Ribuan Lulusan SD di Malang Terancam Tak Tertampung di SMP Negeri, Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi

Selasa, 8 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. (Shelly/VOJ)

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. (Shelly/VOJ)

KOTA MALANG, hukumindonesia.online/ — Masalah keterbatasan bangku di SMP negeri Kota Malang kembali menyeruak. Ribuan lulusan SD tahun ini terancam tidak kebagian tempat, memicu kekhawatiran di kalangan orang tua siswa.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengakui bahwa keterbatasan daya tampung sekolah negeri terjadi lantaran adanya aturan baru dari pemerintah pusat yang kini membatasi kuota penerimaan siswa. Berbeda dari tahun sebelumnya, pemerintah daerah tidak lagi bebas menentukan penambahan jumlah siswa yang diterima.

“Kuotanya sekarang sudah dipatok oleh pusat. Dulu kita masih bisa menambah. Karena ini kebijakan baru, kami nanti akan menyampaikan masukan agar lebih sesuai kondisi di daerah,” ujar Wahyu saat ditemui pada Selasa (8/7/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mencatat, lulusan SD tahun ini mencapai 14.354 siswa, sedangkan kapasitas bangku SMP hanya 12.352 kursi, yang terbagi menjadi 7.424 kursi di SMP negeri dan 4.928 kursi di SMP swasta. Artinya, sekitar 2.000 siswa berpotensi tidak tertampung di SMP negeri.

Wahyu menjelaskan bahwa membangun sekolah baru memang bisa jadi solusi, tetapi prosesnya tak bisa dilakukan secara cepat. “Menambah sekolah juga harus sesuai aturan. Tidak bisa asal bangun begitu saja. Kami perlu melakukan kajian lebih dulu,” ungkapnya.

Di sisi lain, Ketua DPRD Kota Malang, Amithiya Ratnanggani Sirraduhita, menilai persoalan ini perlu ditangani segera agar tidak semakin meluas. Ia mendorong adanya kerja sama yang lebih erat antara sekolah negeri dan swasta, salah satunya melalui sistem penerimaan siswa bersama.

“Saat saya masih di Komisi D, kami sudah menyarankan adanya penerimaan siswa bersama atau SPMB, supaya sekolah swasta bisa ikut membantu menampung siswa, sekaligus menjaga kualitas pendidikan tetap merata,” tutur Amithiya.

Amithiya menilai, SPMB yang mulai diterapkan tahun ini merupakan langkah awal yang positif. Namun, ia mengingatkan banyak orang tua masih ragu memilih sekolah swasta karena khawatir kualitasnya belum setara dengan sekolah negeri.

“Memang belum bisa serta-merta menjadi pilihan utama masyarakat. Kita harus memastdikan kualitasnya dulu. Tapi saya yakin ini bisa jadi solusi baik ke depan,” sambungnya.

Menurutnya, jika pemerintah ingin mengandalkan sekolah swasta sebagai mitra, maka dukungan anggaran untuk peningkatan fasilitas menjadi hal wajib.

“Konsekuensinya tentu pemerintah kota harus menyiapkan dana untuk membenahi sarana dan prasarana di sekolah swasta supaya kualitasnya bisa seimbang dengan negeri,” tegas politisi PDI-Perjuangan tersebut.

Selain kerja sama dengan swasta, wacana membangun sekolah baru juga perlu dipertimbangkan secara hati-hati. Amithiya mengingatkan, pendirian SMP negeri tambahan bisa berdampak pada keberlangsungan sekolah yang sudah ada, terutama swasta yang selama ini menjadi penyangga saat kuota negeri tak mencukupi.

Berita Terkait

Pakar Ingatkan, Ucapan PTN dengan Foto Tanpa Izin Pertaruhkan Integritas dan Berpotensi Digugat
Usai Angkat Kasus Air Keras Andri Yunus, Ketum Badko HMI Sumut Sebut Alami Teror dan Intimidasi
Pesan Sosial Halal Bi Halal
Sopir Xenia Positif Sabu Tabrak 2 Pedagang Sayur hingga Tewas di Sidoarjo, Kronologi Kecelakaan Terungkap
DPRD Kabupaten Malang Siap Panggil BPJS Kesehatan, Aduan Klinik Soal Upeti Emas dan Cashback Kian Memanas
Gus Ipul Sowan ke Kiai Tapal Kuda Saat Lebaran, Bawa Salam Prabowo dan Doa untuk Program Rakyat
Kekurangan Siswa di Kabupaten Malang Picu Wacana Merger SDN, DPRD Soroti PIP, BOS, dan Kendala Regulasi
Beringin FC Bersama AMPG Jawa Timur Berbagi Kebahagiaan Ramadan dengan Anak Yatim di Surabaya

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 12:27 WIB

Pakar Ingatkan, Ucapan PTN dengan Foto Tanpa Izin Pertaruhkan Integritas dan Berpotensi Digugat

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:12 WIB

Usai Angkat Kasus Air Keras Andri Yunus, Ketum Badko HMI Sumut Sebut Alami Teror dan Intimidasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:56 WIB

Pesan Sosial Halal Bi Halal

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:01 WIB

Sopir Xenia Positif Sabu Tabrak 2 Pedagang Sayur hingga Tewas di Sidoarjo, Kronologi Kecelakaan Terungkap

Sabtu, 28 Maret 2026 - 14:57 WIB

DPRD Kabupaten Malang Siap Panggil BPJS Kesehatan, Aduan Klinik Soal Upeti Emas dan Cashback Kian Memanas

Selasa, 24 Maret 2026 - 15:25 WIB

Gus Ipul Sowan ke Kiai Tapal Kuda Saat Lebaran, Bawa Salam Prabowo dan Doa untuk Program Rakyat

Rabu, 18 Maret 2026 - 06:29 WIB

Kekurangan Siswa di Kabupaten Malang Picu Wacana Merger SDN, DPRD Soroti PIP, BOS, dan Kendala Regulasi

Minggu, 8 Maret 2026 - 22:59 WIB

Beringin FC Bersama AMPG Jawa Timur Berbagi Kebahagiaan Ramadan dengan Anak Yatim di Surabaya

Berita Terbaru