Mahasiswa Universitas Bakrie Dorong Penguatan City Branding Malang Usai Diakui UNESCO

Kamis, 25 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

VOICEOFJATIM – Predikat internasional bukan sekadar label prestise. Ia adalah tantangan sekaligus peluang. Kesadaran itulah yang mendorong mahasiswa Universitas Bakrie turun langsung ke Kota Malang, menguatkan strategi komunikasi kota setelah Malang resmi masuk jejaring UNESCO sebagai City of Media Art.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema penguatan city branding, mahasiswa Universitas Bakrie berupaya menjembatani konsep Media Arts dengan realitas ekosistem kreatif lokal. Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi akademik dalam merespons momentum global yang kini melekat pada identitas Kota Malang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie, Eli Jamilah Miharja, S.S., M.Si., Ph.D., CICS, menjelaskan bahwa pengakuan UNESCO sebagai bagian dari UNESCO Creative Cities Network di bidang Media Arts merupakan titik balik penting bagi Malang. Status tersebut, menurutnya, bukan hanya membuka peluang visibilitas internasional, tetapi juga menuntut kesiapan strategi komunikasi kota yang konsisten, kolaboratif, dan berjangka panjang.

“Pengakuan global ini harus diikuti dengan penguatan sumber daya manusia, sinergi lintas sektor, serta narasi kota yang jelas dan berkelanjutan,” ujarnya dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Program PkM ini digelar pada 21 hingga 23 November 2025 dengan menggandeng Pemerintah Kota Malang dan Malang Creative Fusion (MCF) sebagai mitra strategis. Metode yang digunakan tidak bersifat seremonial, melainkan partisipatif, mulai dari Focus Group Discussion, wawancara mendalam, hingga diskusi terbuka bersama pelaku komunitas kreatif, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Fokus utama kegiatan diarahkan pada peningkatan pemahaman komunitas kreatif terhadap Media Arts sebagai identitas kota, penguatan literasi digital, serta dorongan produksi konten kreatif yang berakar pada kearifan lokal. Di saat yang sama, kegiatan ini juga menjadi ruang temu antara kampus, komunitas, dan pemerintah dalam membangun jejaring kolaborasi yang lebih solid.

Hasil pendampingan menunjukkan bahwa komunitas kreatif Malang menyimpan potensi besar sebagai motor utama city branding. Diskusi yang terbangun membantu peserta melihat Media Arts bukan sekadar medium ekspresi, tetapi juga instrumen strategis untuk membangun citra kota, memperkuat narasi publik, sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif berbasis inovasi.

Wakil Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kota Malang, Vicky Arief Herinadharma, menilai kegiatan ini selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan. Ia menyebut bahwa penguatan kapasitas komunitas kreatif beririsan langsung dengan tujuan global, khususnya peningkatan kualitas pendidikan, pertumbuhan ekonomi kreatif, serta pengembangan kota yang inklusif.

“Kegiatan seperti ini memberi kontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs, terutama pendidikan berkualitas, pekerjaan layak, dan pembangunan kota berkelanjutan,” ungkapnya.

Koordinator kegiatan menegaskan bahwa PkM ini tidak berhenti pada capaian akademik semata. Lebih dari itu, program dirancang untuk memberi dampak sosial yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. “Kami ingin menjadikan kegiatan ini sebagai ruang belajar bersama, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam membangun city branding Kota Malang di level global,” tuturnya.

Ke depan, mahasiswa Universitas Bakrie mendorong agar kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas kreatif, dan pemerintah daerah terus dijaga secara berkesinambungan. Dengan kerja bersama yang konsisten, predikat City of Media Art dari UNESCO diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga fondasi nyata bagi pembangunan Kota Malang yang kreatif, inklusif, dan berdaya saing global.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan bagian dari pembelajaran mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie dalam mata kuliah Komunikasi Digital dan Sosiologi Media, dengan fokus pada strategi komunikasi kota, penguatan city branding, serta pemberdayaan komunitas kreatif sebagai aktor utama perubahan.

 

Berita Terkait

Saat Akses Kesehatan Terbatas, Ambulans BRI Jadi Penopang Warga Lumbang
Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI
Hampir 10 Tahun Bermitra dengan BRI, Dwi Astuti Layani Kebutuhan Transaksi Warga
Satu Dasawarsa Berjalan, Pengajian Rutin BRI Region 13 Malang Jadi Ruang Seimbangkan Kerja dan Ibadah
Tawaran Investasi Berimbal Hasil Tinggi Muncul, BRI Batu Minta Masyarakat Tak Gegabah
Jangan Cuma Lihat Keuntungan, BRI Batu Ingatkan Risiko di Balik Tawaran Investasi
Jangan Asal Transfer karena Janji Cuan, BRI Malang Soekarno Hatta Ingatkan Cek Legalitas Investasi
Berawal dari 1.500 Ayam, Peternakan Edi di Tulungagung Tumbuh Setelah Diperkuat KUR BRI

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 08:17 WIB

Saat Akses Kesehatan Terbatas, Ambulans BRI Jadi Penopang Warga Lumbang

Rabu, 9 September 2026 - 12:24 WIB

Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI

Sabtu, 5 September 2026 - 09:54 WIB

Hampir 10 Tahun Bermitra dengan BRI, Dwi Astuti Layani Kebutuhan Transaksi Warga

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:10 WIB

Tawaran Investasi Berimbal Hasil Tinggi Muncul, BRI Batu Minta Masyarakat Tak Gegabah

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:03 WIB

Jangan Cuma Lihat Keuntungan, BRI Batu Ingatkan Risiko di Balik Tawaran Investasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Jangan Asal Transfer karena Janji Cuan, BRI Malang Soekarno Hatta Ingatkan Cek Legalitas Investasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Berawal dari 1.500 Ayam, Peternakan Edi di Tulungagung Tumbuh Setelah Diperkuat KUR BRI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:35 WIB

BRI Malang Sutoyo Dorong Masyarakat Lebih Cerdas Memilih Investasi, Jangan Hanya Kejar Cuan

Berita Terbaru

Berita

Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI

Rabu, 9 Sep 2026 - 12:24 WIB