UB Siapkan Fasilitas Khusus untuk 16 Peserta Difabel di UTBK 2025

Selasa, 8 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UTBK UB. (Ist)

UTBK UB. (Ist)

MALANG, hukumindonesia.online/ – Sebanyak 16 peserta difabel akan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2025 di Universitas Brawijaya (UB). Ujian tersebut akan berlangsung di Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UB mulai (23/4/2025) hingga (3/5/2025).

Wakil Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik menyampaikan bahwa UB menjadi salah satu perguruan tinggi penyelenggara UTBK yang ramah bagi peserta difabel. “Kami siapkan satu ruang khusus di Laboratorium 1 FISIP. Jenis disabilitas peserta terdiri dari netra, daksa, dan rungu. Untuk peserta tunanetra dijadwalkan di sesi ketiga karena membutuhkan perangkat khusus. Sementara peserta disabilitas daksa dan rungu dibagi dalam beberapa sesi lain yang lebih fleksibel,” ujar Sekretaris Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik Arif Hidayat.

Ia juga menyebutkan, pelaksanaan UTBK ini melibatkan tim pengawas yang telah memiliki keahlian dalam mendampingi peserta difabel. Tim tersebut berasal dari Subdirektorat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif Universitas Brawijaya (SLDPI).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua SLDPI menambahkan, pendampingan dilakukan berdasarkan kebutuhan masing-masing peserta. “Untuk tunanetra, kami identifikasi apakah peserta memiliki low vision atau netra total. Jika low vision, maka tampilan komputer akan diatur dengan font besar dan latar gelap agar mudah dibaca. Sementara untuk netra total, kami pastikan materi bisa terbaca melalui screen reader,” jelas Ketua SLDPI Universitas Brawijaya Zubaidah Ningsih.

Pendampingan teknis juga diberikan kepada peserta dengan disabilitas daksa, seperti bantuan mobilitas atau posisi duduk saat mengerjakan ujian. Sedangkan peserta dengan disabilitas rungu biasanya lebih mandiri, namun tetap perlu bantuan dalam memahami instruksi atau aba-aba dari pengawas yang berbasis suara.

Zubaidah menegaskan, peran pendamping hanya sebatas membantu teknis pelaksanaan ujian tanpa memberi intervensi pada isi jawaban peserta. “Calon mahasiswa tetap menyelesaikan soal secara mandiri,” tegasnya.

Pelaksanaan UTBK ini menjadi bagian dari komitmen UB dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan setara bagi semua calon mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas.

Berita Terkait

Pakar Ingatkan, Ucapan PTN dengan Foto Tanpa Izin Pertaruhkan Integritas dan Berpotensi Digugat
Pesan Sosial Halal Bi Halal
Mahasiswa Vokasi UB Didorong Bermental Global, Alumni Ungkap Tantangan SDM Indonesia di Kancah Internasional
Rektor UIBU Dorong Tesis S2 Berbasis Metodologi Berdampak
Kampus Turun Tangan, PDKIK UB Tawarkan Solusi Hijau Limbah Penyamakan Kulit
Problematika Penggunaan Bahasa Gaul Pada Generasi Muda
Penguatan UMKM Pujon: Kolaborasi Vokasi UB yang Turun Langsung ke Akar Masalah
Gandeng LPBHNU dan LPPNU Kota Malang, Doktor MengabdI PERSADA DRPM UB dorong regulasi pro petani organik

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 12:27 WIB

Pakar Ingatkan, Ucapan PTN dengan Foto Tanpa Izin Pertaruhkan Integritas dan Berpotensi Digugat

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:56 WIB

Pesan Sosial Halal Bi Halal

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:27 WIB

Mahasiswa Vokasi UB Didorong Bermental Global, Alumni Ungkap Tantangan SDM Indonesia di Kancah Internasional

Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:02 WIB

Rektor UIBU Dorong Tesis S2 Berbasis Metodologi Berdampak

Senin, 15 Desember 2025 - 14:10 WIB

Kampus Turun Tangan, PDKIK UB Tawarkan Solusi Hijau Limbah Penyamakan Kulit

Rabu, 26 November 2025 - 17:25 WIB

Problematika Penggunaan Bahasa Gaul Pada Generasi Muda

Minggu, 26 Oktober 2025 - 14:17 WIB

Penguatan UMKM Pujon: Kolaborasi Vokasi UB yang Turun Langsung ke Akar Masalah

Kamis, 23 Oktober 2025 - 12:10 WIB

Gandeng LPBHNU dan LPPNU Kota Malang, Doktor MengabdI PERSADA DRPM UB dorong regulasi pro petani organik

Berita Terbaru