Khofifah Cabut Batasan Usia di Lowongan Kerja Jatim, Ini Alasannya

Kamis, 8 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. (Freepik)

Ilustrasi. (Freepik)

SURABAYA, hukumindonesia.online/ –
Gubernur Jawa Timur resmi menghapus aturan batas usia dalam lowongan kerja yang beredar di wilayahnya. Kebijakan ini diambil untuk mencegah diskriminasi usia yang masih sering dialami para pencari kerja, terutama mereka yang telah melewati usia 35 tahun.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, menjelaskan bahwa keputusan ini dituangkan dalam Surat Edaran Nomor 560/2599/012/2025 yang ditandatangani Gubernur Jawa Timur pada (2/5/2025) dan langsung dikirimkan ke seluruh pimpinan perusahaan di Jawa Timur.

“Banyak pelamar kerja yang sebenarnya masih berada di usia produktif dan punya pengalaman memadai, tapi terhambat hanya karena faktor usia. Ini jelas bentuk ketidakadilan,” ujar Sekretaris Daerah Jawa Timur, Adhy Karyono, saat ditemui pada (4/5/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adhy menegaskan, kebijakan ini merupakan langkah nyata untuk menciptakan kesetaraan kesempatan kerja bagi semua warga tanpa pandang usia. Menurutnya, pembatasan usia dalam rekrutmen sering kali tidak memiliki dasar objektif dan hanya mempersempit peluang bagi masyarakat yang sebenarnya masih layak bekerja.

“Pemprov ingin agar perusahaan berhenti menetapkan syarat umur yang tak rasional, kecuali memang menyangkut aspek keselamatan atau teknis yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.

Tak hanya untuk pelamar umum, Adhy juga menyinggung pentingnya inklusivitas dalam rekrutmen, termasuk bagi kelompok disabilitas. Selama memiliki kemampuan yang dibutuhkan, kata dia, semua orang berhak mendapat kesempatan yang sama.

Langkah ini juga sejalan dengan semangat Undang-Undang dan prinsip non-diskriminasi yang dijunjung tinggi secara konstitusional maupun dalam berbagai perjanjian internasional.

SE ini tidak hanya berlaku untuk sektor swasta. Adhy memastikan aturan yang sama akan diterapkan di lingkungan kerja Pemerintah Provinsi Jawa Timur, termasuk dalam program padat karya yang dibiayai APBD dan dalam proses rekrutmen ASN non-PNS serta PPPK.

Dengan kebijakan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap perusahaan dan asosiasi industri mulai mengadopsi sistem rekrutmen yang lebih terbuka dan berkeadilan.

Berita Terkait

Warga Kampung Pemulung Terima 250 Paket Sembako dari BRI dan PWI Tulungagung
Produk Kriya, Wastra, dan Fashion UMKM Tampil di Festival 2026
BRI Ingatkan Petugas: Dilarang Minta, Terima, dan Tahan Agunan KUR
BRI Malang Marthadinata Berikan Gift dan Ucapan Terima Kasih pada Harpelnas
BRI Malang Sutoyo Sambut Harpelnas dengan Layanan yang Dilakukan dari Hati
BRI Malang Soekarno Hatta dan Hiswana Migas Malang Raya Perkuat Kolaborasi
Dukung Kostrad, BRI Malang Kawi Bantu Renovasi Gereja dan Pura
Dukung Pendidikan Anak, BRI Region 13 Malang Bantu KB Al Naba

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Warga Kampung Pemulung Terima 250 Paket Sembako dari BRI dan PWI Tulungagung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Produk Kriya, Wastra, dan Fashion UMKM Tampil di Festival 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:08 WIB

BRI Ingatkan Petugas: Dilarang Minta, Terima, dan Tahan Agunan KUR

Rabu, 30 September 2026 - 13:41 WIB

BRI Malang Marthadinata Berikan Gift dan Ucapan Terima Kasih pada Harpelnas

Rabu, 30 September 2026 - 12:15 WIB

BRI Malang Sutoyo Sambut Harpelnas dengan Layanan yang Dilakukan dari Hati

Rabu, 30 September 2026 - 12:06 WIB

BRI Malang Soekarno Hatta dan Hiswana Migas Malang Raya Perkuat Kolaborasi

Rabu, 30 September 2026 - 11:59 WIB

Dukung Kostrad, BRI Malang Kawi Bantu Renovasi Gereja dan Pura

Selasa, 29 September 2026 - 16:28 WIB

Dukung Pendidikan Anak, BRI Region 13 Malang Bantu KB Al Naba

Berita Terbaru