UB Jamu Ratusan Pendidik dari Puluhan Negara dalam Evaluasi SEA-TEACHER ke-10

Selasa, 5 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA MALANG, hukumindonesia.online/ — Universitas Brawijaya (UB) kembali unjuk kiprah di level internasional dengan menjadi tuan rumah gelaran ke-10 SEA-TEACHER Evaluation, yang digelar selama dua hari pada 5 hingga 6 Agustus 2025. Acara ini menjadi forum penting yang mempertemukan ratusan pendidik dari berbagai belahan dunia untuk meninjau keberlangsungan program pertukaran mahasiswa calon guru se-Asia Tenggara.

Rektor Universitas Brawijaya, Widodo, mengungkapkan bahwa SEA-TEACHER merupakan bagian dari jejaring pendidikan Asia Tenggara di bawah SEAMEO (Southeast Asian Ministers of Education Organization). Meski awalnya hanya untuk negara ASEAN, kini kolaborasinya sudah meluas ke negara mitra seperti Kanada, Jepang, Jerman, dan Prancis.

“Alhamdulillah UB dipercaya menjadi tuan rumah. Ini jadi kebanggaan tersendiri karena pelaksanaannya berpindah-pindah antarnegara setiap tahunnya,” ujar Rektor UB, Widodo, saat ditemui di sela acara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertemuan ini difokuskan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pertukaran mahasiswa pendidikan yang telah berjalan selama satu tahun terakhir. Menurut keterangan Wakil Ketua Pelaksana, Ive Emaliana, agenda utama pertemuan adalah mereview dampak program dan membangun kemitraan baru antara kampus dan sekolah dari negara yang berpartisipasi.

“Program ini ditujukan untuk mahasiswa pendidikan di fase akhir studi agar mereka bisa menjalani praktik mengajar di luar negeri. Kami juga menerima mahasiswa asing untuk praktik di sekolah mitra UB,” jelas Ive.

Total sekitar 300 peserta terlibat dalam acara ini, dengan 120 orang hadir secara langsung di Kota Malang dan sisanya mengikuti secara daring. Dari peserta luring, sebanyak 55 di antaranya berasal dari luar negeri seperti Jepang, Thailand, Filipina, Malaysia, Vietnam, dan Kanada. Secara keseluruhan, peserta datang dari sekitar 45 negara.

“Peserta yang datang langsung memang mayoritas dari Asia Tenggara, tapi ada juga dari negara mitra seperti Jepang dan Kanada,” terang Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Imam Santoso.

Selain sesi evaluasi, acara ini juga dirancang sebagai ajang membangun jejaring pendidikan baru dan memperluas ruang kolaborasi antarperguruan tinggi lintas negara. UB sendiri berhasil menjadi tuan rumah setelah melalui seleksi yang ketat di internal SEAMEO.

“Hanya ada tiga kampus yang mengajukan diri tahun ini, dan UB akhirnya dipilih setelah melalui voting internal,” ungkap Ive.

Untuk memperkenalkan budaya lokal, panitia juga menyiapkan sesi "cultural immersion" di mana para peserta diajak menjelajah Kota Malang secara gratis. Tujuannya adalah mempererat hubungan antarnegara melalui pendekatan budaya.

Forum ini tak sekadar mengevaluasi program pertukaran guru, tapi juga jadi pijakan penting dalam menyatukan visi pendidikan kawasan ASEAN, mulai dari penguatan karakter, budaya, hingga integrasi sains dan teknologi dalam pembelajaran.

UB berharap keterlibatannya dalam forum ini bisa memperkuat peran sebagai kampus rujukan global dan terus berkontribusi aktif dalam memajukan sistem pendidikan internasional.

Berita Terkait

Pakar Ingatkan, Ucapan PTN dengan Foto Tanpa Izin Pertaruhkan Integritas dan Berpotensi Digugat
Pesan Sosial Halal Bi Halal
Mahasiswa Vokasi UB Didorong Bermental Global, Alumni Ungkap Tantangan SDM Indonesia di Kancah Internasional
Rektor UIBU Dorong Tesis S2 Berbasis Metodologi Berdampak
Kampus Turun Tangan, PDKIK UB Tawarkan Solusi Hijau Limbah Penyamakan Kulit
Problematika Penggunaan Bahasa Gaul Pada Generasi Muda
Penguatan UMKM Pujon: Kolaborasi Vokasi UB yang Turun Langsung ke Akar Masalah
Gandeng LPBHNU dan LPPNU Kota Malang, Doktor MengabdI PERSADA DRPM UB dorong regulasi pro petani organik

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 12:27 WIB

Pakar Ingatkan, Ucapan PTN dengan Foto Tanpa Izin Pertaruhkan Integritas dan Berpotensi Digugat

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:56 WIB

Pesan Sosial Halal Bi Halal

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:27 WIB

Mahasiswa Vokasi UB Didorong Bermental Global, Alumni Ungkap Tantangan SDM Indonesia di Kancah Internasional

Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:02 WIB

Rektor UIBU Dorong Tesis S2 Berbasis Metodologi Berdampak

Senin, 15 Desember 2025 - 14:10 WIB

Kampus Turun Tangan, PDKIK UB Tawarkan Solusi Hijau Limbah Penyamakan Kulit

Rabu, 26 November 2025 - 17:25 WIB

Problematika Penggunaan Bahasa Gaul Pada Generasi Muda

Minggu, 26 Oktober 2025 - 14:17 WIB

Penguatan UMKM Pujon: Kolaborasi Vokasi UB yang Turun Langsung ke Akar Masalah

Kamis, 23 Oktober 2025 - 12:10 WIB

Gandeng LPBHNU dan LPPNU Kota Malang, Doktor MengabdI PERSADA DRPM UB dorong regulasi pro petani organik

Berita Terbaru