Dihadiri 10 Negara, FISIP UB dan The University of Queensland Gelar Konferensi Internasional “Digital Transaction in Asia VI”

Rabu, 22 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

VOJ – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya bekerja sama dengan The University of Queensland menggelar konferensi internasional bertajuk “Digital Transaction in Asia VI.” Acara ini akan berlangsung pada 22-24 Januari 2025 di Gedung C, FISIP Universitas Brawijaya.

Konferensi ini akan menghadirkan sejumlah keynote speakers ternama di bidangnya, antara lain Prof. Heather Horst dari Western Sydney University, Associate Prof. Elske van de Fliert dari The University of Queensland, dan Prof. Anang Sujoko dari FISIP Universitas Brawijaya.

Menariknya, konferensi ini akan dihadiri oleh perwakilan dari 10 negara, yaitu Indonesia, Australia, India, Singapura, Malaysia, Filipina, Vietnam, Inggris, Laos, dan Hongkong. Sekitar 40 paper akan dipresentasikan dalam beberapa panel yang akan membahas berbagai aspek terkait transaksi digital di Asia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prof. Dr. Unti Ludigdo, S.E., M.Si., Ak., Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Universitas Brawijaya, menegaskan bahwa konferensi ini merupakan realisasi dari upaya kolaborasi UB dengan perguruan tinggi baik dalam maupun luar negeri.

“Realisasi upaya kita dalam melakukan kolaborasi dengan perguruan tinggi baik dalam dan luar negeri, dan kami akan terus berupdaya kolaborasi di bidang riset, inovasi, dan akademik,”

Menurut Unti Ludigdo, beberapa waktu lalu, pimpinan universitas berkunjung ke The University of Queensland dan menghasilkan kesepakatan kerja sama yang salah satu wujudnya adalah konferensi ini.

“Digital Transaction in Asia VI akan semakin memperkuat literasi masyarakat kita terhadap berbagai aspek dunia digital. Transaksi digital tidak hanya berhubungan dengan ekonomi, tetapi juga sosial dan budaya,” ungkapnya.

Prof. Unti juga menambahkan bahwa Universitas Brawijaya memiliki hubungan yang kuat dengan The University of Queensland, baik dalam bidang joint research, studi lanjut dosen, riset kolaboratif internasional, dan pengabdian masyarakat internasional.

“Kehadiran perwakilan dari 10 negara hari ini menjadi peluang besar bagi kita untuk membangun koneksi dengan berbagai perguruan tinggi yang hadir,” pungkasnya.

Sementara itu, Dekan FISIP UB, Prof. Anang Sujoko, S.Sos., M.Si., D.COMM, menambahkan bahwa transaksi digital merupakan fenomena multidisiplin yang membawa implikasi sosial, budaya, ekonomi, hingga politik.

“Digital transaction memiliki dampak luas, termasuk implikasi sosial, budaya, ekonomi, hingga politik. Misalnya, dalam sektor transportasi online, kita melihat bagaimana ada eksploitasi pekerja oleh platform digital. Di satu sisi, teknologi memudahkan masyarakat, namun di sisi lain terdapat pergeseran budaya yang perlu dicermati,” jelasnya.

Ia juga menyoroti perlunya kebijakan yang lebih komprehensif dalam bidang keamanan transaksi digital.

“Kebijakan keamanan transaksi digital saat ini masih belum memadai di tingkat internasional. Pemerintah harus berperan lebih aktif dalam memastikan keamanan transaksi digital bagi semua pihak. Jika tidak ada kebijakan yang memadai, maka peran masyarakat sipil harus diperkuat dan literasi digital harus terus ditingkatkan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Prof. Anang menegaskan bahwa Indonesia memiliki teknologi dan sumber daya manusia yang canggih, namun pemanfaatannya masih perlu ditingkatkan melalui regulasi yang mendukung inovasi dan keamanan di sektor digital.

“Peran peneliti dari Universitas Brawijaya dan kolaborasi lintas disiplin ilmu dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan kebijakan dan solusi transaksi digital yang lebih baik di masa depan,” paparnya.

Konferensi Digital Transaction in Asia di FISIP UB ini adalah penyelenggaraan keenam. Lima penyelenggaraan sebelumnya dilakukan di beberapa negara lain yaitu Australia, Filipina, Malaysia, India, Singapura dan Vietnam.

Para peserta yang tidak dapat hadir secara langsung tetap dapat mengikuti acara ini melalui siaran langsung di platform online melalui tautan bit.ly/DigitalTransactionInAsiaVI.

Berita Terkait

Kombes Pol. R. Bagoes Wibisono Resmi Jabat Dirressiber Polda Metro Jaya, Jejaknya dari Madiun, Malang hingga Siber Jatim
Akhir Damai Polemik Wendit, Vendor Pastikan Pembayaran Telah Diselesaikan
Pakar Ingatkan, Ucapan PTN dengan Foto Tanpa Izin Pertaruhkan Integritas dan Berpotensi Digugat
Pesan Sosial Halal Bi Halal
Sopir Xenia Positif Sabu Tabrak 2 Pedagang Sayur hingga Tewas di Sidoarjo, Kronologi Kecelakaan Terungkap
Konten Promosi Pakai Video Almarhum Vidi Aldiano, Emy Aghnia Tuai Kecaman dan Sampaikan Permintaan Maaf
Friderica Widyasari Resmi Nahkodai OJK 2026-2031, Susunan Baru Dewan Komisioner Jadi Sorotan
Video Dugaan Oknum TNI Transaksi Narkoba di Berlan Jakarta Timur Viral saat Lebaran

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 22:49 WIB

Kombes Pol. R. Bagoes Wibisono Resmi Jabat Dirressiber Polda Metro Jaya, Jejaknya dari Madiun, Malang hingga Siber Jatim

Kamis, 2 April 2026 - 12:27 WIB

Pakar Ingatkan, Ucapan PTN dengan Foto Tanpa Izin Pertaruhkan Integritas dan Berpotensi Digugat

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:56 WIB

Pesan Sosial Halal Bi Halal

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:01 WIB

Sopir Xenia Positif Sabu Tabrak 2 Pedagang Sayur hingga Tewas di Sidoarjo, Kronologi Kecelakaan Terungkap

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:06 WIB

Konten Promosi Pakai Video Almarhum Vidi Aldiano, Emy Aghnia Tuai Kecaman dan Sampaikan Permintaan Maaf

Kamis, 26 Maret 2026 - 14:58 WIB

Friderica Widyasari Resmi Nahkodai OJK 2026-2031, Susunan Baru Dewan Komisioner Jadi Sorotan

Senin, 23 Maret 2026 - 08:37 WIB

Video Dugaan Oknum TNI Transaksi Narkoba di Berlan Jakarta Timur Viral saat Lebaran

Minggu, 15 Maret 2026 - 04:36 WIB

Awas Penipuan Website Palsu Sovereign Bali Hotel Jelang Libur Lebaran

Berita Terbaru