut Alami Teror dan Intimidasi

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 22:49 WIB

Kombes Pol. R. Bagoes Wibisono Resmi Jabat Dirressiber Polda Metro Jaya, Jejaknya dari Madiun, Malang hingga Siber Jatim

Minggu, 5 April 2026 - 14:01 WIB

Akhir Damai Polemik Wendit, Vendor Pastikan Pembayaran Telah Diselesaikan

Sabtu, 4 April 2026 - 22:39 WIB

Tuan Rumah Pangkalan Militer AS Dapat Ultimatum dari Iran

Sabtu, 4 April 2026 - 17:33 WIB

The Souls Kembali Beroperasi Saat Sekolah Al-Kautsar Menanti Kepastian Hearing

Kamis, 2 April 2026 - 17:14 WIB

Golkar Dorong Kolaborasi DPRD dan Pemkot Malang Demi Kesejahteraan Warga

Kamis, 2 April 2026 - 17:04 WIB

Manajemen Baru New Wisata Wendit Inventarisir Aset, Siapkan Pertemuan dengan Vendor

Kamis, 2 April 2026 - 12:27 WIB

Pakar Ingatkan, Ucapan PTN dengan Foto Tanpa Izin Pertaruhkan Integritas dan Berpotensi Digugat

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:12 WIB

Usai Angkat Kasus Air Keras Andri Yunus, Ketum Badko HMI Sumut Sebut Alami Teror dan Intimidasi

Berita Terbaru