Golkar Kota Malang Merapat ke Balai Kota, Apa yang Dibahas ?

Kamis, 5 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

VOICEOFJATIM – Silaturahmi rombongan DPD Partai Golkar Kota Malang ke Balai Kota Malang, Rabu 4 Maret 2026, berkembang menjadi forum diskusi yang lebih terbuka dari sekadar agenda Safari Ramadan. Ketua DPD Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin, leads langsung rombongan yang terdiri dari sekretaris, bendahara, pengurus harian, hingga anggota fraksi DPRD. Mereka diterima Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, di Ruang Rapat Tumapel

Djoko membuka pertemuan dengan nada santai. Datang ke Balai Kota Malang dengan pesan yang terdengar ringan namun sarat makna politik. “Karena kami juga butuh Arah,” ujarnya sambil tertawa di awal pertemuan.

Ia menyebut Golkar tetap pada sikap mendukung Pemerintah Kota Malang dalam menjalankan kebijakan, sekaligus menegaskan perlunya arah dan sinkronisasi. Menurut dia, komunikasi politik tidak boleh berhenti pada momentum pemilu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami ingin membangun komunikasi yang konstruktif. Program kerja politik yang kami susun berorientasi pada kepentingan masyarakat, sehingga penting diselaraskan dengan prioritas pemerintah daerah,” ujar Djoko, yang juga Wakil Ketua Komisi A DPRD dan Ketua Kadin Kota Malang.

Ia memaparkan dua program utama partainya, Rumah Karya dan Rumah Sehat. Rumah Karya dirancang sebagai ruang pemberdayaan UMKM, generasi muda, dan komunitas kreatif melalui pelatihan dan pendampingan usaha. Adapun Rumah Sehat berfokus pada edukasi kesehatan, pemeriksaan dasar gratis, serta kolaborasi dengan tenaga medis.

Namun, pembahasan tak berhenti pada paparan program. Kader Golkar menafsirkan kemungkinan pemanfaatan aset pemerintah daerah untuk mendukung kegiatan pemberdayaan ekonomi. Ia mengisyaratkan apakah terdapat aset milik pemkot yang dapat dimanfaatkan secara legal dan profesional oleh partai atau organisasi masyarakat.

Pertanyaan itu disambungkan bendahara DPD Golkar yang menggarisbawahi dua program baru partai tersebut dan potensi keterkaitannya dengan kebijakan publik, termasuk sektor kesehatan. Ia mengatasi permasalahan sistem kapitasi BPJS Kesehatan yang dinilai masih menyisakan kendala di lapangan.

“Nah, rumah sehat ini mungkin akan berkaitan dengan beberapa kebijakan. Sekarang kami juga ada kendala, terutama di kapitasi BPJS. Konsep pengaturannya seperti apa dan bagaimana bisa disesuaikan dengan kebutuhan daerah lima tahun ke depan,” ujarnya dalam forum tersebut.

Isu administrasi kependudukan juga sempat mencatat, terutama mengurus pencatatan status pernikahan dalam KTP, termasuk kasus nikah siri dan penerapannya terhadap status anak. Diskusi itu berkembang pada aspek kemudahan layanan administrasi dan perlunya kepastian hukum dalam pencatatan sipil.

Menyanggapi berbagai masukan tersebut, Ali Muthohirin menilai peran partai politik tetap strategis sebagai mitra resmi pemerintah. Ia menyebut Golkar sebagai partai yang matang secara organisasi dan berpengalaman menghadapi dinamika politik.

Menurut Ali, kolaborasi diperlukan terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan. Ia mengingatkan potensi kenaikan harga energi dan pangan serta dampaknya menjelang Lebaran. Pemerintah kota, kata dia, tengah menjaga distribusi THR dan menjaga stabilitas harga agar tekanan ekonomi tidak membebani masyarakat.

Soal aset daerah, tapi mengakui masalahnya tidak sederhana. Ribuan bidang tanah dicatat sebagai milik pemerintah, tetapi sebagian terikat perjanjian lama atau telah berdiri bangunan. Proses audit dan penertiban sedang berjalan untuk mencegah potensi kerugian negara.

Jika ada pihak yang ingin menggunakan aset, ia meminta agar disampaikan secara profesional melalui mekanisme resmi. Pemerintah, menurutnya, sedang merapikan tata kelola aset agar pemanfaatannya transparan dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Di akhir pertemuan, Djoko kembali menegaskan posisi partainya. Golkar, kata dia, sepakat mendukung pemerintah, namun tetap akan melakukan kajian strategi terhadap perkembangan ekonomi, fiskal, serta dampak situasi global terhadap Kota Malang.

“Tujuannya sama, apa pun yang terjadi di luar, di Kota Malang harga tetap terkendali, ekonomi berjalan, dan masyarakat tetap tenang,” ujarnya.

Pertemuan itu menampilkan dinamika hubungan partai dan pemerintah daerah yang tidak selalu linier. Di satu sisi ada pernyataan dukungan, di sisi lain muncul sejumlah catatan dan kepentingan yang ingin diakomodasi. Di ruang rapat itu, komunikasi politik berjalan dalam nada yang cair, namun menyimpan agenda yang serius.

Berita Terkait

Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI
Hampir 10 Tahun Bermitra dengan BRI, Dwi Astuti Layani Kebutuhan Transaksi Warga
Satu Dasawarsa Berjalan, Pengajian Rutin BRI Region 13 Malang Jadi Ruang Seimbangkan Kerja dan Ibadah
Tawaran Investasi Berimbal Hasil Tinggi Muncul, BRI Batu Minta Masyarakat Tak Gegabah
Jangan Cuma Lihat Keuntungan, BRI Batu Ingatkan Risiko di Balik Tawaran Investasi
Jangan Asal Transfer karena Janji Cuan, BRI Malang Soekarno Hatta Ingatkan Cek Legalitas Investasi
Berawal dari 1.500 Ayam, Peternakan Edi di Tulungagung Tumbuh Setelah Diperkuat KUR BRI
BRI Malang Sutoyo Dorong Masyarakat Lebih Cerdas Memilih Investasi, Jangan Hanya Kejar Cuan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 12:24 WIB

Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI

Sabtu, 5 September 2026 - 09:54 WIB

Hampir 10 Tahun Bermitra dengan BRI, Dwi Astuti Layani Kebutuhan Transaksi Warga

Kamis, 3 September 2026 - 16:22 WIB

Satu Dasawarsa Berjalan, Pengajian Rutin BRI Region 13 Malang Jadi Ruang Seimbangkan Kerja dan Ibadah

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:03 WIB

Jangan Cuma Lihat Keuntungan, BRI Batu Ingatkan Risiko di Balik Tawaran Investasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Jangan Asal Transfer karena Janji Cuan, BRI Malang Soekarno Hatta Ingatkan Cek Legalitas Investasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Berawal dari 1.500 Ayam, Peternakan Edi di Tulungagung Tumbuh Setelah Diperkuat KUR BRI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:35 WIB

BRI Malang Sutoyo Dorong Masyarakat Lebih Cerdas Memilih Investasi, Jangan Hanya Kejar Cuan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:32 WIB

BRI Kepanjen Soroti Modus Penipuan Berkedok Investasi, Warga Diminta Jangan Mudah Tergiur

Berita Terbaru

Berita

Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI

Rabu, 9 Sep 2026 - 12:24 WIB