SNBP Universitas Brawijaya 2025: Kuota Stabil, Persaingan Ketat di Program Unggulan

Rabu, 5 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Imam Santoso. (Shelly/VOJ)

Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Imam Santoso. (Shelly/VOJ)

VOJ – Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di Universitas Brawijaya (UB) berjalan lancar dengan seluruh tahapan yang sudah sesuai jadwal. Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Imam Santoso menyatakan bahwa hanya ada beberapa peserta yang mengalami kendala dalam finalisasi pendaftaran.

“Secara umum, SNBP berjalan dengan baik. Hanya ada sedikit peserta yang tidak berhasil finalisasi, tapi itu sudah menjadi tanggung jawab sekolah masing-masing,” ujar Imam saat konferensi pers di UB, Rabu (5/2/2025).

Dari segi kuota, tidak ada perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. UB tetap mempertahankan daya tampung maksimal yakni 17 ribu mahasiswa, dengan distribusi 20 persen untuk SNBP, 30 persen untuk SNBT, dan 50 persen untuk jalur Mandiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kendati sistem SNBP tidak mengalami perubahan dari tahun lalu, persaingan tetap tinggi, terutama di program-program studi unggulan. Fakultas Kedokteran (FK) masih menjadi favorit dengan tingkat keketatan sekitar 2-4 persen, disusul oleh Teknik Informatika, Teknik Industri, dan Farmasi.

“Untuk bidang sains, Kedokteran tetap yang paling banyak diminati, diikuti Teknik Informatika dan Farmasi. Sementara untuk bidang sosial, program studi seperti Hukum, Akuntansi, Psikologi, dan Manajemen tetap menjadi pilihan utama,” jelasnya.

Pihak UB juga mengingatkan agar sekolah lebih teliti dalam mengawal timeline pendaftaran. “Tahun ini ada peningkatan jumlah kasus sekolah yang tidak menyelesaikan finalisasi, meskipun secara persentase masih kecil. Bisa jadi karena kurang teliti atau tidak disiplin dalam mengikuti jadwal,” tambahnya.

Dengan persaingan yang semakin ketat, UB mengimbau calon mahasiswa untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin.

“Kami sudah melakukan sosialisasi jauh-jauh hari, jadi penting bagi sekolah dan siswa untuk memastikan semua tahapan pendaftaran terpenuhi agar tidak ada yang tertinggal,” tandasnya.

Berita Terkait

Pakar Ingatkan, Ucapan PTN dengan Foto Tanpa Izin Pertaruhkan Integritas dan Berpotensi Digugat
Pesan Sosial Halal Bi Halal
Mahasiswa Vokasi UB Didorong Bermental Global, Alumni Ungkap Tantangan SDM Indonesia di Kancah Internasional
Rektor UIBU Dorong Tesis S2 Berbasis Metodologi Berdampak
Kampus Turun Tangan, PDKIK UB Tawarkan Solusi Hijau Limbah Penyamakan Kulit
Problematika Penggunaan Bahasa Gaul Pada Generasi Muda
Penguatan UMKM Pujon: Kolaborasi Vokasi UB yang Turun Langsung ke Akar Masalah
Gandeng LPBHNU dan LPPNU Kota Malang, Doktor MengabdI PERSADA DRPM UB dorong regulasi pro petani organik

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 12:27 WIB

Pakar Ingatkan, Ucapan PTN dengan Foto Tanpa Izin Pertaruhkan Integritas dan Berpotensi Digugat

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:56 WIB

Pesan Sosial Halal Bi Halal

Rabu, 25 Februari 2026 - 21:27 WIB

Mahasiswa Vokasi UB Didorong Bermental Global, Alumni Ungkap Tantangan SDM Indonesia di Kancah Internasional

Sabtu, 14 Februari 2026 - 12:02 WIB

Rektor UIBU Dorong Tesis S2 Berbasis Metodologi Berdampak

Senin, 15 Desember 2025 - 14:10 WIB

Kampus Turun Tangan, PDKIK UB Tawarkan Solusi Hijau Limbah Penyamakan Kulit

Rabu, 26 November 2025 - 17:25 WIB

Problematika Penggunaan Bahasa Gaul Pada Generasi Muda

Minggu, 26 Oktober 2025 - 14:17 WIB

Penguatan UMKM Pujon: Kolaborasi Vokasi UB yang Turun Langsung ke Akar Masalah

Kamis, 23 Oktober 2025 - 12:10 WIB

Gandeng LPBHNU dan LPPNU Kota Malang, Doktor MengabdI PERSADA DRPM UB dorong regulasi pro petani organik

Berita Terbaru