Perjalanan Chef Nugroho Susanto Dari Pencuci Piring Hingga Pimpin Dapur MBG Ribuan Siswa Surabaya

Selasa, 3 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, VOICEOFJATIM– Nugroho Susanto, Kepala Chef Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Babat Jerawat Pakal, memimpin dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melayani 2.933 penerima manfaat di Surabaya. Chef yang akrab disapa Pak Hok ini menapaki perjalanan panjang selama 35 tahun di dunia kuliner, dari pekerjaan paling dasar hingga dipercaya mengelola dapur layanan gizi anak sekolah.

Kisah tersebut disampaikan Nugroho saat ditemui di dapur SPPG Babat Jerawat Pakal, Surabaya, Selasa (3/2/2026). Ia menjelaskan bahwa pengalaman panjang di industri makanan menjadi fondasi utama dalam penerapan standar ketat pengolahan menu MBG.

Program MBG merupakan kebijakan nasional di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional, yang dijalankan melalui SPPG sebagai unit layanan pemenuhan gizi bagi peserta didik.
Nugroho Susanto lahir di Tuban pada September 1971 dan memulai karier kulinernya sejak masa kuliah. Ia menapaki profesi dari pencuci piring, penyiap bahan, hingga juru masak, sebelum akhirnya memahami dapur secara menyeluruh, mulai dari manajemen bahan baku, pengendalian kualitas, hingga kerja tim dalam skala besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejak 2007, Nugroho bergabung dengan Jenggolo Restaurant Manyar Surabaya sebagai manajer, menangani operasional dapur dan menu premium. Pengalamannya kemudian meluas ke berbagai restoran tematik, kafe, hingga hotel berbintang di Surabaya, yang menuntut konsistensi rasa, efisiensi produksi, serta standar kebersihan tinggi.

Pengalaman profesional tersebut kini diterapkan di dapur SPPG Babat Jerawat Pakal. Nugroho memastikan setiap bahan pangan diperiksa secara ketat, mulai dari warna, tekstur, kuantitas, hingga sistem penyimpanan cold storage dengan prinsip first in first out (FIFO).

“Kita hitung muat penyimpanan, pastikan kualitas prima. Menu baru? Saya cicipi dulu untuk keseimbangan rasa, warna, nutrisi, lalu dites oleh ahli gizi dan tim pengolahan hingga sesuai standar,” ujarnya.

Di SPPG, Nugroho juga berperan sebagai pemeriksa rasa untuk dapur-dapur di bawah Yayasan Eduria Kreasi Bangsa. Ia bekerja bersama tim inti yang terdiri dari Kepala SPPG Ayundha Atbelmay Ade Kutari sebagai koordinator operasional, Ahli Gizi Ryka Novitasari yang mengawal standar nutrisi, serta Asisten Lapangan Rizky Aziz yang menangani logistik dan distribusi ke sekolah penerima manfaat.

Menu MBG disusun mengikuti pedoman gizi nasional dengan komposisi seimbang, mencakup karbohidrat, protein hewani dan nabati, serta sayur dan buah. Variasi menu disesuaikan dengan selera anak sekolah agar mudah diterima, tanpa mengabaikan target kebutuhan energi harian.

Secara nasional, pelaksanaan SPPG juga didukung ribuan chef profesional yang dilibatkan pemerintah bersama Indonesian Chef Association untuk melatih juru masak SPPG agar memenuhi standar higienitas dan keamanan pangan.

Bagi Nugroho, memimpin dapur SPPG bukan sekadar soal skala produksi, melainkan tanggung jawab sosial. “Sejak kuliah sudah terjun di dapur, sekarang tugasnya memastikan anak-anak Surabaya mendapat makanan bergizi yang aman dan layak,” ujarnya. Ia berharap dapur SPPG Babat Jerawat Pakal dapat menjadi contoh pengelolaan layanan gizi sekolah yang profesional dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Usai Angkat Kasus Air Keras Andri Yunus, Ketum Badko HMI Sumut Sebut Alami Teror dan Intimidasi
Sopir Xenia Positif Sabu Tabrak 2 Pedagang Sayur hingga Tewas di Sidoarjo, Kronologi Kecelakaan Terungkap
DPRD Kabupaten Malang Siap Panggil BPJS Kesehatan, Aduan Klinik Soal Upeti Emas dan Cashback Kian Memanas
Gus Ipul Sowan ke Kiai Tapal Kuda Saat Lebaran, Bawa Salam Prabowo dan Doa untuk Program Rakyat
Kekurangan Siswa di Kabupaten Malang Picu Wacana Merger SDN, DPRD Soroti PIP, BOS, dan Kendala Regulasi
Beringin FC Bersama AMPG Jawa Timur Berbagi Kebahagiaan Ramadan dengan Anak Yatim di Surabaya
Gerakan Jombang Berinfaq Resmi Diluncurkan, Bupati Warsubi Santuni 1.000 Anak Yatim di Masjid Agung
Bapak Inovasi Digital Warsubi Antar Jombang Masuk 16 Besar Nasional Pengelolaan Sampah 2026

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:12 WIB

Usai Angkat Kasus Air Keras Andri Yunus, Ketum Badko HMI Sumut Sebut Alami Teror dan Intimidasi

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:01 WIB

Sopir Xenia Positif Sabu Tabrak 2 Pedagang Sayur hingga Tewas di Sidoarjo, Kronologi Kecelakaan Terungkap

Sabtu, 28 Maret 2026 - 14:57 WIB

DPRD Kabupaten Malang Siap Panggil BPJS Kesehatan, Aduan Klinik Soal Upeti Emas dan Cashback Kian Memanas

Selasa, 24 Maret 2026 - 15:25 WIB

Gus Ipul Sowan ke Kiai Tapal Kuda Saat Lebaran, Bawa Salam Prabowo dan Doa untuk Program Rakyat

Rabu, 18 Maret 2026 - 06:29 WIB

Kekurangan Siswa di Kabupaten Malang Picu Wacana Merger SDN, DPRD Soroti PIP, BOS, dan Kendala Regulasi

Minggu, 8 Maret 2026 - 22:59 WIB

Beringin FC Bersama AMPG Jawa Timur Berbagi Kebahagiaan Ramadan dengan Anak Yatim di Surabaya

Rabu, 4 Maret 2026 - 21:47 WIB

Gerakan Jombang Berinfaq Resmi Diluncurkan, Bupati Warsubi Santuni 1.000 Anak Yatim di Masjid Agung

Jumat, 27 Februari 2026 - 20:36 WIB

Bapak Inovasi Digital Warsubi Antar Jombang Masuk 16 Besar Nasional Pengelolaan Sampah 2026

Berita Terbaru