Golkar Kota Malang Masuk Babak Baru, Djoko Prihatin Sah Nahkodai Partai Usai Musda

Minggu, 14 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Djoko Prihatin (tengah) resmi nahkodai Golkar Kota Malang

Djoko Prihatin (tengah) resmi nahkodai Golkar Kota Malang

JATIMTIMES – Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Malang akhirnya menutup bab panjang penuh tarik-ulur. Forum tertinggi partai di tingkat daerah itu resmi mengukuhkan Joko Prihatin sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Minggu (14/12/2025), di Surabaya. Ia melaju tanpa lawan setelah menjadi satu-satunya bakal calon yang memenuhi syarat dukungan sesuai aturan partai.

Penetapan tersebut lahir dari proses verifikasi yang ketat. Dari sejumlah nama yang sempat beredar menjelang Musda, hanya Djoko Prihatin yang berhasil mengamankan dukungan lebih dari ambang batas minimal 30 persen. Ketentuan itu tertuang jelas dalam juklak dan tata tertib Musda, sehingga forum secara otomatis mengesahkan calon tunggal sebagai ketua terpilih.

Pimpinan Sidang Musda, Aksan, menegaskan bahwa seluruh tahapan berjalan sesuai mekanisme organisasi. Verifikasi dilakukan menyeluruh, baik secara administratif maupun faktual, tanpa ruang kompromi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hanya satu nama yang lolos syarat dukungan lebih dari 30 persen, yaitu Joko Prihatin. Sesuai aturan, calon lain gugur, dan Musda wajib menetapkan,” ujar Aksan usai sidang.

Ia juga menepis isu-isu di luar forum yang sempat ramai diperbincangkan. Menurutnya, tugas pimpinan sidang sebatas memastikan keabsahan dokumen dukungan, bukan menilai dinamika di balik proses pengumpulan tanda tangan.

“Semua dukungan lengkap dan sah. Ada kop surat, tanda tangan ketua dan sekretaris, stempel, sampai materai. Soal proses di luar itu, bukan wilayah kami,” tegasnya.

Dari sisi keabsahan forum, Aksan memastikan Musda berjalan korum. Unsur pimpinan kecamatan, organisasi pendiri dan yang didirikan (hastakarya), serta struktur DPD hadir dan memenuhi syarat pengambilan keputusan.

Sementara itu, Joko Prihatin memilih nada reflektif dalam sambutan perdananya sebagai ketua terpilih. Ia menyebut Musda kali ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum menata ulang arah Golkar Kota Malang setelah melewati fase panjang penuh gesekan.

“Ini seperti menanam kembali Golkar di tanah yang sama. Kita titipkan pada Allah SWT, semoga tumbuh dengan akar yang lebih kuat, lebih segar, dan siap menghadapi tantangan ke depan,” ucapnya, disambut tepuk tangan peserta.

Joko tak menutup mata bahwa perjalanan menuju Musda diwarnai perbedaan sikap, konflik internal, bahkan luka politik yang terasa sejak awal tahun. Namun baginya, semua itu harus berhenti di meja Musda dan diganti dengan kerja kolektif.

“Target ke depan harus naik. Kalau kemarin kursi kita bertambah satu, berikutnya harus dua. Kalau suara naik, besok harus lebih tinggi. Kuncinya satu: buang ego, rapatkan barisan,” katanya lugas.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen Golkar, mulai dari pengurus, pimpinan kecamatan, fraksi, hingga para tokoh senior. Termasuk mereka yang sejak awal berada di kubu berbeda. Menurut Joko, perbedaan justru menjadi tanda bahwa Golkar masih hidup dan dinamis.

“Di saat partai lain bisa selesai lewat penunjukan, Golkar Kota Malang memilih jalan panjang. Ramai, panas, tapi hidup. Itu bukan masalah, itu energi,” ujarnya.

Mengakhiri sambutan, Joko menegaskan komitmennya membawa Golkar Kota Malang tetap relevan di tengah perubahan politik yang cepat. Baginya, Musda ini bukan garis akhir, melainkan titik start pembaruan.

“Jangan tinggalkan Golkar. Mari kita besarkan bersama, bukan untuk satu orang, tapi untuk masa depan partai,” pungkasnya.

Dengan pengesahan ini, Golkar Kota Malang resmi membuka lembaran baru. Setelah badai reda, konsolidasi menjadi kata kunci. Mesin partai bersiap dipanaskan kembali, strategi disusun ulang, dan target politik dipasang lebih tinggi dari sebelumnya. Golkar ingin bangkit, bukan sekadar bertahan.

Berita Terkait

Saat Akses Kesehatan Terbatas, Ambulans BRI Jadi Penopang Warga Lumbang
Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI
Hampir 10 Tahun Bermitra dengan BRI, Dwi Astuti Layani Kebutuhan Transaksi Warga
Satu Dasawarsa Berjalan, Pengajian Rutin BRI Region 13 Malang Jadi Ruang Seimbangkan Kerja dan Ibadah
Tawaran Investasi Berimbal Hasil Tinggi Muncul, BRI Batu Minta Masyarakat Tak Gegabah
Jangan Cuma Lihat Keuntungan, BRI Batu Ingatkan Risiko di Balik Tawaran Investasi
Jangan Asal Transfer karena Janji Cuan, BRI Malang Soekarno Hatta Ingatkan Cek Legalitas Investasi
Berawal dari 1.500 Ayam, Peternakan Edi di Tulungagung Tumbuh Setelah Diperkuat KUR BRI

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 08:17 WIB

Saat Akses Kesehatan Terbatas, Ambulans BRI Jadi Penopang Warga Lumbang

Rabu, 9 September 2026 - 12:24 WIB

Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI

Sabtu, 5 September 2026 - 09:54 WIB

Hampir 10 Tahun Bermitra dengan BRI, Dwi Astuti Layani Kebutuhan Transaksi Warga

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:10 WIB

Tawaran Investasi Berimbal Hasil Tinggi Muncul, BRI Batu Minta Masyarakat Tak Gegabah

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:03 WIB

Jangan Cuma Lihat Keuntungan, BRI Batu Ingatkan Risiko di Balik Tawaran Investasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Jangan Asal Transfer karena Janji Cuan, BRI Malang Soekarno Hatta Ingatkan Cek Legalitas Investasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Berawal dari 1.500 Ayam, Peternakan Edi di Tulungagung Tumbuh Setelah Diperkuat KUR BRI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:35 WIB

BRI Malang Sutoyo Dorong Masyarakat Lebih Cerdas Memilih Investasi, Jangan Hanya Kejar Cuan

Berita Terbaru

Berita

Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI

Rabu, 9 Sep 2026 - 12:24 WIB