Wali Kota Surabaya: Pegawai Pemkot Penipu UMKM Sudah Dipecat karena Kasus ATK

Rabu, 12 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

VOJ – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengungkapkan bahwa seorang mantan pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang terlibat dalam kasus penipuan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ternyata telah lebih dulu dipecat. Pemecatan itu terkait dugaan penyimpangan dalam pengadaan alat tulis kantor (ATK).

Menurut Eri, mantan pegawai tersebut sebelumnya bekerja di bagian yang berkaitan dengan administrasi dan pengadaan barang. Pasca terbukti melanggar aturan dalam pengadaan ATK, Pemkot Surabaya langsung mengambil langkah tegas dengan memberhentikannya. Namun, setelah dipecat, yang bersangkutan kembali berulah dengan menipu pelaku UMKM di Surabaya.

“Kami sudah lama memecatnya karena ada masalah pengadaan ATK. Tapi setelah keluar dari Pemkot, ternyata dia malah melakukan penipuan ke pelaku UMKM. Ini tentu sangat merugikan masyarakat,” ujar Eri dalam keterangannya, Selasa (12/2/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Eri juga menegaskan bahwa kasus ini menjadi peringatan bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Surabaya agar bekerja dengan jujur dan tidak menyalahgunakan jabatan. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan terus memperketat pengawasan terhadap pegawai di lingkup pemerintahan untuk mencegah kasus serupa terjadi lagi.

Kasus penipuan yang dilakukan mantan pegawai tersebut mencuat setelah beberapa pelaku UMKM melaporkan adanya modus penipuan berkedok bantuan usaha. Dengan iming-iming bantuan dari pemerintah, pelaku meminta sejumlah uang kepada korban sebelum akhirnya menghilang tanpa jejak. Saat ini, kasus tersebut tengah dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Pemkot Surabaya pun mengimbau masyarakat, khususnya pelaku UMKM, agar lebih berhati-hati terhadap oknum yang mengatasnamakan pemerintah dalam menawarkan bantuan usaha.

“Kalau ada program bantuan resmi dari pemerintah, pasti akan disampaikan secara terbuka melalui kanal resmi Pemkot Surabaya,” tegas Eri.

Berita Terkait

Kombes Pol. R. Bagoes Wibisono Resmi Jabat Dirressiber Polda Metro Jaya, Jejaknya dari Madiun, Malang hingga Siber Jatim
Akhir Damai Polemik Wendit, Vendor Pastikan Pembayaran Telah Diselesaikan
Tuan Rumah Pangkalan Militer AS Dapat Ultimatum dari Iran
The Souls Kembali Beroperasi Saat Sekolah Al-Kautsar Menanti Kepastian Hearing
Golkar Dorong Kolaborasi DPRD dan Pemkot Malang Demi Kesejahteraan Warga
Manajemen Baru New Wisata Wendit Inventarisir Aset, Siapkan Pertemuan dengan Vendor
Pakar Ingatkan, Ucapan PTN dengan Foto Tanpa Izin Pertaruhkan Integritas dan Berpotensi Digugat
Usai Angkat Kasus Air Keras Andri Yunus, Ketum Badko HMI Sumut Sebut Alami Teror dan Intimidasi

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 22:49 WIB

Kombes Pol. R. Bagoes Wibisono Resmi Jabat Dirressiber Polda Metro Jaya, Jejaknya dari Madiun, Malang hingga Siber Jatim

Minggu, 5 April 2026 - 14:01 WIB

Akhir Damai Polemik Wendit, Vendor Pastikan Pembayaran Telah Diselesaikan

Sabtu, 4 April 2026 - 22:39 WIB

Tuan Rumah Pangkalan Militer AS Dapat Ultimatum dari Iran

Sabtu, 4 April 2026 - 17:33 WIB

The Souls Kembali Beroperasi Saat Sekolah Al-Kautsar Menanti Kepastian Hearing

Kamis, 2 April 2026 - 17:14 WIB

Golkar Dorong Kolaborasi DPRD dan Pemkot Malang Demi Kesejahteraan Warga

Kamis, 2 April 2026 - 17:04 WIB

Manajemen Baru New Wisata Wendit Inventarisir Aset, Siapkan Pertemuan dengan Vendor

Kamis, 2 April 2026 - 12:27 WIB

Pakar Ingatkan, Ucapan PTN dengan Foto Tanpa Izin Pertaruhkan Integritas dan Berpotensi Digugat

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:12 WIB

Usai Angkat Kasus Air Keras Andri Yunus, Ketum Badko HMI Sumut Sebut Alami Teror dan Intimidasi

Berita Terbaru