Usulan Pendidikan Gizi Masuk Kurikulum, Pakar Unair Soroti Pentingnya Literasi Nutrisi Sejak Dini

Senin, 28 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa SD nikmati MBG. (Setkab.go.id)

Siswa SD nikmati MBG. (Setkab.go.id)

SURABAYA, hukumindonesia.online/ – Usulan Badan Gizi Nasional (BGN) agar pendidikan gizi dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah memicu perdebatan. Meskipun BGN menilai hal itu sangat mendesak, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti justru belum sependapat, membuat banyak pihak menyayangkan penolakan tersebut.

Menanggapi hal itu, pakar gizi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Lailatul Muniroh, menegaskan pentingnya pendidikan gizi diterapkan sejak dini. Menurutnya, anak-anak tidak bisa hanya diberikan makanan bergizi, tapi juga harus memahami mengapa makanan itu penting.

“Asupan nutrisi untuk anak tidak boleh asal. Anak-anak harus punya pengetahuan soal gizi seimbang sejak kecil. Itu bagian dari membentuk generasi yang sehat,” kata Lailatul, Senin (28/7/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengapresiasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah, tetapi menilai bahwa inisiatif tersebut tidak cukup jika tidak disertai edukasi yang menyeluruh. “Kalau isi MBG tidak mencerminkan gizi seimbang, lalu anak-anak juga tidak paham manfaatnya, maka program itu tidak efektif. Edukasi adalah fondasi penting,” ujarnya.

Lailatul juga mengingatkan bahwa banyak ibu sebagai penentu pola makan keluarga belum tentu memahami apakah menu dari MBG benar-benar memenuhi kebutuhan gizi anak.

Menurutnya, pendidikan gizi tidak harus menjadi mata pelajaran khusus. Justru akan lebih efektif jika diintegrasikan secara lintas mata pelajaran. “Gizi bisa diselipkan di pelajaran IPA saat membahas makronutrien, dalam Bahasa Indonesia lewat cerita tentang pangan, atau dalam PJOK dengan praktik membuat menu sehat dan observasi kantin sekolah,” jelasnya.

Ia menyebut pendekatan ini sebagai pendidikan kontekstual, bukan sekadar mengenalkan nama sayuran, tetapi juga menjelaskan manfaatnya dan alasan anak-anak perlu mengonsumsinya. “Kita tidak ingin sekadar menyuruh mereka makan sehat, tapi ingin mereka paham kenapa harus begitu,” tegasnya.

Pendidikan gizi, lanjutnya, adalah bentuk keterampilan hidup (life skill) yang membantu anak mengenali pilihan pangan sehat dan membangun gaya hidup preventif sejak usia sekolah.

Namun, membentuk kurikulum yang ramah gizi bukanlah tugas satu kementerian saja. Ia menekankan perlunya kerja sama lintas sektor, dari pendidikan, kesehatan, hingga peran keluarga di rumah. “Guru harus disiapkan, kurikulum harus relevan, dan kebijakan perlu fleksibel sesuai kondisi lokal,” ujarnya.

Lailatul menutup dengan peringatan bahwa abainya pendidikan gizi akan berakibat fatal bagi generasi mendatang. “Kalau kita menunda investasi ini sekarang, maka ke depan kita harus membayar mahal dalam bentuk stunting, penyakit metabolik, dan rendahnya produktivitas anak-anak bangsa,” pungkasnya.

Berita Terkait

Kombes Pol. R. Bagoes Wibisono Resmi Jabat Dirressiber Polda Metro Jaya, Jejaknya dari Madiun, Malang hingga Siber Jatim
Akhir Damai Polemik Wendit, Vendor Pastikan Pembayaran Telah Diselesaikan
Pakar Ingatkan, Ucapan PTN dengan Foto Tanpa Izin Pertaruhkan Integritas dan Berpotensi Digugat
Pesan Sosial Halal Bi Halal
Sopir Xenia Positif Sabu Tabrak 2 Pedagang Sayur hingga Tewas di Sidoarjo, Kronologi Kecelakaan Terungkap
Konten Promosi Pakai Video Almarhum Vidi Aldiano, Emy Aghnia Tuai Kecaman dan Sampaikan Permintaan Maaf
Friderica Widyasari Resmi Nahkodai OJK 2026-2031, Susunan Baru Dewan Komisioner Jadi Sorotan
Video Dugaan Oknum TNI Transaksi Narkoba di Berlan Jakarta Timur Viral saat Lebaran

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 22:49 WIB

Kombes Pol. R. Bagoes Wibisono Resmi Jabat Dirressiber Polda Metro Jaya, Jejaknya dari Madiun, Malang hingga Siber Jatim

Minggu, 5 April 2026 - 14:01 WIB

Akhir Damai Polemik Wendit, Vendor Pastikan Pembayaran Telah Diselesaikan

Kamis, 2 April 2026 - 12:27 WIB

Pakar Ingatkan, Ucapan PTN dengan Foto Tanpa Izin Pertaruhkan Integritas dan Berpotensi Digugat

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:56 WIB

Pesan Sosial Halal Bi Halal

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:01 WIB

Sopir Xenia Positif Sabu Tabrak 2 Pedagang Sayur hingga Tewas di Sidoarjo, Kronologi Kecelakaan Terungkap

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:06 WIB

Konten Promosi Pakai Video Almarhum Vidi Aldiano, Emy Aghnia Tuai Kecaman dan Sampaikan Permintaan Maaf

Kamis, 26 Maret 2026 - 14:58 WIB

Friderica Widyasari Resmi Nahkodai OJK 2026-2031, Susunan Baru Dewan Komisioner Jadi Sorotan

Senin, 23 Maret 2026 - 08:37 WIB

Video Dugaan Oknum TNI Transaksi Narkoba di Berlan Jakarta Timur Viral saat Lebaran

Berita Terbaru