Pembangunan Bendungan Keureuto Karya Brantas Abipraya Diproyeksikan Reduksi Banjir 30%

Senin, 9 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – 9 Desember 2024 – PT Brantas Abipraya (Persero), salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkemuka dalam bidang konstruksi, mengerjakan pembangunan Bendungan Keureuto dengan mengimplementasikan teknologi konstruksi modern yang inovatif dan berkelanjutan yang terletak di Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, Aceh. Dengan rancangan bendungan yang cermat, didukung oleh studi hidrologi yang mendalam, memungkinkan struktur ini untuk menahan debit banjir yang ekstrem, menjaga keseimbangan ekosistem sekitar, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Lewat pembangunan Bendungan Keureuto, Brantas Abipraya ingin menunjukkan upayanya dalam menjunjung tinggi prinsip keberlanjutan. Kami memilih material ramah lingkungan dan berkomitmen senantiasa memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Lebih dari itu, kami juga melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahap pembangunan, sehingga proyek ini tidak hanya menjadi infrastruktur fisik, tetapi juga dapat memberikan banyak manfaat untuk masyarakat sekitar,” ujar Muhammad Toha Fauzi,  Direktur Operasi I Brantas Abipraya.

Bendungan Keureuto yang dibangun oleh Brantas Abipraya ini berfungsi sebagai ‘penahan banjir’ yang besar di Sungai Krueng Keureuto dan enam anak sungainya. Dengan kapasitas tampung 215 juta/m3, bendungan ini dapat mereduksi banjir di Aceh Utara sebesar 30,5 juta meter kubik per detik dan mengairi lahan pertanian seluas 9.420 hektar. Tak hanya itu, proyek ini juga menyediakan air baku sebesar 0,05 meter kubik per detik sehingga berpotensi untuk membangkitkan listrik melalui PLTA yang berkapasitas 6,34 MW.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu keunggulan dari bendungan ini adalah adanya tampungan khusus banjir yang mampu mengurangi risiko banjir hingga periode ulang 50 tahun. Selain itu, bendungan ini juga dilengkapi dengan sistem pemantauan yang canggih untuk memastikan keamanan dan operasional yang optimal.

Keberhasilan pembangunan Bendungan Keureuto tidak terlepas dari kolaborasi yang erat antara Brantas Abipraya, Pemerintah Daerah, dan masyarakat Aceh Utara. Mulai dari tahap sosialisasi awal, pembentukan kelompok kerja masyarakat, hingga pelaksanaan pembangunan, masyarakat selalu dilibatkan secara aktif. Hal ini terlihat dari partisipasi mereka dalam musyawarah desa, penyampaian masukan terhadap desain bendungan, serta penyediaan tenaga kerja lokal. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung, proyek ini tidak hanya menjadi proyek pemerintah, tetapi juga menjadi proyek milik masyarakat.

Bendungan ini diharapkan dapat menarik investasi dan meningkatkan perekonomian lokal, menciptakan lapangan kerja baru, serta mendorong pengembangan sektor pariwisata. Dengan semua manfaat tersebut, masyarakat dan pemerintah setempat berharap bahwa Bendungan Keureuto akan menjadi salah satu landmark penting dalam pembangunan wilayah Aceh Utara.

“Bendungan Keureuto bukan hanya sebuah infrastruktur, tetapi juga simbol komitmen kami dalam pembangunan berkelanjutan. Kami berharap Bendungan Keureuto ini dapat menjadi contoh bagi proyek-proyek infrastruktur lainnya di Indonesia, yang mengutamakan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan.”, tutup Muhammad Toha Fauzi,  Direktur Operasi I PT Brantas Abipraya (Persero).

Berita Terkait

Kombes Pol. R. Bagoes Wibisono Resmi Jabat Dirressiber Polda Metro Jaya, Jejaknya dari Madiun, Malang hingga Siber Jatim
Akhir Damai Polemik Wendit, Vendor Pastikan Pembayaran Telah Diselesaikan
Sopir Xenia Positif Sabu Tabrak 2 Pedagang Sayur hingga Tewas di Sidoarjo, Kronologi Kecelakaan Terungkap
Konten Promosi Pakai Video Almarhum Vidi Aldiano, Emy Aghnia Tuai Kecaman dan Sampaikan Permintaan Maaf
Friderica Widyasari Resmi Nahkodai OJK 2026-2031, Susunan Baru Dewan Komisioner Jadi Sorotan
Video Dugaan Oknum TNI Transaksi Narkoba di Berlan Jakarta Timur Viral saat Lebaran
Awas Penipuan Website Palsu Sovereign Bali Hotel Jelang Libur Lebaran
DPR Nilai Aturan Kolonial Tak Relevan, RUU Hukum Perdata Internasional Jadi Kebutuhan Mendesak

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 22:49 WIB

Kombes Pol. R. Bagoes Wibisono Resmi Jabat Dirressiber Polda Metro Jaya, Jejaknya dari Madiun, Malang hingga Siber Jatim

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:01 WIB

Sopir Xenia Positif Sabu Tabrak 2 Pedagang Sayur hingga Tewas di Sidoarjo, Kronologi Kecelakaan Terungkap

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:06 WIB

Konten Promosi Pakai Video Almarhum Vidi Aldiano, Emy Aghnia Tuai Kecaman dan Sampaikan Permintaan Maaf

Kamis, 26 Maret 2026 - 14:58 WIB

Friderica Widyasari Resmi Nahkodai OJK 2026-2031, Susunan Baru Dewan Komisioner Jadi Sorotan

Senin, 23 Maret 2026 - 08:37 WIB

Video Dugaan Oknum TNI Transaksi Narkoba di Berlan Jakarta Timur Viral saat Lebaran

Minggu, 15 Maret 2026 - 04:36 WIB

Awas Penipuan Website Palsu Sovereign Bali Hotel Jelang Libur Lebaran

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:04 WIB

DPR Nilai Aturan Kolonial Tak Relevan, RUU Hukum Perdata Internasional Jadi Kebutuhan Mendesak

Minggu, 1 Februari 2026 - 18:28 WIB

Segel Kantor Dibuka, Golkar Kota Malang Mulai Babak Baru Usai Terbitnya SK Kepengurusan 2025–2030

Berita Terbaru