Sinergi Akademisi dan Masyarakat: Membangun Kemandirian Pangan dan Kampung Wisata di Mulyoagung

Senin, 31 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MALANG, hukumindonesia.online/ – Universitas Brawijaya terus menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat desa melalui program “Doktor Mengabdi.” Kali ini, program unggulan tersebut hadir di Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, dengan proyek bertajuk “Membangun Kemandirian Pangan dan Pengelolaan Kampung Wisata Berbasis Urban Farming.” Program ini tidak hanya berfokus pada ketahanan pangan lokal, tetapi juga bertujuan mengembangkan kampung wisata yang berdaya saing melalui pendekatan kolaboratif dengan kelompok masyarakat setempat.

Di bawah koordinasi Dr. Tri Wahyu Nugroho, S.P., M.Si., dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, proyek ini melibatkan tim lintas fakultas yang terdiri dari dosen-dosen Fakultas Vokasi, Peternakan, dan Pertanian, serta sejumlah mahasiswa yang memiliki komitmen tinggi terhadap pemberdayaan masyarakat. Proyek ini diharapkan dapat membentuk ekosistem pertanian urban yang mandiri sekaligus mengembangkan kampung wisata yang dapat menarik minat wisatawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu mitra utama dalam proyek ini adalah Kelompok Wanita “Latar Ijo,” yang fokus pada pertanian urban. Tim Doktor Mengabdi memulai proyek ini dengan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), yang mengutamakan partisipasi langsung warga dalam mengidentifikasi potensi, tantangan, serta kebutuhan pengembangan kelompok. Proses ini menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat terhadap pengembangan kelembagaan, penguatan kapasitas produksi, dan diversifikasi produk pertanian, serta pemasaran hasil pertanian.

Langkah awal yang signifikan adalah legalisasi Kelompok “Latar Ijo” sebagai Kelompok Masyarakat (Pokmas) resmi oleh Kepala Desa Mulyoagung. Keputusan ini bukan hanya menjadi simbol sahnya kelompok, tetapi juga menjadi fondasi penting untuk memperluas jejaring kemitraan serta akses pendanaan yang dapat menunjang keberlanjutan program di masa depan.

Sebagai bagian dari program ini, tim Doktor Mengabdi memfasilitasi studi banding ke Kelompok Petani Organik Brenjong di Mojokerto. Kunjungan ini memberikan wawasan praktis tentang teknik pertanian berkelanjutan, pemasaran hasil tani, serta cara mengelola kampung wisata yang edukatif dan menarik. Para anggota Kelompok “Latar Ijo” memperoleh pembelajaran langsung mengenai manajemen pertanian organik, proses hilirisasi produk, dan penguatan branding produk lokal untuk memperkenalkan hasil pertanian mereka kepada pasar yang lebih luas.

Selain pembangunan infrastruktur yang mendukung pertanian urban, seperti rumah kompos di Dusun Jetak Ngasri, program ini juga memberikan pelatihan tentang penataan proses bisnis kampung wisata. Anggota Pokmas dibekali dengan keterampilan pemasaran digital, pembuatan konten promosi, serta strategi kerjasama dengan sektor publik dan swasta untuk memperluas jangkauan pasar dan memperkuat ekonomi lokal. Rumah kompos yang dibangun menjadi bagian integral dari siklus pertanian berkelanjutan, dengan fokus pada pengelolaan limbah organik dan penyediaan pupuk alami.

Selain hasil yang bersifat praktis, program ini juga menghasilkan berbagai luaran akademik dan sosial yang bermanfaat, seperti draft artikel jurnal ilmiah dan hak cipta model pengelolaan rumah kompos. Dokumentasi kegiatan yang telah disiapkan akan diseminasi melalui berbagai media untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

“Dengan keterlibatan aktif masyarakat dan dukungan lintas disiplin, kami yakin Desa Mulyoagung dapat menjadi model inspiratif dalam pengembangan kampung wisata berbasis urban farming,” ujar Dr. Tri Wahyu Nugroho.

Program ini didukung penuh oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Brawijaya melalui skema pendanaan internal DRPM UB. Keberhasilan program ini menunjukkan sinergi yang efektif antara akademisi dan masyarakat, menciptakan solusi nyata untuk ketahanan pangan, pemberdayaan perempuan, serta pengelolaan kampung wisata yang berkelanjutan.

Melalui inisiatif ini, Universitas Brawijaya tidak hanya memberikan kontribusi dalam dunia akademik, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Mulyoagung dengan menciptakan peluang baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian mereka dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan iklim.

 

Berita Terkait

Kombes Pol. R. Bagoes Wibisono Resmi Jabat Dirressiber Polda Metro Jaya, Jejaknya dari Madiun, Malang hingga Siber Jatim
Akhir Damai Polemik Wendit, Vendor Pastikan Pembayaran Telah Diselesaikan
Pakar Ingatkan, Ucapan PTN dengan Foto Tanpa Izin Pertaruhkan Integritas dan Berpotensi Digugat
Pesan Sosial Halal Bi Halal
Sopir Xenia Positif Sabu Tabrak 2 Pedagang Sayur hingga Tewas di Sidoarjo, Kronologi Kecelakaan Terungkap
Konten Promosi Pakai Video Almarhum Vidi Aldiano, Emy Aghnia Tuai Kecaman dan Sampaikan Permintaan Maaf
Friderica Widyasari Resmi Nahkodai OJK 2026-2031, Susunan Baru Dewan Komisioner Jadi Sorotan
Video Dugaan Oknum TNI Transaksi Narkoba di Berlan Jakarta Timur Viral saat Lebaran

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 22:49 WIB

Kombes Pol. R. Bagoes Wibisono Resmi Jabat Dirressiber Polda Metro Jaya, Jejaknya dari Madiun, Malang hingga Siber Jatim

Minggu, 5 April 2026 - 14:01 WIB

Akhir Damai Polemik Wendit, Vendor Pastikan Pembayaran Telah Diselesaikan

Kamis, 2 April 2026 - 12:27 WIB

Pakar Ingatkan, Ucapan PTN dengan Foto Tanpa Izin Pertaruhkan Integritas dan Berpotensi Digugat

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:56 WIB

Pesan Sosial Halal Bi Halal

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:01 WIB

Sopir Xenia Positif Sabu Tabrak 2 Pedagang Sayur hingga Tewas di Sidoarjo, Kronologi Kecelakaan Terungkap

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:06 WIB

Konten Promosi Pakai Video Almarhum Vidi Aldiano, Emy Aghnia Tuai Kecaman dan Sampaikan Permintaan Maaf

Kamis, 26 Maret 2026 - 14:58 WIB

Friderica Widyasari Resmi Nahkodai OJK 2026-2031, Susunan Baru Dewan Komisioner Jadi Sorotan

Senin, 23 Maret 2026 - 08:37 WIB

Video Dugaan Oknum TNI Transaksi Narkoba di Berlan Jakarta Timur Viral saat Lebaran

Berita Terbaru