Guyub Rukun Selawase: Warga Jembatan Merah Malang Rayakan Malam Penuh Kebersamaan

Sabtu, 6 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana hangat dan penuh tawa mewarnai kawasan Perumahan D’Rich Garden, Kedungkandang, Kota Malang, saat warga Jembatan Merah menggelar acara kebersamaan bertajuk “Tepa Slira Marang Liyan, Nambah Dulur Tanpa Pasulayan”.

Suasana hangat dan penuh tawa mewarnai kawasan Perumahan D’Rich Garden, Kedungkandang, Kota Malang, saat warga Jembatan Merah menggelar acara kebersamaan bertajuk “Tepa Slira Marang Liyan, Nambah Dulur Tanpa Pasulayan”.

hukumindonesia.online/ – Suasana hangat dan penuh tawa mewarnai kawasan Perumahan D’Rich Garden, Kedungkandang, Kota Malang, saat warga Jembatan Merah menggelar acara kebersamaan bertajuk “Tepa Slira Marang Liyan, Nambah Dulur Tanpa Pasulayan”. Malam yang penuh warna itu bukan sekadar hiburan, melainkan wujud nyata solidaritas warga dalam menjaga kerukunan dan memperkuat ikatan sosial di tengah keberagaman.

Dalam sambutannya, Koordinator Jembatan Merah, Bambang Hariadi, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh warga yang telah mendukung program-program lingkungan. Ia menegaskan bahwa setiap keberhasilan yang diraih merupakan hasil kerja kolektif. “Alhamdulillah, semua program Jembatan Merah bisa berjalan baik. Itu berkat kerja keras bapak-ibu semua. Mulai dari pemasangan lima unit CCTV di titik strategis hingga kegiatan mempercantik lingkungan, semua terlaksana karena kekompakan kita,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bambang menambahkan, pemasangan CCTV di beberapa blok dan perempatan merupakan langkah penting untuk meningkatkan keamanan warga. Ke depan, titik-titik yang belum terpasang juga akan mendapat perhatian. Selain itu, ia memuji antusiasme warga dalam kegiatan menghias lingkungan, terutama saat peringatan Hari Kemerdekaan. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya memperindah kawasan, melainkan juga mempererat persatuan antarblok.

Ia menekankan bahwa tujuan utama dari seluruh program bukanlah sesuatu yang muluk-muluk. “Yang kita harapkan sederhana saja, yaitu hidup bertetangga dengan rukun dan kompak. Mari kita bangun Jembatan Merah agar semakin baik, guyub rukun selawase, dengan kebersamaan di tengah keanekaragaman,” ungkapnya penuh semangat. Ucapan terima kasih juga ia sampaikan kepada pengurus Jembatan Merah yang telah meluangkan waktu dan tenaga demi kegiatan sosial. “Tanpa mereka, program-program ini tidak mungkin berjalan dengan lancar,” tambahnya.

Senada dengan itu, Ketua RT 07 RW 05, Longgar Pamujo, turut memberikan apresiasi. Ia mengajak seluruh warga untuk terus aktif dalam kegiatan sosial dan menjaga rasa kepedulian terhadap sesama. “Acara ini bukan hanya hiburan, tapi momentum untuk mempererat silaturahmi. Mari kita tingkatkan kepedulian, menjaga keamanan, kebersihan, serta keindahan lingkungan Jembatan Merah,” ujarnya. Ia menegaskan pentingnya partisipasi kolektif. “Kebersamaan seperti ini akan membawa manfaat besar, bukan hanya untuk kita, tetapi juga untuk generasi yang akan datang,” imbuhnya.

Malam itu semakin semarak dengan penampilan anak-anak dan warga yang menyuguhkan pentas seni. Tari tradisional, nyanyian, hingga atraksi kreatif dari generasi muda menambah keceriaan. Gelak tawa, tepuk tangan, dan sorak sorai membuat lingkungan Jembatan Merah terasa semakin hidup. Warga yang hadir tampak menikmati setiap momen, mulai dari kebersamaan sederhana hingga semarak panggung hiburan.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih terjaga erat di tengah masyarakat urban. Dengan tema yang menekankan pentingnya toleransi dan kerukunan, acara Jembatan Merah memperlihatkan bahwa kekompakan warga adalah kunci terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh warna.

Berita Terkait

Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI
Hampir 10 Tahun Bermitra dengan BRI, Dwi Astuti Layani Kebutuhan Transaksi Warga
Satu Dasawarsa Berjalan, Pengajian Rutin BRI Region 13 Malang Jadi Ruang Seimbangkan Kerja dan Ibadah
Tawaran Investasi Berimbal Hasil Tinggi Muncul, BRI Batu Minta Masyarakat Tak Gegabah
Jangan Cuma Lihat Keuntungan, BRI Batu Ingatkan Risiko di Balik Tawaran Investasi
Jangan Asal Transfer karena Janji Cuan, BRI Malang Soekarno Hatta Ingatkan Cek Legalitas Investasi
Berawal dari 1.500 Ayam, Peternakan Edi di Tulungagung Tumbuh Setelah Diperkuat KUR BRI
BRI Malang Sutoyo Dorong Masyarakat Lebih Cerdas Memilih Investasi, Jangan Hanya Kejar Cuan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 12:24 WIB

Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI

Sabtu, 5 September 2026 - 09:54 WIB

Hampir 10 Tahun Bermitra dengan BRI, Dwi Astuti Layani Kebutuhan Transaksi Warga

Kamis, 3 September 2026 - 16:22 WIB

Satu Dasawarsa Berjalan, Pengajian Rutin BRI Region 13 Malang Jadi Ruang Seimbangkan Kerja dan Ibadah

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:03 WIB

Jangan Cuma Lihat Keuntungan, BRI Batu Ingatkan Risiko di Balik Tawaran Investasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Jangan Asal Transfer karena Janji Cuan, BRI Malang Soekarno Hatta Ingatkan Cek Legalitas Investasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Berawal dari 1.500 Ayam, Peternakan Edi di Tulungagung Tumbuh Setelah Diperkuat KUR BRI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:35 WIB

BRI Malang Sutoyo Dorong Masyarakat Lebih Cerdas Memilih Investasi, Jangan Hanya Kejar Cuan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:32 WIB

BRI Kepanjen Soroti Modus Penipuan Berkedok Investasi, Warga Diminta Jangan Mudah Tergiur

Berita Terbaru

Berita

Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI

Rabu, 9 Sep 2026 - 12:24 WIB