Efisiensi Anggaran di Era Prabowo, Pakar UB: Jangan Sampai Ganggu Pelayanan Publik

Kamis, 13 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahli Kebijakan Publik Andy Fefta Wijaya. (Lisdya Shelly/VOJ)

Ahli Kebijakan Publik Andy Fefta Wijaya. (Lisdya Shelly/VOJ)

VOJ – Pakar kebijakan publik dari Universitas Brawijaya (UB), Andy Fefta Wijaya, menyoroti kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pemangkasan anggaran ini dilakukan di hampir seluruh kementerian dan lembaga negara untuk mengalokasikan dana ke program prioritas, salah satunya Makan Bergizi Gratis (MBG).

Andy menegaskan bahwa efisiensi anggaran memang diperlukan, tetapi harus diterapkan dengan selektif. Menurutnya, pemangkasan yang dilakukan secara seragam bisa berdampak pada terganggunya pelayanan publik.

“Efisiensi itu perlu, tapi kalau semua kementerian dipukul rata harus memangkas 50% anggarannya, hasilnya tidak akan optimal,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dekan Fakultas Ilmu Administrasi UB ini menyoroti bahwa beberapa kementerian dan lembaga sebenarnya sudah efisien dalam penggunaan anggarannya. Namun, karena kebijakan ini diterapkan menyeluruh, mereka tetap harus melakukan pemangkasan, meskipun masih membutuhkan dana besar untuk menjalankan tugasnya.

“Saya khawatir jika pemotongan ini dilakukan tanpa mempertimbangkan kebutuhan spesifik setiap sektor, layanan penting seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur dasar bisa terdampak. Kalau ini terjadi, masyarakat yang akan merasakan dampaknya langsung,” tambahnya.

Selain berpotensi mengganggu pelayanan publik, pemangkasan anggaran juga dinilai bisa mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Andy mengingatkan bahwa belanja negara merupakan salah satu penggerak utama perekonomian Indonesia.

“Kalau belanja pemerintah terlalu dikurangi, pertumbuhan ekonomi bisa stagnan. Saat ini kita masih di kisaran 5%, sementara untuk mencapai target Indonesia Emas 2045, kita butuh pertumbuhan 8%,” tegasnya.

Meski pengalihan anggaran ke program MBG diharapkan membawa manfaat sosial, Andy menilai belum ada jaminan bahwa kebijakan ini akan berdampak langsung pada percepatan pertumbuhan ekonomi.

“Kalau ternyata pertumbuhan ekonomi tidak terdorong dengan kebijakan ini, maka harus ada evaluasi ulang. Efisiensi itu boleh, tapi cara penerapannya harus diperhitungkan dengan matang,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Presiden Prabowo telah menginstruksikan pemangkasan anggaran sebesar Rp306,69 triliun dalam APBN 2025 melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025. Beberapa pos yang mengalami pemangkasan mencakup perjalanan dinas hingga 50%, acara seremonial dan pertemuan pemerintahan yang dinilai tidak esensial, serta pengadaan barang dan jasa yang tidak mendesak.

Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan penggunaan anggaran lebih efektif dan dialihkan ke sektor yang lebih berdampak pada kesejahteraan rakyat, salah satunya melalui program MBG.

 

 

Berita Terkait

Dukungan Menguat, 22 PAC Siap Antar H. Ali Murtadlo Pimpin PKB Kabupaten Malang
Jelang Muscab PKB, Nama H. Ali Murtadlo Menguat sebagai Kandidat Ketua DPC Kabupaten Malang
DPRD Kabupaten Malang Siap Panggil BPJS Kesehatan, Aduan Klinik Soal Upeti Emas dan Cashback Kian Memanas
Kekurangan Siswa di Kabupaten Malang Picu Wacana Merger SDN, DPRD Soroti PIP, BOS, dan Kendala Regulasi
Golkar Kota Malang Panaskan Mesin Politik Usai Lebaran, Konsolidasi Total Dibidik untuk Menatap Pemilu 2029
Wacana Perppu Ekonomi Jadi Polemik, Kewenangan Satgas hingga Denda Damai Disorot
Safari Ramadan Golkar Kota Malang Jadi Ajang Konsolidasi, Ormas Didorong Solid Menuju 2029
Petuah Senior Jadi Arah Baru Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin Tekankan Konsolidasi dan Rekonsiliasi Internal

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 09:53 WIB

Dukungan Menguat, 22 PAC Siap Antar H. Ali Murtadlo Pimpin PKB Kabupaten Malang

Sabtu, 28 Maret 2026 - 16:53 WIB

Jelang Muscab PKB, Nama H. Ali Murtadlo Menguat sebagai Kandidat Ketua DPC Kabupaten Malang

Sabtu, 28 Maret 2026 - 14:57 WIB

DPRD Kabupaten Malang Siap Panggil BPJS Kesehatan, Aduan Klinik Soal Upeti Emas dan Cashback Kian Memanas

Rabu, 18 Maret 2026 - 06:29 WIB

Kekurangan Siswa di Kabupaten Malang Picu Wacana Merger SDN, DPRD Soroti PIP, BOS, dan Kendala Regulasi

Selasa, 17 Maret 2026 - 00:22 WIB

Golkar Kota Malang Panaskan Mesin Politik Usai Lebaran, Konsolidasi Total Dibidik untuk Menatap Pemilu 2029

Minggu, 15 Maret 2026 - 21:17 WIB

Wacana Perppu Ekonomi Jadi Polemik, Kewenangan Satgas hingga Denda Damai Disorot

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:01 WIB

Safari Ramadan Golkar Kota Malang Jadi Ajang Konsolidasi, Ormas Didorong Solid Menuju 2029

Senin, 9 Maret 2026 - 20:34 WIB

Petuah Senior Jadi Arah Baru Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin Tekankan Konsolidasi dan Rekonsiliasi Internal

Berita Terbaru