Kawasan Raung-Ijen Masih Jadi Surga Satwa Langka, Kamera Trap Rekam Jejak Macan Tutul Jawa

Rabu, 9 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang anggota tim ekspedisi memasang kamera trap di batang pohon dalam hutan kawasan Raung-Ijen, Banyuwangi, untuk merekam aktivitas satwa liar sebagai bagian dari upaya konservasi dan pemantauan keanekaragaman hayati. (Foto: BBKSDA Jatim/SINTAS Indonesia)

Seorang anggota tim ekspedisi memasang kamera trap di batang pohon dalam hutan kawasan Raung-Ijen, Banyuwangi, untuk merekam aktivitas satwa liar sebagai bagian dari upaya konservasi dan pemantauan keanekaragaman hayati. (Foto: BBKSDA Jatim/SINTAS Indonesia)

BANYUWANGI, hukumindonesia.online/ – Kamera-kamera tersembunyi yang tersebar di hutan pegunungan Raung-Ijen membongkar fakta mencengangkan: kehidupan satwa liar di kawasan ini masih sangat aktif, bahkan melibatkan predator langka seperti macan tutul jawa.

Selama Oktober hingga November 2024, sebanyak 80 unit kamera trap dipasang di area Raung-Ijen. Rekaman yang diperoleh menunjukkan aktivitas berbagai spesies liar, dari mamalia kecil seperti musang hingga burung eksotis seperti merak hijau. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara SINTAS Indonesia, kelompok Mapala, masyarakat lokal, serta Seksi KSDA Wilayah V Banyuwangi dari Balai Besar KSDA Jawa Timur.

Ekspedisi lanjutan dilakukan pada 11–21 Februari 2025 dengan tim terbagi ke empat kelompok, menyisir kawasan selatan pegunungan dalam medan yang menantang selama sepuluh hari. Hasilnya, jejak kehidupan liar di tengah hutan kian terlihat jelas. Kijang, ayam hutan merah, kucing kuwuk, dan dua jenis musang berhasil terekam kamera. Yang paling menggembirakan, keberadaan dua predator kunci—ajag dan macan tutul jawa—ikut terdeteksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Temuan ini mempertegas bahwa ekosistem hutan Raung-Ijen masih berfungsi dengan baik sebagai habitat alami, termasuk bagi predator puncak seperti macan tutul jawa,” ungkap Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda Balai Besar KSDA Jawa Timur, Fajar Dwi Nur Aji, pada Selasa (8/4/2025).

Tak hanya dokumentasi visual, tim ekspedisi juga mengumpulkan enam sampel feses yang diyakini milik macan tutul jawa. Sampel ini saat ini tengah dianalisis secara genetik di laboratorium Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada. Harapannya, penelitian ini mampu mengungkap pola distribusi, populasi, serta pergerakan predator langka tersebut secara lebih akurat.

Seluruh proses pengumpulan dan pengiriman sampel ke laboratorium telah memenuhi prosedur legal, dengan dokumen resmi berupa Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Dalam Negeri (SATS-DN) yang diterbitkan oleh BBKSDA Jawa Timur.

“Lebih dari sekadar mendokumentasikan keanekaragaman hayati, ekspedisi ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga Raung-Ijen sebagai benteng terakhir spesies-spesies langka di Pulau Jawa,” tambah Fajar.

Dengan dukungan teknologi dan sinergi antar lembaga, peluang untuk melestarikan Raung-Ijen sebagai rumah terakhir satwa ikonik Indonesia masih terbuka lebar. Kini, tinggal bagaimana komitmen semua pihak untuk menjaga kawasan ini tetap lestari dan tak terganggu aktivitas manusia.

Berita Terkait

Kombes Pol. R. Bagoes Wibisono Resmi Jabat Dirressiber Polda Metro Jaya, Jejaknya dari Madiun, Malang hingga Siber Jatim
Akhir Damai Polemik Wendit, Vendor Pastikan Pembayaran Telah Diselesaikan
Sopir Xenia Positif Sabu Tabrak 2 Pedagang Sayur hingga Tewas di Sidoarjo, Kronologi Kecelakaan Terungkap
Oknum TNI Terduga Aniaya Warga Sula hingga Tewas Dibawa ke POM Ternate
Bahlil Buka Peluang Impor Minyak dari Brunei, Kerja Sama Listrik EBT Ikut Dijajaki
Konten Promosi Pakai Video Almarhum Vidi Aldiano, Emy Aghnia Tuai Kecaman dan Sampaikan Permintaan Maaf
Friderica Widyasari Resmi Nahkodai OJK 2026-2031, Susunan Baru Dewan Komisioner Jadi Sorotan
Video Dugaan Oknum TNI Transaksi Narkoba di Berlan Jakarta Timur Viral saat Lebaran

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 22:49 WIB

Kombes Pol. R. Bagoes Wibisono Resmi Jabat Dirressiber Polda Metro Jaya, Jejaknya dari Madiun, Malang hingga Siber Jatim

Minggu, 5 April 2026 - 14:01 WIB

Akhir Damai Polemik Wendit, Vendor Pastikan Pembayaran Telah Diselesaikan

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:01 WIB

Sopir Xenia Positif Sabu Tabrak 2 Pedagang Sayur hingga Tewas di Sidoarjo, Kronologi Kecelakaan Terungkap

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:12 WIB

Oknum TNI Terduga Aniaya Warga Sula hingga Tewas Dibawa ke POM Ternate

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:09 WIB

Bahlil Buka Peluang Impor Minyak dari Brunei, Kerja Sama Listrik EBT Ikut Dijajaki

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:06 WIB

Konten Promosi Pakai Video Almarhum Vidi Aldiano, Emy Aghnia Tuai Kecaman dan Sampaikan Permintaan Maaf

Kamis, 26 Maret 2026 - 14:58 WIB

Friderica Widyasari Resmi Nahkodai OJK 2026-2031, Susunan Baru Dewan Komisioner Jadi Sorotan

Senin, 23 Maret 2026 - 08:37 WIB

Video Dugaan Oknum TNI Transaksi Narkoba di Berlan Jakarta Timur Viral saat Lebaran

Berita Terbaru