Administrasi Usai, Politik Musda Golkar di Depan Mata : Djoko Prihatin di Simpang Aklamasi dan Kontestasi

Minggu, 14 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi persimpangan di Musda Golkar, antara aklamasi dan pertarungan

Ilustrasi persimpangan di Musda Golkar, antara aklamasi dan pertarungan

VOICEOFJATIM – Verifikasi bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang periode 2025–2030 telah selesai digelar. Namun, hasil administratif itu belum serta-merta menutup babak kompetisi. Di tubuh Golkar, lolos verifikasi hanyalah pintu masuk. Keputusan sesungguhnya tetap berada di ruang Musyawarah Daerah (Musda) yang direncanakan di gelar hari ini di Surabaya, tempat kalkulasi politik, konsolidasi kekuatan, dan arah dukungan diuji secara terbuka.

Dari tiga nama yang mendaftar, hanya Djoko Prihatin yang dinyatakan memenuhi syarat dukungan sebagaimana diatur dalam Juklak-2 Partai Golkar. Ia mengantongi dukungan tiga pimpinan kecamatan pemilik suara sah, Sukun, Lowokwaru, dan Blimbing, atau setara dengan batas minimal 30 persen. Dua bakal calon lainnya, Rudy Nugroho dan Moch. Anton, tersingkir di tahap verifikasi karena dukungan yang tidak memenuhi ketentuan.

Ketua Steering Committee (SC) Musda XI Golkar Kota Malang, Yuliono, menegaskan bahwa hasil tersebut bersifat administratif, bukan penetapan politik. “Kami hanya memverifikasi dan memastikan semua berjalan sesuai juklak. Penetapan ketua tetap menjadi kewenangan penuh forum Musda,” ujarnya, Sabtu malam (13/12/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan itu menjadi penanda penting bahwa peta politik belum sepenuhnya mengerucut. Meski secara formal Djoko Prihatin menjadi satu-satunya bakal calon yang lolos, dinamika Musda masih menyimpan ruang tawar. Dukungan yang ia kantongi berada pada batas minimal, bukan mayoritas mutlak. Kondisi ini membuka kemungkinan munculnya negosiasi lanjutan menjelang sidang Musda.

Di sisi lain, gugurnya dua bakal calon tidak serta-merta menghilangkan pengaruh politik mereka. Rudy Nugroho gagal melaju karena hanya memperoleh satu dukungan sah. Sementara Moch. Anton dinyatakan tidak memenuhi syarat lantaran dukungan yang dibawanya berasal dari musyawarah kecamatan, bukan dari pemilik suara sah Musda. “Yang dibawa Saudara Anton bukan dukungan pemilik suara Musda, melainkan pemilik suara pada tingkat musyawarah kecamatan,” jelas Yuliono.

Dalam tradisi politik, figur yang tidak lolos verifikasi kerap tetap memiliki peran strategis, terutama dalam mengarahkan dukungan atau membangun poros kekuatan di belakang layar. Dukungan yang tidak terpakai di tahap awal bisa menjadi penentu dalam forum tertinggi Musda, terutama jika skenario aklamasi tidak tercapai.

Yuliono menegaskan bahwa seluruh nama bakal calon tetap disampaikan ke DPD Golkar Provinsi Jawa Timur, lengkap dengan hasil verifikasi masing-masing. “Hasil verifikasi ini akan kami laporkan ke panitia Musda di tingkat provinsi. Selanjutnya, forum Musda yang akan menentukan,” katanya.

Dengan komposisi tersebut, Musda Golkar Kota Malang berpotensi menjadi arena konsolidasi politik yang lebih cair daripada sekadar formalitas penetapan. Aklamasi memang mungkin terjadi jika dukungan menguat dan terkunci. Namun, voting juga tetap menjadi opsi jika dinamika internal berkembang ke arah yang lebih kompetitif.

Pada titik inilah, arah Golkar Kota Malang lima tahun ke depan dipertaruhkan. Verifikasi telah selesai, tetapi politik baru saja dimulai. Musda akan menjadi panggung akhir, tempat siapa yang sekadar lolos administrasi, dan siapa yang benar-benar menguasai dukungan, akan diuji secara terbuka.

Berita Terkait

Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI
Hampir 10 Tahun Bermitra dengan BRI, Dwi Astuti Layani Kebutuhan Transaksi Warga
Satu Dasawarsa Berjalan, Pengajian Rutin BRI Region 13 Malang Jadi Ruang Seimbangkan Kerja dan Ibadah
Tawaran Investasi Berimbal Hasil Tinggi Muncul, BRI Batu Minta Masyarakat Tak Gegabah
Jangan Cuma Lihat Keuntungan, BRI Batu Ingatkan Risiko di Balik Tawaran Investasi
Jangan Asal Transfer karena Janji Cuan, BRI Malang Soekarno Hatta Ingatkan Cek Legalitas Investasi
Berawal dari 1.500 Ayam, Peternakan Edi di Tulungagung Tumbuh Setelah Diperkuat KUR BRI
BRI Malang Sutoyo Dorong Masyarakat Lebih Cerdas Memilih Investasi, Jangan Hanya Kejar Cuan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 12:24 WIB

Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI

Sabtu, 5 September 2026 - 09:54 WIB

Hampir 10 Tahun Bermitra dengan BRI, Dwi Astuti Layani Kebutuhan Transaksi Warga

Kamis, 3 September 2026 - 16:22 WIB

Satu Dasawarsa Berjalan, Pengajian Rutin BRI Region 13 Malang Jadi Ruang Seimbangkan Kerja dan Ibadah

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:03 WIB

Jangan Cuma Lihat Keuntungan, BRI Batu Ingatkan Risiko di Balik Tawaran Investasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Jangan Asal Transfer karena Janji Cuan, BRI Malang Soekarno Hatta Ingatkan Cek Legalitas Investasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Berawal dari 1.500 Ayam, Peternakan Edi di Tulungagung Tumbuh Setelah Diperkuat KUR BRI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:35 WIB

BRI Malang Sutoyo Dorong Masyarakat Lebih Cerdas Memilih Investasi, Jangan Hanya Kejar Cuan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:32 WIB

BRI Kepanjen Soroti Modus Penipuan Berkedok Investasi, Warga Diminta Jangan Mudah Tergiur

Berita Terbaru

Berita

Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI

Rabu, 9 Sep 2026 - 12:24 WIB