Warga AS Ramai-Ramai Cari Cara Hapus Akun Facebook-Instagram Hingga Threads

Rabu, 15 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

VOJ – Tren pencarian di Google mengungkap fenomena menarik di Amerika Serikat: pengguna ramai-ramai mencari cara untuk menghapus akun Facebook, Instagram, dan Threads. Lonjakan minat ini muncul tak lama setelah Meta, perusahaan induk dari ketiga platform tersebut, mengubah kebijakan terkait moderasi konten.

Kebijakan baru itu diumumkan oleh CEO Meta, Mark Zuckerberg. Perusahaan memutuskan untuk menghentikan sistem pengecekan fakta pihak ketiga, melonggarkan aturan moderasi konten, dan membuka lebih banyak ruang bagi konten politik di linimasa pengguna. Keputusan ini memicu kontroversi, dengan para pengkritik menilai langkah tersebut sebagai strategi untuk mendekatkan diri ke pemerintahan Trump yang diprediksi akan kembali berkuasa.

Menurut laporan TechCrunch pada Selasa (14/1/2025), istilah pencarian seperti “cara menghapus Facebook secara permanen” mencapai tingkat ketertarikan tertinggi di Google Trends, dengan skor maksimal 100. Selain itu, pencarian terkait seperti “cara menghapus semua foto Facebook,” “alternatif untuk Facebook,” dan “cara menghapus akun Instagram tanpa login” menunjukkan lonjakan hingga lebih dari 5.000% dibandingkan periode sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meta sebelumnya menerapkan kebijakan ketat terkait moderasi konten setelah platformnya disorot sebagai tempat penyebaran misinformasi dan ujaran kebencian. Salah satu peristiwa besar yang mencoreng nama perusahaan adalah serangan di Capitol pada 6 Januari 2021. Insiden itu diduga dipicu oleh narasi kekerasan yang terorganisasi di Facebook dan Instagram.

Dokumen internal Meta mengungkapkan bahwa meskipun perusahaan menyadari peran platform dalam menyebarkan polarisasi politik, teori konspirasi, dan ajakan kekerasan, upaya penanganan tetap kurang tegas. Gerakan seperti “Stop the Steal,” yang didukung sekutu Trump, terus berkembang tanpa pengawasan ketat, bahkan setelah potensi bahayanya diidentifikasi.

Kini, kebijakan baru Meta dinilai bisa membuka pintu bagi penyebaran ujaran kebencian dan misinformasi dalam skala lebih luas. Bagi sebagian pengguna, keputusan ini menjadi sinyal untuk meninggalkan platform demi menghindari konten berpotensi merugikan yang lebih sulit dikontrol.

Pergeseran ini menjadi tantangan baru bagi Meta, yang selama ini bergulat dengan isu kepercayaan publik. Dengan meningkatnya pencarian alternatif platform media sosial, masa depan Meta di pasar AS kini dipertanyakan.

Berita Terkait

Kombes Pol. R. Bagoes Wibisono Resmi Jabat Dirressiber Polda Metro Jaya, Jejaknya dari Madiun, Malang hingga Siber Jatim
Akhir Damai Polemik Wendit, Vendor Pastikan Pembayaran Telah Diselesaikan
Sopir Xenia Positif Sabu Tabrak 2 Pedagang Sayur hingga Tewas di Sidoarjo, Kronologi Kecelakaan Terungkap
Oknum TNI Terduga Aniaya Warga Sula hingga Tewas Dibawa ke POM Ternate
Bahlil Buka Peluang Impor Minyak dari Brunei, Kerja Sama Listrik EBT Ikut Dijajaki
Konten Promosi Pakai Video Almarhum Vidi Aldiano, Emy Aghnia Tuai Kecaman dan Sampaikan Permintaan Maaf
Friderica Widyasari Resmi Nahkodai OJK 2026-2031, Susunan Baru Dewan Komisioner Jadi Sorotan
Video Dugaan Oknum TNI Transaksi Narkoba di Berlan Jakarta Timur Viral saat Lebaran

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 22:49 WIB

Kombes Pol. R. Bagoes Wibisono Resmi Jabat Dirressiber Polda Metro Jaya, Jejaknya dari Madiun, Malang hingga Siber Jatim

Minggu, 5 April 2026 - 14:01 WIB

Akhir Damai Polemik Wendit, Vendor Pastikan Pembayaran Telah Diselesaikan

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:01 WIB

Sopir Xenia Positif Sabu Tabrak 2 Pedagang Sayur hingga Tewas di Sidoarjo, Kronologi Kecelakaan Terungkap

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:12 WIB

Oknum TNI Terduga Aniaya Warga Sula hingga Tewas Dibawa ke POM Ternate

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:09 WIB

Bahlil Buka Peluang Impor Minyak dari Brunei, Kerja Sama Listrik EBT Ikut Dijajaki

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:06 WIB

Konten Promosi Pakai Video Almarhum Vidi Aldiano, Emy Aghnia Tuai Kecaman dan Sampaikan Permintaan Maaf

Kamis, 26 Maret 2026 - 14:58 WIB

Friderica Widyasari Resmi Nahkodai OJK 2026-2031, Susunan Baru Dewan Komisioner Jadi Sorotan

Senin, 23 Maret 2026 - 08:37 WIB

Video Dugaan Oknum TNI Transaksi Narkoba di Berlan Jakarta Timur Viral saat Lebaran

Berita Terbaru