Pertumbuhan Ekonomi Masih Tangguh di Tengah Guncangan Global, BI Soroti Konsumsi dan Investasi

Kamis, 24 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, hukumindonesia.online/ – Di tengah tekanan ketidakpastian global yang terus meningkat, perekonomian Indonesia justru tetap menunjukkan ketahanan. Sepanjang triwulan pertama tahun 2025, konsumsi rumah tangga terus tumbuh, menjadi motor penggerak utama pertumbuhan nasional.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa stabilitas pendapatan masyarakat serta optimisme pelaku ekonomi telah mendorong daya beli tetap kuat. “Pemberian THR, belanja sosial pemerintah, hingga insentif lainnya selama momen Idulfitri juga turut mengerek konsumsi masyarakat,” ungkap Ramdan pada Rabu (23/4/2025).

Tak hanya dari sisi konsumsi, geliat investasi juga ikut mendukung pertumbuhan. Ramdan mencatat bahwa investasi nonbangunan, seperti pengadaan alat berat dan barang modal lainnya, terus meningkat. Hal ini sejalan dengan naiknya volume impor barang modal yang menunjukkan sektor usaha masih bergairah dalam menyiapkan kapasitas produksinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sektor ekspor pun tidak tertinggal. Pada kuartal awal 2025, ekspor nonmigas mencatat pertumbuhan positif, khususnya dari produk-produk manufaktur seperti mesin dan logam, yang banyak dikirim ke negara-negara kawasan ASEAN.

“Secara wilayah, pertumbuhan ekonomi tetap solid, terutama di Kalimantan dan Jawa,” tambah Ramdan, menandakan bahwa geliat ekonomi tidak hanya terpusat di satu kawasan saja.

Meski begitu, tantangan ke depan tak bisa diabaikan. Ketegangan dagang global, terutama kebijakan tarif resiprokal dari Amerika Serikat dan aksi balasan dari Tiongkok, menjadi bayang-bayang yang bisa memperlambat laju ekspor nasional. Bank Indonesia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi tahun ini akan berada sedikit di bawah titik tengah dari kisaran proyeksi 4,7–5,5 persen.

“Dampaknya akan datang bukan hanya dari turunnya ekspor langsung ke AS, tapi juga dari penurunan permintaan dari negara mitra dagang lain, seperti Tiongkok,” ujar Ramdan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan, mulai dari moneter, makroprudensial, hingga percepatan digitalisasi sistem pembayaran. Sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah juga diperkuat, termasuk dalam mendukung program-program prioritas nasional dalam Asta Cita.

Langkah strategis ini diambil agar roda perekonomian domestik tetap berputar, sekaligus menjaga stabilitas keuangan nasional dalam menghadapi gelombang tantangan global yang tak menentu.

Berita Terkait

Kombes Pol. R. Bagoes Wibisono Resmi Jabat Dirressiber Polda Metro Jaya, Jejaknya dari Madiun, Malang hingga Siber Jatim
Akhir Damai Polemik Wendit, Vendor Pastikan Pembayaran Telah Diselesaikan
Sopir Xenia Positif Sabu Tabrak 2 Pedagang Sayur hingga Tewas di Sidoarjo, Kronologi Kecelakaan Terungkap
WFH ASN Dinilai Bukan Sekadar Efisiensi, Akademisi Soroti Isyarat Tekanan Ekonomi
Bahlil Buka Peluang Impor Minyak dari Brunei, Kerja Sama Listrik EBT Ikut Dijajaki
Konten Promosi Pakai Video Almarhum Vidi Aldiano, Emy Aghnia Tuai Kecaman dan Sampaikan Permintaan Maaf
Friderica Widyasari Resmi Nahkodai OJK 2026-2031, Susunan Baru Dewan Komisioner Jadi Sorotan
Video Dugaan Oknum TNI Transaksi Narkoba di Berlan Jakarta Timur Viral saat Lebaran

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 22:49 WIB

Kombes Pol. R. Bagoes Wibisono Resmi Jabat Dirressiber Polda Metro Jaya, Jejaknya dari Madiun, Malang hingga Siber Jatim

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:01 WIB

Sopir Xenia Positif Sabu Tabrak 2 Pedagang Sayur hingga Tewas di Sidoarjo, Kronologi Kecelakaan Terungkap

Jumat, 27 Maret 2026 - 09:36 WIB

WFH ASN Dinilai Bukan Sekadar Efisiensi, Akademisi Soroti Isyarat Tekanan Ekonomi

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:09 WIB

Bahlil Buka Peluang Impor Minyak dari Brunei, Kerja Sama Listrik EBT Ikut Dijajaki

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:06 WIB

Konten Promosi Pakai Video Almarhum Vidi Aldiano, Emy Aghnia Tuai Kecaman dan Sampaikan Permintaan Maaf

Kamis, 26 Maret 2026 - 14:58 WIB

Friderica Widyasari Resmi Nahkodai OJK 2026-2031, Susunan Baru Dewan Komisioner Jadi Sorotan

Senin, 23 Maret 2026 - 08:37 WIB

Video Dugaan Oknum TNI Transaksi Narkoba di Berlan Jakarta Timur Viral saat Lebaran

Minggu, 15 Maret 2026 - 04:36 WIB

Awas Penipuan Website Palsu Sovereign Bali Hotel Jelang Libur Lebaran

Berita Terbaru