Digitalisasi UMKM Otomotif: Inovasi BengCare Mendukung Perubahan Era Modern

Sabtu, 11 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

VOJ– Transformasi digital kini merambah sektor UMKM otomotif di Indonesia, menawarkan peluang baru bagi pelaku usaha bengkel untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan. Salah satu terobosan di bidang ini adalah aplikasi BengCare, sebuah platform berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk membantu bengkel mengelola bisnis secara modern sekaligus memudahkan konsumen menemukan layanan terpercaya.

BengCare, aplikasi berbasis ERP (Enterprise Resource Planning), menghadirkan berbagai fitur inovatif seperti pengelolaan stok suku cadang, manajemen keuangan, dan marketplace B2C (Business-to-Consumer) yang menghubungkan konsumen dengan bengkel pilihan. Kini, aplikasi ini sudah tersedia untuk diunduh melalui Play Store, memberikan akses mudah bagi pelaku usaha dan konsumen.

Solusi Digital untuk UMKM Otomotif

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Muhammad Farrel Reginaldo Ahnaf, salah satu pendiri BengCare sekaligus mahasiswa Universitas Brawijaya, menjelaskan bahwa aplikasi ini bertujuan membantu bengkel kecil beradaptasi dengan era digital. “Kami ingin mendukung UMKM otomotif dalam mengelola bisnis mereka sekaligus meningkatkan pelayanan kepada konsumen,” ungkap Farrel.

Inspirasi di balik pengembangan BengCare berasal dari pengalaman pribadi para pendirinya. Sebagai mahasiswa perantau, mereka kerap mengalami kesulitan menemukan bengkel terpercaya saat menghadapi kerusakan kendaraan di kota asing. Pengalaman ini memunculkan gagasan untuk menciptakan platform yang tidak hanya memberikan transparansi harga dan layanan, tetapi juga mendukung digitalisasi bengkel lokal.

Kolaborasi Lintas Kampus

Pengembangan BengCare melibatkan tim mahasiswa dari berbagai universitas, termasuk Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Ciputra Surabaya, dan Universitas Brawijaya. Tim ini terdiri dari Darren Prasetya, Ileene Trinia Santoso, Andrian, Riski Ilyas, Gabrielle Immanuel Osvaldo Kurniawan, M. Naufal Badruttamam, dan Muhammad Farrel Reginaldo Ahnaf. Kolaborasi ini memperkuat penggabungan keahlian di bidang teknologi, bisnis, dan manajemen.

Fitur Andalan BengCare

BengCare menawarkan sejumlah fitur unggulan untuk meningkatkan produktivitas bengkel, seperti:

1. Order Management: Pengelolaan pesanan pelanggan secara digital.

2. Finance Management: Pencatatan keuangan yang lebih terstruktur.

3. Spare Part Stock Opname: Pemantauan stok suku cadang secara real-time.

4. Marketplace (B2C): Menghubungkan pelanggan dengan bengkel sesuai kebutuhan.

5. Worker Management: Pengelolaan tenaga kerja yang lebih efisien.

6. Business AI Assistant: Rekomendasi strategi bisnis berbasis data.

 

“Dengan fitur-fitur ini, BengCare diharapkan dapat membantu bengkel mengurangi kesalahan manual, memperluas jangkauan pelanggan, dan meningkatkan efisiensi operasional,” jelas Farrel.

Dukungan dan Tantangan

Proyek ini mendapat dukungan dari Program Bangkit, kolaborasi antara Google, GoTo, dan Traveloka, yang menyediakan pendanaan, bimbingan, dan inkubasi bagi tim BengCare. Meski demikian, perjalanan mereka tidak selalu mudah. Salah satu tantangan utama adalah menyatukan visi dari anggota tim yang memiliki latar belakang beragam, serta mengembangkan teknologi berbasis AI yang membutuhkan riset dan dukungan teknis mendalam.

“Dengan komunikasi yang baik dan arahan mentor dari Program Bangkit, kami berhasil mengatasi berbagai kendala,” kata Farrel.

Masa Depan UMKM Otomotif

BengCare diharapkan mampu mendukung pelaku usaha bengkel untuk meningkatkan daya saing di pasar lokal maupun global. Selain itu, aplikasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menciptakan inovasi berbasis teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Kami ingin BengCare turut berkontribusi pada visi Indonesia Emas 2045 dengan memberdayakan UMKM melalui digitalisasi,” ujar Farrel.

Dengan visi yang jelas dan semangat kolaborasi, BengCare menjadi bukti nyata bahwa inovasi teknologi dapat memberikan dampak positif dalam mengatasi tantangan di sektor UMKM. Inisiatif ini diharapkan terus berkembang dan menjadi inspirasi untuk solusi digital lainnya yang mendukung perekonomian Indonesia.

 

Berita Terkait

Pakar Ingatkan, Ucapan PTN dengan Foto Tanpa Izin Pertaruhkan Integritas dan Berpotensi Digugat
Pesan Sosial Halal Bi Halal
Mahasiswa Vokasi UB Didorong Bermental Global, Alumni Ungkap Tantangan SDM Indonesia di Kancah Internasional
Rektor UIBU Dorong Tesis S2 Berbasis Metodologi Berdampak
Ketika YouTube Tumbang, X Berubah Jadi “Ruang Redaksi Darurat” Internet Global
Kampus Turun Tangan, PDKIK UB Tawarkan Solusi Hijau Limbah Penyamakan Kulit
Problematika Penggunaan Bahasa Gaul Pada Generasi Muda
Penguatan UMKM Pujon: Kolaborasi Vokasi UB yang Turun Langsung ke Akar Masalah

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 12:27 WIB

Pakar Ingatkan, Ucapan PTN dengan Foto Tanpa Izin Pertaruhkan Integritas dan Berpotensi Digugat

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:56 WIB

Pesan Sosial Halal Bi Halal

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:27 WIB

Mahasiswa Vokasi UB Didorong Bermental Global, Alumni Ungkap Tantangan SDM Indonesia di Kancah Internasional

Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:02 WIB

Rektor UIBU Dorong Tesis S2 Berbasis Metodologi Berdampak

Jumat, 19 Desember 2025 - 21:57 WIB

Ketika YouTube Tumbang, X Berubah Jadi “Ruang Redaksi Darurat” Internet Global

Senin, 15 Desember 2025 - 14:10 WIB

Kampus Turun Tangan, PDKIK UB Tawarkan Solusi Hijau Limbah Penyamakan Kulit

Rabu, 26 November 2025 - 17:25 WIB

Problematika Penggunaan Bahasa Gaul Pada Generasi Muda

Minggu, 26 Oktober 2025 - 14:17 WIB

Penguatan UMKM Pujon: Kolaborasi Vokasi UB yang Turun Langsung ke Akar Masalah

Berita Terbaru