DPRD Kota Malang Soroti Pernikahan Dini sebagai Penyebab Anak Putus Sekolah

Kamis, 27 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita. (Shelly/VOJ)

Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita. (Shelly/VOJ)

VOJ – Masalah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kota Malang masih menjadi perhatian serius, terutama karena pernikahan dini yang kerap dianggap solusi oleh sebagian orang tua. Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita menegaskan, fenomena ini harus segera ditangani dengan pendekatan yang lebih sistematis.

“Banyak orang tua berpikir, daripada anaknya tidak sekolah atau hanya pacaran, lebih baik dinikahkan saja. Padahal, pernikahan dini justru membawa tantangan lebih besar bagi mereka,” ujar Amithya, Selasa (25/2/2025).

Menurutnya, pemerintah daerah sebenarnya memiliki banyak instrumen untuk mencegah pernikahan dini dan mengembalikan anak-anak ke bangku sekolah. Namun, upaya tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sejak saya di Komisi D, kami sudah lama mendorong langkah konkret untuk menangani masalah ini dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat,” tambahnya.

Amithya menegaskan, penanganan ATS tidak bisa hanya mengandalkan satu instansi. Diperlukan sinergi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Dinas Sosial, pemerintah kelurahan, hingga komunitas di tingkat RT dan RW.

Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana membenarkan bahwa pernikahan dini menjadi salah satu penyebab utama anak putus sekolah. Namun, faktor lingkungan juga memegang peran besar, terutama bagi anak-anak yang sudah terbiasa bekerja dan merasa nyaman dengan penghasilannya.

“Ada anak yang sudah nyaman bekerja sehingga enggan kembali bersekolah. Ada juga yang menikah muda, lalu dilarang pasangannya untuk melanjutkan pendidikan,” ungkapnya.

Untuk mengatasi hal ini, Disdikbud terus mendorong program pendidikan alternatif bagi ATS, seperti paket belajar. Pemerintah Kota Malang juga berupaya memberikan pemahaman bahwa ijazah akan menjadi kebutuhan di masa depan, terutama saat mereka ingin melamar pekerjaan.

Suwarjana juga menyoroti pola pikir sebagian orang tua yang lebih memilih anaknya bekerja daripada bersekolah, dengan alasan ekonomi atau agar segera mandiri. Oleh karena itu, koordinasi antara sekolah, pemerintah daerah, dan komunitas masyarakat terus diperkuat. Salah satu strategi yang kini diterapkan adalah program jemput bola ke rumah-rumah anak putus sekolah.

Sebagai informasi, jumlah ATS di Kota Malang per Februari 2025 tercatat sebanyak 3.406 anak, turun dari 5.534 anak pada 2024.

Berita Terkait

Usai Angkat Kasus Air Keras Andri Yunus, Ketum Badko HMI Sumut Sebut Alami Teror dan Intimidasi
Sopir Xenia Positif Sabu Tabrak 2 Pedagang Sayur hingga Tewas di Sidoarjo, Kronologi Kecelakaan Terungkap
DPRD Kabupaten Malang Siap Panggil BPJS Kesehatan, Aduan Klinik Soal Upeti Emas dan Cashback Kian Memanas
Gus Ipul Sowan ke Kiai Tapal Kuda Saat Lebaran, Bawa Salam Prabowo dan Doa untuk Program Rakyat
Kekurangan Siswa di Kabupaten Malang Picu Wacana Merger SDN, DPRD Soroti PIP, BOS, dan Kendala Regulasi
Wacana Perppu Ekonomi Jadi Polemik, Kewenangan Satgas hingga Denda Damai Disorot
Beringin FC Bersama AMPG Jawa Timur Berbagi Kebahagiaan Ramadan dengan Anak Yatim di Surabaya
Gerakan Jombang Berinfaq Resmi Diluncurkan, Bupati Warsubi Santuni 1.000 Anak Yatim di Masjid Agung

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:12 WIB

Usai Angkat Kasus Air Keras Andri Yunus, Ketum Badko HMI Sumut Sebut Alami Teror dan Intimidasi

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:01 WIB

Sopir Xenia Positif Sabu Tabrak 2 Pedagang Sayur hingga Tewas di Sidoarjo, Kronologi Kecelakaan Terungkap

Sabtu, 28 Maret 2026 - 14:57 WIB

DPRD Kabupaten Malang Siap Panggil BPJS Kesehatan, Aduan Klinik Soal Upeti Emas dan Cashback Kian Memanas

Selasa, 24 Maret 2026 - 15:25 WIB

Gus Ipul Sowan ke Kiai Tapal Kuda Saat Lebaran, Bawa Salam Prabowo dan Doa untuk Program Rakyat

Rabu, 18 Maret 2026 - 06:29 WIB

Kekurangan Siswa di Kabupaten Malang Picu Wacana Merger SDN, DPRD Soroti PIP, BOS, dan Kendala Regulasi

Minggu, 15 Maret 2026 - 21:17 WIB

Wacana Perppu Ekonomi Jadi Polemik, Kewenangan Satgas hingga Denda Damai Disorot

Minggu, 8 Maret 2026 - 22:59 WIB

Beringin FC Bersama AMPG Jawa Timur Berbagi Kebahagiaan Ramadan dengan Anak Yatim di Surabaya

Rabu, 4 Maret 2026 - 21:47 WIB

Gerakan Jombang Berinfaq Resmi Diluncurkan, Bupati Warsubi Santuni 1.000 Anak Yatim di Masjid Agung

Berita Terbaru