Malam Tasyakuran HUT ke-80 RI Perum D’Rich Garden: Refleksi Kemerdekaan, Doa Kebersamaan, dan Semangat Persatuan

Sabtu, 16 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

hukumindonesia.online/ – Suasana hangat menyelimuti Perumahan D’Rich Garden, Kedungkandang, Malang, saat warga berkumpul dalam malam tasyakuran memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (16/8/2025). Acara sederhana namun penuh makna ini menjadi ruang refleksi, doa, dan pengingat tentang pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Ketua RT 07 RW 05, Longgar Pamujo, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara tersebut. Ia juga mengingatkan bahwa rangkaian kegiatan perayaan kemerdekaan masih berlanjut.
“Alhamdulillah, acara malam tasyakuran berjalan lancar. InsyaAllah tanggal 14 nanti kita masih ada kegiatan pensi dan gerak jalan,” ujarnya dengan penuh semangat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kesempatan itu, salah satu warga, Muttaqin menyampaikan pesan yang menekankan arti syukur atas kemerdekaan. “Mudah-mudahan dengan kita mensyukuri nikmat kemerdekaan ini, Allah menjadikan negeri kita, terutama lingkungan kita, menjadi tempat yang rukun, aman, dan damai,” ucapnya.

Muttaqin juga mengajak warga untuk meneriakkan yel-yel “Merdeka!” sebagai simbol semangat perjuangan yang tak pernah padam. Seruan itu pun menggema di berbagai sudut perumahan, diiringi tepuk tangan meriah warga yang hadir.

Acara malam itu juga diwarnai refleksi mengenai semboyan bangsa, Bhinneka Tunggal Ika. Warga diajak kembali mengingat makna penting persatuan dalam keberagaman. “Kita berasal dari latar belakang berbeda ekonomi, agama, maupun budaya, tetapi di sini kita satu kesatuan, Indonesia kecil yang ada di lingkungan kita,” ungkap seorang warga dalam renungannya.

Sejarah semboyan itu pun kembali disinggung. Dari karya Mpu Tantular dalam Kakawin Sutasoma pada abad ke-14, hingga dicetuskan kembali oleh para pendiri bangsa, semboyan ini tetap relevan menjadi pegangan hidup bermasyarakat.

Suasana haru semakin terasa ketika puisi karya KH Mustofa Bisri (Gus Mus) dibacakan. Puisi itu menggambarkan ironi negeri yang kaya sumber daya, namun masih berhadapan dengan ketidakadilan sosial. Bacaan tersebut membuat warga merenung sekaligus tersenyum getir atas kenyataan yang dialami bangsa.

Puncak acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Imam Badarudin. Dalam doanya, ia menekankan bahwa kemerdekaan adalah anugerah sekaligus amanah. “Kita bisa belajar, berkarya, dan bekerja tanpa rasa takut karena kemerdekaan. Tapi jangan lupa, kemerdekaan juga amanah yang harus dijaga dengan kerja keras, solidaritas, dan menolak segala bentuk kekerasan,” ucapnya.

Imam Badarudin juga mengajak warga untuk berdoa bagi para pejuang bangsa yang telah gugur. Dengan penuh khidmat, seluruh warga menundukkan kepala, mengangkat tangan, dan memohon agar bangsa Indonesia senantiasa dijauhkan dari bencana serta diberi keberkahan.

Tasyakuran HUT RI ke-80 di D’Rich Garden bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan juga ajang memperkuat persaudaraan antarwarga. Dari lantunan doa, pekikan semangat “Merdeka!”, hingga refleksi nilai persatuan, semua mengingatkan bahwa kemerdekaan adalah warisan yang harus dijaga bersama.

“Walaupun kita berbeda-beda, kita tetap satu. Itulah arti kemerdekaan yang sebenarnya,” tutup salah satu warga dalam suasana penuh keakraban.

 

 

Berita Terkait

Dari Rumah Joglo Seketi, 20 Keluarga Mustahik Belajar Bangun Kemandirian
Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI
Hampir 10 Tahun Bermitra dengan BRI, Dwi Astuti Layani Kebutuhan Transaksi Warga
Satu Dasawarsa Berjalan, Pengajian Rutin BRI Region 13 Malang Jadi Ruang Seimbangkan Kerja dan Ibadah
Tawaran Investasi Berimbal Hasil Tinggi Muncul, BRI Batu Minta Masyarakat Tak Gegabah
Jangan Cuma Lihat Keuntungan, BRI Batu Ingatkan Risiko di Balik Tawaran Investasi
Jangan Asal Transfer karena Janji Cuan, BRI Malang Soekarno Hatta Ingatkan Cek Legalitas Investasi
Berawal dari 1.500 Ayam, Peternakan Edi di Tulungagung Tumbuh Setelah Diperkuat KUR BRI

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 17:13 WIB

Dari Rumah Joglo Seketi, 20 Keluarga Mustahik Belajar Bangun Kemandirian

Rabu, 9 September 2026 - 12:24 WIB

Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI

Sabtu, 5 September 2026 - 09:54 WIB

Hampir 10 Tahun Bermitra dengan BRI, Dwi Astuti Layani Kebutuhan Transaksi Warga

Kamis, 3 September 2026 - 16:22 WIB

Satu Dasawarsa Berjalan, Pengajian Rutin BRI Region 13 Malang Jadi Ruang Seimbangkan Kerja dan Ibadah

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:03 WIB

Jangan Cuma Lihat Keuntungan, BRI Batu Ingatkan Risiko di Balik Tawaran Investasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Jangan Asal Transfer karena Janji Cuan, BRI Malang Soekarno Hatta Ingatkan Cek Legalitas Investasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Berawal dari 1.500 Ayam, Peternakan Edi di Tulungagung Tumbuh Setelah Diperkuat KUR BRI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:35 WIB

BRI Malang Sutoyo Dorong Masyarakat Lebih Cerdas Memilih Investasi, Jangan Hanya Kejar Cuan

Berita Terbaru

Berita

Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI

Rabu, 9 Sep 2026 - 12:24 WIB