Tujuh Fraksi DPRD Kota Malang Soroti Serapan Anggaran hingga Fasilitas Porprov dalam Rapat Paripurna Pertanggungjawaban APBD 2024

Senin, 23 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MALANG, hukumindonesia.online/ – DPRD Kota Malang menggelar rapat paripurna untuk mendengarkan pandangan umum fraksi-fraksi terhadap penjelasan Wali Kota Malang mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024. Rapat yang berlangsung di Ruang Paripurna DPRD Kota Malang pada Senin (23/6/2025) itu memunculkan berbagai catatan penting dari tujuh fraksi yang hadir.

Dalam rapat tersebut, sejumlah fraksi memberikan sorotan tajam, mulai dari rendahnya serapan anggaran, belum tercapainya target pendapatan daerah, hingga kesiapan infrastruktur Kota Malang sebagai salah satu tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur. Selain itu, isu pelayanan publik, pengelolaan aset daerah, hingga upaya percepatan digitalisasi pemerintahan juga ramai disuarakan.

Fraksi PDI Perjuangan, misalnya, menilai ada beberapa pos anggaran yang penyerapan realisasinya masih di bawah 80 persen, yang dikhawatirkan akan berdampak pada lambatnya pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik. Mereka juga menuntut adanya transparansi dalam program-program strategis agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Fraksi PKB mengkritisi belum optimalnya digitalisasi sistem pemerintahan, yang menurut mereka berdampak pada keterlambatan pengumpulan data yang akurat sebagai dasar kebijakan daerah. Fraksi ini meminta Pemkot Malang lebih serius melakukan transformasi digital di seluruh sektor layanan publik.

Fraksi Gerindra juga tak mau ketinggalan menyuarakan kekhawatiran terhadap kesiapan fasilitas Porprov IX. Mereka menilai beberapa sarana olahraga di Kota Malang masih belum memadai, padahal kehadiran Porprov adalah momentum strategis untuk meningkatkan citra daerah sekaligus mendongkrak perekonomian lokal.

Fraksi Golkar menyoroti soal pendapatan daerah yang belum mencapai target. Mereka mendesak Pemkot Malang mencari terobosan baru untuk menggali potensi pendapatan, terutama dari sektor pajak daerah, agar tidak selalu bergantung pada dana transfer pusat.

Fraksi NasDem lebih fokus pada pengelolaan aset daerah yang dinilai masih banyak bermasalah. Mereka meminta Pemkot Malang segera menyelesaikan pendataan aset agar tidak menimbulkan potensi kerugian daerah di kemudian hari.

Fraksi PAN menggarisbawahi pentingnya pemerataan pembangunan. Mereka menilai pembangunan masih terlalu terkonsentrasi di pusat kota, sementara kawasan pinggiran relatif tertinggal dari segi infrastruktur dan layanan publik.

Adapun Fraksi Demokrat menekankan perlunya evaluasi atas program-program sosial yang dinilai belum tepat sasaran, terutama di bidang penanganan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat.

Menanggapi berbagai catatan dan pertanyaan fraksi, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyatakan bahwa belum tercapainya sejumlah target pendapatan adalah hal yang wajar dalam dinamika pelaksanaan program di lapangan. Ia menegaskan akan menyampaikan penjelasan lebih mendetail pada paripurna mendatang.

“Memang ada beberapa target yang belum 100 persen tercapai, tetapi di sisi lain, ada sektor yang justru melebihi target. Salah satu kendala adalah adanya perubahan regulasi dari pusat yang berpengaruh pada potensi pendapatan daerah,” terang Wahyu.

Wahyu menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan perangkat daerah serta DPRD Kota Malang untuk memastikan laporan pertanggungjawaban APBD 2024 dapat diterima dan disahkan sesuai jadwal.

“Kami ingin proses ini berjalan transparan. Semua masukan akan kami tampung agar pelaksanaan anggaran ke depan semakin baik dan berdampak positif bagi warga Kota Malang,” pungkasnya.

Berita Terkait

Usai Angkat Kasus Air Keras Andri Yunus, Ketum Badko HMI Sumut Sebut Alami Teror dan Intimidasi
Sopir Xenia Positif Sabu Tabrak 2 Pedagang Sayur hingga Tewas di Sidoarjo, Kronologi Kecelakaan Terungkap
DPRD Kabupaten Malang Siap Panggil BPJS Kesehatan, Aduan Klinik Soal Upeti Emas dan Cashback Kian Memanas
Gus Ipul Sowan ke Kiai Tapal Kuda Saat Lebaran, Bawa Salam Prabowo dan Doa untuk Program Rakyat
Kekurangan Siswa di Kabupaten Malang Picu Wacana Merger SDN, DPRD Soroti PIP, BOS, dan Kendala Regulasi
Beringin FC Bersama AMPG Jawa Timur Berbagi Kebahagiaan Ramadan dengan Anak Yatim di Surabaya
Gerakan Jombang Berinfaq Resmi Diluncurkan, Bupati Warsubi Santuni 1.000 Anak Yatim di Masjid Agung
Bapak Inovasi Digital Warsubi Antar Jombang Masuk 16 Besar Nasional Pengelolaan Sampah 2026

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:12 WIB

Usai Angkat Kasus Air Keras Andri Yunus, Ketum Badko HMI Sumut Sebut Alami Teror dan Intimidasi

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:01 WIB

Sopir Xenia Positif Sabu Tabrak 2 Pedagang Sayur hingga Tewas di Sidoarjo, Kronologi Kecelakaan Terungkap

Sabtu, 28 Maret 2026 - 14:57 WIB

DPRD Kabupaten Malang Siap Panggil BPJS Kesehatan, Aduan Klinik Soal Upeti Emas dan Cashback Kian Memanas

Selasa, 24 Maret 2026 - 15:25 WIB

Gus Ipul Sowan ke Kiai Tapal Kuda Saat Lebaran, Bawa Salam Prabowo dan Doa untuk Program Rakyat

Rabu, 18 Maret 2026 - 06:29 WIB

Kekurangan Siswa di Kabupaten Malang Picu Wacana Merger SDN, DPRD Soroti PIP, BOS, dan Kendala Regulasi

Minggu, 8 Maret 2026 - 22:59 WIB

Beringin FC Bersama AMPG Jawa Timur Berbagi Kebahagiaan Ramadan dengan Anak Yatim di Surabaya

Rabu, 4 Maret 2026 - 21:47 WIB

Gerakan Jombang Berinfaq Resmi Diluncurkan, Bupati Warsubi Santuni 1.000 Anak Yatim di Masjid Agung

Jumat, 27 Februari 2026 - 20:36 WIB

Bapak Inovasi Digital Warsubi Antar Jombang Masuk 16 Besar Nasional Pengelolaan Sampah 2026

Berita Terbaru