Universitas Brawijaya Kembangkan Teknologi Canggih untuk Pemantauan Perubahan Iklim

Sabtu, 11 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

VOJ – Universitas Brawijaya (UB) menjalin kerja sama strategis dengan lembaga internasional untuk mengembangkan sistem Magnetic Data Acquisition System (Magdas). Teknologi canggih ini bertujuan memantau perubahan iklim global dan mitigasi bencana alam.

Kolaborasi ini melibatkan International Research Center for Space dan Planetary Environmental Science (i-SPES) dari Kyushu University, Jepang, National Research Institute of Astronomy & Geophysics (NRIAG), Mesir, serta universitas di Malaysia. Kerja sama ini memperkuat posisi UB sebagai pusat penelitian dan pengembangan teknologi mutakhir.

Prof. Sukir Maryanto, pakar mitigasi bencana UB, menjelaskan bahwa stasiun Magdas di Cangar, Kota Batu, akan fokus pada mitigasi gempa tektonik dan vulkanik. “Pengembangan Magdas terintegrasi dengan jaringan global, memperkuat penelitian dan kolaborasi internasional,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proyek ini dimulai Maret 2024 dan melibatkan tim dari Kyushu University dan Mesir. Rencananya, sensor magnetometer induksi dari Nagoya City University, Jepang, akan dipasang Maret 2025. Dua alat baru telah terpasang di Stasiun Cangar: Magnetometer Fluxgate 3D dan sensor seismik.

Data yang diperoleh akan dipelajari secara intensif untuk mengembangkan ilmu yang menghubungkan fenomena di Bumi dan angkasa. “Kami berharap Magdas dapat membantu memprediksi dan mitigasi bencana alam, sehingga meningkatkan keselamatan masyarakat,” tambah Prof. Sukir.

Kerja sama ini juga membuka kesempatan bagi mahasiswa UB untuk mengembangkan kemampuan penelitian dan kolaborasi internasional. Saat ini, mahasiswa S2 dari BRIN telah terlibat dalam proyek ini.

Dengan pengembangan Magdas, UB menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan teknologi untuk kepentingan masyarakat dan lingkungan.

Berita Terkait

Ketika YouTube Tumbang, X Berubah Jadi “Ruang Redaksi Darurat” Internet Global
Indosat Tambah Ribuan BTS 4G di Jatim, Akses Makin Luas, Lapangan Kerja Bertambah
Alibaba Luncurkan QwQ-32B, Tantang OpenAI dan DeepSeek di Persaingan AI
BMW Astra Siapkan Armada Evakuasi Banjir
Warga AS Ramai-Ramai Cari Cara Hapus Akun Facebook-Instagram Hingga Threads
Koin Jagat, Aplikasi Pengumpul Koin Virtual yang Tengah Naik Daun
Digitalisasi UMKM Otomotif: Inovasi BengCare Mendukung Perubahan Era Modern
Mengapa Kapasitas Penyimpanan iPhone Tidak Boleh Penuh: Penjelasan Pakar Teknologi
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 19 Desember 2025 - 21:57 WIB

Ketika YouTube Tumbang, X Berubah Jadi “Ruang Redaksi Darurat” Internet Global

Senin, 16 Juni 2025 - 12:11 WIB

Indosat Tambah Ribuan BTS 4G di Jatim, Akses Makin Luas, Lapangan Kerja Bertambah

Sabtu, 8 Maret 2025 - 06:54 WIB

Alibaba Luncurkan QwQ-32B, Tantang OpenAI dan DeepSeek di Persaingan AI

Kamis, 30 Januari 2025 - 00:56 WIB

BMW Astra Siapkan Armada Evakuasi Banjir

Rabu, 15 Januari 2025 - 09:08 WIB

Warga AS Ramai-Ramai Cari Cara Hapus Akun Facebook-Instagram Hingga Threads

Senin, 13 Januari 2025 - 22:06 WIB

Koin Jagat, Aplikasi Pengumpul Koin Virtual yang Tengah Naik Daun

Sabtu, 11 Januari 2025 - 15:33 WIB

Digitalisasi UMKM Otomotif: Inovasi BengCare Mendukung Perubahan Era Modern

Sabtu, 11 Januari 2025 - 01:16 WIB

Universitas Brawijaya Kembangkan Teknologi Canggih untuk Pemantauan Perubahan Iklim

Berita Terbaru