Tekan Impor, Prime 4.O Gandeng SAE L’SIMA Ciptakan Pusat Pembibitan Kacang Tanah

Senin, 28 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prime 4.O, perusahaan rintisan di bidang agritech, resmi menjalin kerja sama dengan SAE L’SIMA, lahan pertanian binaan Lapas Kelas I Malang, untuk mengembangkan pusat pembibitan kacang tanah unggulan.

Prime 4.O, perusahaan rintisan di bidang agritech, resmi menjalin kerja sama dengan SAE L’SIMA, lahan pertanian binaan Lapas Kelas I Malang, untuk mengembangkan pusat pembibitan kacang tanah unggulan.

MALANG, hukumindonesia.online/ – Langkah konkret menuju swasembada kacang tanah mulai ditapaki. Prime 4.O, perusahaan rintisan di bidang agritech, resmi menjalin kerja sama dengan SAE L’SIMA, lahan pertanian binaan Lapas Kelas I Malang, untuk mengembangkan pusat pembibitan kacang tanah unggulan.

Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Desa Maguan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Senin (28/7/2025). Acara tersebut turut disaksikan langsung oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI yang tengah melakukan kunjungan kerja ke wilayah tersebut.

Kerja sama ini bukan sekadar upaya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kacang tanah dari luar negeri seperti India, Vietnam, hingga Afrika.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selama ini kita terlalu bergantung pada impor. Padahal, Indonesia punya potensi besar untuk mandiri, asalkan pembibitan dilakukan secara serius dan terarah,” ujar CEO Prime 4.O, Vinna Ho.

Menurut Vinna, produktivitas petani lokal saat ini masih tergolong rendah, dengan rata-rata hasil panen hanya sekitar dua ton per hektare. Dengan penggunaan bibit unggul dan program pendampingan yang intensif, pihaknya optimistis hasil panen bisa ditingkatkan dua kali lipat.

“Target kami cukup realistis, 4 sampai 5 ton per hektare. Itu bukan mustahil jika bibit dan pendampingan tersedia dengan tepat,” tambahnya.

Untuk mendukung hal ini, Prime 4.O juga menggandeng Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) di bawah Kementerian Pertanian RI. Kolaborasi ini bertujuan menghasilkan varietas bibit kacang tanah yang tidak hanya adaptif terhadap iklim lokal, tetapi juga sesuai dengan standar industri nasional.

Namun, Vinna tak menampik adanya tantangan di lapangan, terutama terkait mahalnya harga pupuk non-subsidi dan insektisida. Ia menekankan pentingnya peran pemerintah dalam memastikan akses petani terhadap sarana produksi dengan harga terjangkau.

“Kalau bibit sudah bagus, tapi pupuk mahal, ya hasilnya tetap tidak optimal. Ini butuh sinergi yang kuat dari banyak pihak,” tegasnya.

Sementara itu, SAE L’SIMA, akronim dari Sarana Asimilasi Edukasi L’SIMA, merupakan salah satu program unggulan Lapas Kelas I Malang dalam bidang pembinaan kemandirian warga binaan. Terletak di kawasan seluas 20,5 hektare, lokasi ini selama ini telah dimanfaatkan untuk mengembangkan berbagai komoditas pertanian seperti kubis manis, edamame, dan jagung manis.

Dengan adanya kerja sama ini, SAE L’SIMA akan turut berperan sebagai pusat riset lapangan dan demoplot untuk uji tanam bibit kacang tanah unggulan. Selain memperkuat kontribusi lapas dalam mendukung ketahanan pangan nasional, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi dan pembinaan keterampilan bagi warga binaan.

“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi pertanian, tapi juga membuka peluang baru bagi warga binaan untuk berdaya secara mandiri,” ujar perwakilan Lapas Kelas I Malang.

Langkah Prime 4.O dan SAE L’SIMA ini menjadi contoh sinergi antara inovasi teknologi pertanian, peran negara, dan institusi pemasyarakatan dalam menciptakan sistem pangan yang mandiri dan berkelanjutan. Jika berhasil, inisiatif ini bisa menjadi model replikasi di daerah lain demi mendorong Indonesia keluar dari jeratan ketergantungan impor pangan.

 

Berita Terkait

Tape Banjarsari Menembus Pasar Hong Kong, 187 Pelaku Usaha Bergerak dalam Satu Klaster
Kopdar 50 BRILink Agen, BRI Malang Soekarno Hatta Perkuat Koordinasi
Kemitraan BRI dan UM Meluas, dari Payroll hingga Dukungan Mobilitas Kampus
Kolaborasi BRI dan UNIPAR Jember Perkuat Program Wirausaha Mahasiswa Disabilitas
BRI Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 300 Siswa Malang, Penyerahan Digelar saat Sumpah Pemuda
Pertanian dan Perdagangan Serap Mayoritas KUR BRI Kepanjen Rp 496 Miliar
Perkuat Ekonomi Lokal, BRI Nganjuk Integrasikan Layanan Perbankan dengan KDKMP
Herwansyah: BRI Kepanjen Siapkan Layanan Perbankan Sesuai Kebutuhan Pengadilan Agama Kabupaten Malang
Tag :

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 12:45 WIB

Tape Banjarsari Menembus Pasar Hong Kong, 187 Pelaku Usaha Bergerak dalam Satu Klaster

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:13 WIB

Kopdar 50 BRILink Agen, BRI Malang Soekarno Hatta Perkuat Koordinasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Kolaborasi BRI dan UNIPAR Jember Perkuat Program Wirausaha Mahasiswa Disabilitas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:59 WIB

BRI Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 300 Siswa Malang, Penyerahan Digelar saat Sumpah Pemuda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:21 WIB

Pertanian dan Perdagangan Serap Mayoritas KUR BRI Kepanjen Rp 496 Miliar

Senin, 26 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Perkuat Ekonomi Lokal, BRI Nganjuk Integrasikan Layanan Perbankan dengan KDKMP

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:50 WIB

Herwansyah: BRI Kepanjen Siapkan Layanan Perbankan Sesuai Kebutuhan Pengadilan Agama Kabupaten Malang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:36 WIB

Hari Santri Jadi Momentum BRI Region 13 Malang Perluas Dukungan untuk Pesantren

Berita Terbaru