UB Jadi Tuan Rumah Rakernas FPTVI 2025, Bahas Masa Depan Pendidikan Vokasi

Jumat, 7 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

VOJ – Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB) menjadi tuan rumah Seminar dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) 2025, yang dimulai hari ini, Kamis (6/2/2025). Acara ini digelar di Gedung Widyaloka, UB, dengan menghadirkan pengurus FPTVI dari seluruh Indonesia untuk membahas berbagai isu strategis terkait pendidikan vokasi.

Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., Med.Sc., dalam sambutannya menegaskan pentingnya pendidikan vokasi dalam mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja (ready to work), tetapi juga memiliki kompetensi untuk bersaing di tingkat global. Menurutnya, salah satu tantangan terbesar saat ini adalah deindustrialisasi, di mana banyak industri dan pabrik yang gulung tikar.

“Ini menjadi tantangan bagi pendidikan vokasi, karena meskipun kita mencetak lulusan siap kerja, industri tempat mereka bekerja justru tutup,” ujarnya. Oleh karena itu, lulusan vokasi perlu dibekali keterampilan wirausaha (entrepreneurship) agar tetap bisa beradaptasi dan menciptakan peluang kerja sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dekan Fakultas Vokasi UB sekaligus Ketua Panitia Rakernas, Mukhammad Kholid Mawardi, S.Sos., M.A.B., Ph.D., mengungkapkan bahwa Rakernas FPTVI tahun ini akan membahas dua isu utama, yaitu kelembagaan dan inovasi inklusif untuk memperkuat pendidikan vokasi agar lebih berdaya saing global. Isu kelembagaan yang dimaksud terkait dengan perubahan kebijakan pemerintah, di mana pendidikan vokasi yang sebelumnya berada di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Vokasi, kini beralih ke Kementerian Pendidikan Dasar.

“Karena itu, kita menghadirkan Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T., Direktur Kelembagaan, Ditjen Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, untuk memberikan gambaran kebijakan ke depan,” jelas Kholid.

Selain itu, jumlah perguruan tinggi vokasi di Indonesia yang hanya sekitar 8% dari total institusi pendidikan tinggi menjadi perhatian serius. “Di luar negeri, pendidikan vokasi bisa mencapai 50% dari total perguruan tinggi. Padahal, vokasi adalah solusi bagi kebutuhan industri dan SDM di Indonesia,” tegasnya.

FPTVI berharap pemerintah dapat memberikan kuota lebih besar bagi pendidikan vokasi, sehingga semakin banyak tenaga kerja siap pakai yang terserap di industri. Studi yang dilakukan FPTVI menunjukkan bahwa jumlah mahasiswa vokasi berbanding lurus dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di suatu daerah.

“Dengan kata lain, semakin banyak pendidikan vokasi di suatu wilayah, semakin besar dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Ini harus menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan pendidikan tinggi di Indonesia,” ujar Kholid Mawardi.

Setelah membuka acara secara resmi, Rektor UB menyatakan harapannya agar Universitas Brawijaya bisa menjadi pusat pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia. “Vokasi harus memiliki hubungan yang kuat dengan dunia usaha dan industri. Tapi lebih dari itu, inovasi dan teknologi juga harus dikembangkan agar pendidikan vokasi bisa terus berkembang dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ujar Prof. Widodo.

Menurutnya, idealnya pendidikan vokasi tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari rantai pendidikan akademik yang terintegrasi, dari riset hingga implementasi di industri. Dengan begitu, pendidikan vokasi bisa memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi dan pembangunan nasional.

Rakernas FPTVI 2025 di UB ini menjadi momentum penting dalam merumuskan strategi pendidikan vokasi di Indonesia, agar lebih adaptif terhadap perubahan industri dan mampu mencetak lulusan yang siap kerja sekaligus inovatif dalam menciptakan lapangan kerja baru.

Berita Terkait

Pakar Ingatkan, Ucapan PTN dengan Foto Tanpa Izin Pertaruhkan Integritas dan Berpotensi Digugat
Pesan Sosial Halal Bi Halal
Mahasiswa Vokasi UB Didorong Bermental Global, Alumni Ungkap Tantangan SDM Indonesia di Kancah Internasional
Rektor UIBU Dorong Tesis S2 Berbasis Metodologi Berdampak
Kampus Turun Tangan, PDKIK UB Tawarkan Solusi Hijau Limbah Penyamakan Kulit
Problematika Penggunaan Bahasa Gaul Pada Generasi Muda
Penguatan UMKM Pujon: Kolaborasi Vokasi UB yang Turun Langsung ke Akar Masalah
Gandeng LPBHNU dan LPPNU Kota Malang, Doktor MengabdI PERSADA DRPM UB dorong regulasi pro petani organik

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 12:27 WIB

Pakar Ingatkan, Ucapan PTN dengan Foto Tanpa Izin Pertaruhkan Integritas dan Berpotensi Digugat

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:56 WIB

Pesan Sosial Halal Bi Halal

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:27 WIB

Mahasiswa Vokasi UB Didorong Bermental Global, Alumni Ungkap Tantangan SDM Indonesia di Kancah Internasional

Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:02 WIB

Rektor UIBU Dorong Tesis S2 Berbasis Metodologi Berdampak

Senin, 15 Desember 2025 - 14:10 WIB

Kampus Turun Tangan, PDKIK UB Tawarkan Solusi Hijau Limbah Penyamakan Kulit

Rabu, 26 November 2025 - 17:25 WIB

Problematika Penggunaan Bahasa Gaul Pada Generasi Muda

Minggu, 26 Oktober 2025 - 14:17 WIB

Penguatan UMKM Pujon: Kolaborasi Vokasi UB yang Turun Langsung ke Akar Masalah

Kamis, 23 Oktober 2025 - 12:10 WIB

Gandeng LPBHNU dan LPPNU Kota Malang, Doktor MengabdI PERSADA DRPM UB dorong regulasi pro petani organik

Berita Terbaru