Kadin dan HIPMI Beri Penghargaan Audi Pratama, Eksportir Furnitur yang Tembus Pasar Global

Sabtu, 7 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

VOICEOFJATIM – Pengusaha muda asal Malang, Audi Pratama, mendapat penghargaan dalam kategori ekspor impor pada sebuah kegiatan yang diselenggarakan bersama Kamar Dagang dan Industri Kota Malang dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kota Malang. Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kiprahnya mengembangkan usaha furnitur hingga mampu menembus pasar internasional.

Audi dikenal sebagai Direktur Utama CV Aumerita Anggun, perusahaan manufaktur yang memproduksi berbagai jenis furnitur, terutama untuk kebutuhan luar ruangan. Produk yang dihasilkan perusahaannya kini tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga diekspor secara rutin ke berbagai negara.

Sebagian besar produk furnitur yang diproduksi perusahaan tersebut dikirim ke Amerika Serikat. Audi menyebut sekitar 75 persen dari total ekspor perusahaannya ditujukan ke negara tersebut, sementara sisanya dipasarkan ke sejumlah negara di Eropa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mayoritas ekspor kami hampir 75 persen ke Amerika, sisanya ke Eropa,” kata Audi saat diterima usai menerima penghargaan dalam kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha dan organisasi bisnis di Kota Malang.

Perusahaan yang dipimpinnya fokus pada produksi furnitur luar ruangan atau furnitur yang dirancang untuk digunakan di area luar ruangan. Jenis produk ini memiliki pasar yang cukup besar di negara-negara Barat yang memiliki tradisi penggunaan taman, halaman, maupun area santai terbuka.

Dalam periode permintaan tinggi atau high season, volume pengiriman produk dari perusahaannya dapat mencapai angka yang cukup besar. Audi menyebut jumlah ekspor bisa mencapai antara 120 hingga 150 kontainer setiap bulan.

“Kami spesialis outdoor furniture. Kalau sedang high season, pengiriman bisa mencapai 120 sampai 150 kontainer per bulan,” ujarnya.

Di tengah pencapaian tersebut, Audi juga menyoroti tantangan yang mulai muncul akibat dinamika global, termasuk memanasnya konflik di Timur Tengah. Menurutnya, dampak awal yang mulai terasa adalah semakin terbatasnya jadwal kapal pengangkut barang atau kapal untuk pengiriman kontainer ke berbagai negara tujuan ekspor.

Ia menilai kondisi itu membuat jadwal pengiriman menjadi lebih sulit dibandingkan sebelumnya. Meski belum berdampak langsung terhadap produksi, perubahan pada sektor logistik global tersebut mulai dirasakan oleh para pelaku ekspor.

“Yang sudah terasa saat ini adalah jadwal kapal atau pengiriman kontainer ke negara tujuan jadi lebih langka dibandingkan sebelumnya,” kata dia.

Audi membayangkan jalur yang lebih luas bisa muncul jika situasi geopolitik tersebut berlangsung lama. Salah satu potensi yang dikhawatirkan adalah kenaikan harga bahan baku dari para pemasok yang selama ini mendukung proses produksi furnitur.

“Jika konflik ini berkelanjutan, kemungkinan besar akan ada kenaikan harga material dari pemasok. Itu bisa berdampak pada produksi,” ujarnya.

Selain masalah bahan baku, tekanan juga bisa datang dari sisi pasar. Menurut Audi, meningkatnya biaya pengiriman membuat para pembeli di luar negeri cenderung meminta harga produk lebih rendah agar tetap kompetitif di pasar.

Ia menjelaskan bahwa para pembeli umumnya tidak bersedia menaikkan harga jual meskipun biaya logistik meningkat. Akibatnya, produsen sering diminta memberikan potongan harga atau melakukan penyesuaian spesifikasi produk agar tetap sesuai dengan harga yang diharapkan pasar.

“Biasanya pembeli meminta penurunan harga. Karena biaya pengiriman meningkat, mereka tidak mau menaikkan harga jual. Jadi manufaktur diminta memberi diskon atau melakukan perubahan spesifikasi agar harga bisa lebih murah,” kata Audi.

Di luar aktivitas bisnisnya, Audi juga aktif dalam organisasi pengusaha. Ia bergabung dengan HIPMI sejak masa kepemimpinan Joko Prihatin. Dari organisasi tersebut, ia kemudian terlibat dalam kegiatan Kadin.

Sebelum aktif di Malang, Audi juga sempat terhubung dengan jaringan Kadin di Jawa Timur, khususnya di Surabaya. Ketika kepemimpinan HIPMI di Malang berganti, ia kemudian ikut bergabung menjadi anggota di kota tersebut.

Audi juga berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang bisnis yang cukup kuat. Ia merupakan bagian dari jaringan usaha yang dikenal dengan Unggul Grup dan memiliki hubungan keluarga dengan pengusaha Flores yang berada dalam lingkaran bisnis tersebut.

Penghargaan yang diterimanya dalam kegiatan yang melibatkan Kadin dan HIPMI Kota Malang menjadi penanda bahwa pelaku usaha muda di daerah mampu bersaing di pasar global. Melalui ekspor furnitur yang terus berkembang, Audi menilai produk manufaktur Indonesia masih memiliki peluang besar untuk menembus pasar internasional, selama pelaku usaha mampu beradaptasi dengan dinamika ekonomi dan logistik dunia.

Berita Terkait

Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI
Hampir 10 Tahun Bermitra dengan BRI, Dwi Astuti Layani Kebutuhan Transaksi Warga
Satu Dasawarsa Berjalan, Pengajian Rutin BRI Region 13 Malang Jadi Ruang Seimbangkan Kerja dan Ibadah
Tawaran Investasi Berimbal Hasil Tinggi Muncul, BRI Batu Minta Masyarakat Tak Gegabah
Jangan Cuma Lihat Keuntungan, BRI Batu Ingatkan Risiko di Balik Tawaran Investasi
Jangan Asal Transfer karena Janji Cuan, BRI Malang Soekarno Hatta Ingatkan Cek Legalitas Investasi
Berawal dari 1.500 Ayam, Peternakan Edi di Tulungagung Tumbuh Setelah Diperkuat KUR BRI
BRI Malang Sutoyo Dorong Masyarakat Lebih Cerdas Memilih Investasi, Jangan Hanya Kejar Cuan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 12:24 WIB

Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI

Sabtu, 5 September 2026 - 09:54 WIB

Hampir 10 Tahun Bermitra dengan BRI, Dwi Astuti Layani Kebutuhan Transaksi Warga

Kamis, 3 September 2026 - 16:22 WIB

Satu Dasawarsa Berjalan, Pengajian Rutin BRI Region 13 Malang Jadi Ruang Seimbangkan Kerja dan Ibadah

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:03 WIB

Jangan Cuma Lihat Keuntungan, BRI Batu Ingatkan Risiko di Balik Tawaran Investasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Jangan Asal Transfer karena Janji Cuan, BRI Malang Soekarno Hatta Ingatkan Cek Legalitas Investasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Berawal dari 1.500 Ayam, Peternakan Edi di Tulungagung Tumbuh Setelah Diperkuat KUR BRI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:35 WIB

BRI Malang Sutoyo Dorong Masyarakat Lebih Cerdas Memilih Investasi, Jangan Hanya Kejar Cuan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:32 WIB

BRI Kepanjen Soroti Modus Penipuan Berkedok Investasi, Warga Diminta Jangan Mudah Tergiur

Berita Terbaru

Berita

Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI

Rabu, 9 Sep 2026 - 12:24 WIB