Oknum TNI Terduga Aniaya Warga Sula hingga Tewas Dibawa ke POM Ternate

Kamis, 26 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

VOICEOFJATIM – Seorang oknum anggota TNI AD berinisial Pratu SB alias Surandi yang diduga terlibat dalam kasus penganiayaan terhadap warga Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, hingga menyebabkan korban meninggal dunia, dibawa ke Ternate untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pratu SB tiba di Pelabuhan Ahmad Yani, Kota Ternate, pada Selasa, 24 Maret 2026, sekitar pukul 09.31 WIT. Saat tiba di pelabuhan, ia mendapat pengawalan ketat dari sejumlah personel Polisi Militer.

Suasana sempat memanas ketika terduga pelaku diturunkan dari kapal tanpa tangan diborgol. Keluarga korban yang berada di lokasi tidak bisa menahan emosi hingga sempat terjadi ketegangan di area pelabuhan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beruntung, situasi tersebut segera diredam oleh aparat Polisi Militer yang melakukan pengamanan. Setelah kondisi terkendali, Pratu SB langsung dibawa masuk ke dalam kendaraan untuk selanjutnya digiring ke Kantor POM Ternate guna menjalani pemeriksaan.

Kasus ini mencuat setelah seorang warga Desa Waiipa, Sukra Umafagur, meninggal dunia usai diduga menjadi korban penganiayaan yang melibatkan oknum TNI AD tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu malam, 21 Maret 2026, di Desa Umaloya, Kecamatan Sanana. Saat kejadian, Pratu SB diketahui sedang berada di kampung halamannya karena menjalani cuti Lebaran.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula ketika adik korban, Risky Umafagur, melintas di Desa Umaloya dan diteriaki oleh sekelompok pemuda. Teguran itu kemudian berkembang menjadi cekcok yang berujung pada pemukulan terhadap Risky.

Dalam kondisi terluka, Risky pulang ke Desa Wai Ipa dan menceritakan kejadian itu kepada keluarganya. Mendengar hal tersebut, korban bersama anggota keluarga kemudian mendatangi rumah salah satu pemuda yang diduga terlibat untuk meminta pertanggungjawaban.

Kedatangan mereka disebut membangunkan Pratu SB yang saat itu masih tertidur di dalam rumah. Setelah mengetahui adanya persoalan, ia berupaya mencari adiknya yang diduga ikut terlibat dalam pemukulan terhadap Risky.

Namun situasi di lokasi justru semakin memanas. Keluarga korban diduga menghadang hingga bentrokan fisik tidak dapat dihindari. Dalam keributan itu, Pratu SB disebut berusaha melindungi adiknya, tetapi ia juga ikut menjadi sasaran.

Dalam kondisi tersebut, Pratu SB diduga membalas dengan memukul Sukra Umafagur di bagian wajah. Korban kemudian terjatuh dan bagian belakang kepalanya membentur aspal hingga tidak sadarkan diri.

Korban selanjutnya dilarikan ke RSUD Sanana sekitar pukul 23.50 WIT dalam kondisi kritis. Berdasarkan keterangan medis, Sukra mengalami pendarahan dari telinga, hidung, dan mulut, serta diduga mengalami cedera berat di bagian kepala dan leher.

Setelah sempat menjalani perawatan intensif, Sukra Umafagur akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Minggu, 22 Maret 2026, sekitar pukul 09.49 WIT.

Atas kejadian tersebut, keluarga korban melalui Yamse Umafagur melaporkan kasus itu ke Polres Kepulauan Sula. Laporan tersebut diterima secara resmi sebagaimana tertuang dalam Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor STTLP/58/III/2026/SPKT Polres Kepulauan Sula/Polda Malut tertanggal 22 Maret 2026.

Berita Terkait

Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI
Hampir 10 Tahun Bermitra dengan BRI, Dwi Astuti Layani Kebutuhan Transaksi Warga
Satu Dasawarsa Berjalan, Pengajian Rutin BRI Region 13 Malang Jadi Ruang Seimbangkan Kerja dan Ibadah
Tawaran Investasi Berimbal Hasil Tinggi Muncul, BRI Batu Minta Masyarakat Tak Gegabah
Jangan Cuma Lihat Keuntungan, BRI Batu Ingatkan Risiko di Balik Tawaran Investasi
Jangan Asal Transfer karena Janji Cuan, BRI Malang Soekarno Hatta Ingatkan Cek Legalitas Investasi
Berawal dari 1.500 Ayam, Peternakan Edi di Tulungagung Tumbuh Setelah Diperkuat KUR BRI
BRI Malang Sutoyo Dorong Masyarakat Lebih Cerdas Memilih Investasi, Jangan Hanya Kejar Cuan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 12:24 WIB

Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI

Sabtu, 5 September 2026 - 09:54 WIB

Hampir 10 Tahun Bermitra dengan BRI, Dwi Astuti Layani Kebutuhan Transaksi Warga

Kamis, 3 September 2026 - 16:22 WIB

Satu Dasawarsa Berjalan, Pengajian Rutin BRI Region 13 Malang Jadi Ruang Seimbangkan Kerja dan Ibadah

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:03 WIB

Jangan Cuma Lihat Keuntungan, BRI Batu Ingatkan Risiko di Balik Tawaran Investasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Jangan Asal Transfer karena Janji Cuan, BRI Malang Soekarno Hatta Ingatkan Cek Legalitas Investasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Berawal dari 1.500 Ayam, Peternakan Edi di Tulungagung Tumbuh Setelah Diperkuat KUR BRI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:35 WIB

BRI Malang Sutoyo Dorong Masyarakat Lebih Cerdas Memilih Investasi, Jangan Hanya Kejar Cuan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:32 WIB

BRI Kepanjen Soroti Modus Penipuan Berkedok Investasi, Warga Diminta Jangan Mudah Tergiur

Berita Terbaru

Berita

Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI

Rabu, 9 Sep 2026 - 12:24 WIB