Manfaatkan Jabatan, Oknum ASN Dinas Pendidikan Diduga Lakukan Pungli dan KKN

Selasa, 21 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

VOJ – Praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi, kolusi, serta nepotisme (KKN) kembali mencuat, kali ini melibatkan oknum pejabat di Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. Oknum berinisial LS, yang menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar (SD), diduga memanfaatkan jabatannya untuk memeras kepala sekolah serta menggiring proyek pemerintah ke perusahaan milik menantunya.

Dugaan ini terungkap setelah sejumlah kepala sekolah menyampaikan keluhan kepada Asep Suriaman, S.Psi., Direktur Pusat Studi Demokrasi dan Kebijakan Publik (PusDek). Mereka mengaku diharuskan menyetor uang kepada LS setiap kali ia berkunjung ke sekolah. Jumlah setoran bervariasi, mulai dari Rp1 juta hingga Rp1,6 juta per kepala sekolah.

“Para kepala sekolah dipaksa menyetor uang tanpa alasan yang jelas. Kami sangat kecewa dengan perilaku seperti ini,” ungkap salah seorang kepala sekolah yang meminta namanya dirahasiakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain pungli, LS juga dituding meminta kepala sekolah menandatangani surat pernyataan yang menyatakan bahwa mereka tidak pernah mengalami pungutan atau pemerasan. Permintaan tersebut disampaikan melalui koordinator wilayah (korwil) dinas pendidikan di tiap kecamatan.

Kejanggalan tidak berhenti di situ. LS juga diduga menggiring pelaksanaan proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang seharusnya dikelola secara swakelola oleh sekolah. Sebaliknya, proyek-proyek ini dimonopoli oleh menantunya, Mifachul Choiron, pemilik CV Karya Utama Engineering yang berlokasi di Pakisaji, Malang.

Berdasarkan penelusuran PusDek, Choiron bahkan terlihat mendatangi sejumlah sekolah atas arahan LS. Padahal, dalam kunjungan Bupati Malang sebelumnya, telah disepakati bahwa sekolah yang mengalami kerusakan akan menerima alokasi dana Rp70 juta untuk perbaikan.

“Ini adalah bentuk nyata KKN yang tidak bisa dibiarkan. Kami mendesak aparat penegak hukum segera turun tangan untuk membersihkan Dinas Pendidikan dari praktik semacam ini,” tegas Asep.

PusDek mengaku telah melayangkan surat klarifikasi kepada LS terkait dugaan pungli dan KKN ini. Namun, hingga kini, surat tersebut belum mendapat respons.

“Kalau memang tidak bersalah, kenapa tidak menjawab surat klarifikasi kami? Sikap diam seperti ini hanya akan menambah kecurigaan publik,” ujar Asep.

Media juga berusaha menghubungi LS untuk mendapatkan tanggapan terkait tuduhan tersebut. Namun, hingga berita ini diturunkan, LS belum memberikan komentar apa pun.

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan pelanggaran di sektor pendidikan yang seharusnya menjadi benteng moral dan integritas bangsa. Publik berharap aparat penegak hukum segera mengambil langkah konkret untuk mengusut tuntas kasus ini dan memastikan pihak yang bersalah mendapatkan sanksi sesuai hukum.

Pengawasan ketat terhadap pelaksanaan proyek pendidikan serta pemberantasan KKN menjadi kunci penting untuk memastikan dunia pendidikan berjalan sesuai prinsip keadilan dan transparansi.

 

Berita Terkait

Pakar Ingatkan, Ucapan PTN dengan Foto Tanpa Izin Pertaruhkan Integritas dan Berpotensi Digugat
Pesan Sosial Halal Bi Halal
Mahasiswa Vokasi UB Didorong Bermental Global, Alumni Ungkap Tantangan SDM Indonesia di Kancah Internasional
Rektor UIBU Dorong Tesis S2 Berbasis Metodologi Berdampak
Kampus Turun Tangan, PDKIK UB Tawarkan Solusi Hijau Limbah Penyamakan Kulit
Problematika Penggunaan Bahasa Gaul Pada Generasi Muda
Penguatan UMKM Pujon: Kolaborasi Vokasi UB yang Turun Langsung ke Akar Masalah
Gandeng LPBHNU dan LPPNU Kota Malang, Doktor MengabdI PERSADA DRPM UB dorong regulasi pro petani organik

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 12:27 WIB

Pakar Ingatkan, Ucapan PTN dengan Foto Tanpa Izin Pertaruhkan Integritas dan Berpotensi Digugat

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:56 WIB

Pesan Sosial Halal Bi Halal

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:27 WIB

Mahasiswa Vokasi UB Didorong Bermental Global, Alumni Ungkap Tantangan SDM Indonesia di Kancah Internasional

Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:02 WIB

Rektor UIBU Dorong Tesis S2 Berbasis Metodologi Berdampak

Senin, 15 Desember 2025 - 14:10 WIB

Kampus Turun Tangan, PDKIK UB Tawarkan Solusi Hijau Limbah Penyamakan Kulit

Rabu, 26 November 2025 - 17:25 WIB

Problematika Penggunaan Bahasa Gaul Pada Generasi Muda

Minggu, 26 Oktober 2025 - 14:17 WIB

Penguatan UMKM Pujon: Kolaborasi Vokasi UB yang Turun Langsung ke Akar Masalah

Kamis, 23 Oktober 2025 - 12:10 WIB

Gandeng LPBHNU dan LPPNU Kota Malang, Doktor MengabdI PERSADA DRPM UB dorong regulasi pro petani organik

Berita Terbaru