Ancaman Pemotongan Anggaran Pendidikan, Efisiensi atau Risiko bagi Kualitas SDM?

Senin, 24 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anak sekolah. (ANTARA)

Anak sekolah. (ANTARA)

VOJ – Rencana pemangkasan anggaran pendidikan kembali mencuat dan memicu keresahan di berbagai kalangan. Pemerintah berdalih langkah ini diperlukan demi efisiensi fiskal, tetapi kebijakan tersebut dikhawatirkan justru mengancam kualitas pendidikan nasional.

Pakar sosiologi pendidikan Universitas Airlangga (UNAIR), Tuti Budirahayu, menilai kebijakan ini perlu dikaji lebih dalam. Menurutnya, pengurangan anggaran tak boleh mengorbankan aspek penting seperti infrastruktur sekolah dan pengembangan tenaga pengajar.

“Kalau pemeliharaan atau peningkatan sarana belajar dipotong, itu sangat berbahaya. Fasilitas sekolah yang rusak, laboratorium tidak memadai, serta keterbatasan akses belajar akan berdampak pada penurunan kualitas pendidikan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, pemotongan dana juga berisiko menghambat program pengembangan guru. Padahal, peningkatan kompetensi pendidik adalah keharusan. “Jika ada efisiensi, jangan sampai program utama yang mendukung peningkatan kualitas guru justru dikorbankan,” tambahnya.

Dampak lain dari kebijakan ini adalah penurunan moral tenaga pendidik serta motivasi belajar siswa. Program beasiswa dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang selama ini membantu siswa kurang mampu pun terancam ketidakpastian.

“Masyarakat dan mahasiswa gelisah karena informasi simpang siur. Pemerintah harus segera memberi kepastian agar tidak menimbulkan keresahan lebih dalam,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan, komunikasi yang buruk dalam kebijakan ini dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah. “Jika pendidikan hanya dianggap program pendukung, bukan prioritas, trust issue akan semakin dalam. Padahal, negara maju selalu menjadikan pendidikan sebagai pilar utama,” katanya.

Di sisi lain, Tuti menilai efisiensi anggaran bisa menjadi momentum untuk menertibkan penggunaan dana pendidikan yang selama ini dinilai kurang transparan.

“Banyak anggaran dihamburkan tanpa tujuan jelas. Jika efisiensi dilakukan dengan kontrol ketat dan transparan, justru bisa meningkatkan akuntabilitas,” ujarnya.

Namun, ia menegaskan, efisiensi tak boleh menyentuh aspek strategis yang menentukan kualitas pendidikan. “Program literasi, penguatan kapasitas guru, kesejahteraan tenaga pendidik, semua harus tetap jadi prioritas. Jika efisiensi dilakukan sembrono, dampaknya panjang terhadap kualitas SDM Indonesia,” tegasnya.

Ia menyarankan agar penghematan anggaran dilakukan berbasis data dan audit menyeluruh. “Harus dipastikan, sektor yang dipangkas memang bukan yang esensial. Kalau menyangkut mutu pendidikan, sebaiknya jangan dipotong. Justru harus diperkuat,” katanya.

Menurutnya, pendidikan bukan sekadar fasilitas, tetapi membangun generasi yang cerdas, kritis, dan siap menghadapi tantangan global. Karena itu, setiap kebijakan harus mempertimbangkan dampak jangka panjangnya terhadap sistem pendidikan nasional.

Berita Terkait

Pakar Ingatkan, Ucapan PTN dengan Foto Tanpa Izin Pertaruhkan Integritas dan Berpotensi Digugat
Pesan Sosial Halal Bi Halal
Mahasiswa Vokasi UB Didorong Bermental Global, Alumni Ungkap Tantangan SDM Indonesia di Kancah Internasional
Rektor UIBU Dorong Tesis S2 Berbasis Metodologi Berdampak
Kampus Turun Tangan, PDKIK UB Tawarkan Solusi Hijau Limbah Penyamakan Kulit
Problematika Penggunaan Bahasa Gaul Pada Generasi Muda
Penguatan UMKM Pujon: Kolaborasi Vokasi UB yang Turun Langsung ke Akar Masalah
Gandeng LPBHNU dan LPPNU Kota Malang, Doktor MengabdI PERSADA DRPM UB dorong regulasi pro petani organik

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 12:27 WIB

Pakar Ingatkan, Ucapan PTN dengan Foto Tanpa Izin Pertaruhkan Integritas dan Berpotensi Digugat

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:56 WIB

Pesan Sosial Halal Bi Halal

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:27 WIB

Mahasiswa Vokasi UB Didorong Bermental Global, Alumni Ungkap Tantangan SDM Indonesia di Kancah Internasional

Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:02 WIB

Rektor UIBU Dorong Tesis S2 Berbasis Metodologi Berdampak

Senin, 15 Desember 2025 - 14:10 WIB

Kampus Turun Tangan, PDKIK UB Tawarkan Solusi Hijau Limbah Penyamakan Kulit

Rabu, 26 November 2025 - 17:25 WIB

Problematika Penggunaan Bahasa Gaul Pada Generasi Muda

Minggu, 26 Oktober 2025 - 14:17 WIB

Penguatan UMKM Pujon: Kolaborasi Vokasi UB yang Turun Langsung ke Akar Masalah

Kamis, 23 Oktober 2025 - 12:10 WIB

Gandeng LPBHNU dan LPPNU Kota Malang, Doktor MengabdI PERSADA DRPM UB dorong regulasi pro petani organik

Berita Terbaru