Lewat Perintis Berdaya, Kemenko PM Siapkan Talenta Indonesia Hadapi Tantangan Pasar Kerja Global

Senin, 28 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenko PM) meluncurkan program strategis bertajuk Perintis Berdaya. Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan peningkatan kualitas SDM dilakukan secara terstruktur, berkelanjutan, dan inklusif.

Kemenko PM) meluncurkan program strategis bertajuk Perintis Berdaya. Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan peningkatan kualitas SDM dilakukan secara terstruktur, berkelanjutan, dan inklusif.

JAKARTA, hukumindonesia.online/ – Tantangan besar tengah dihadapi Indonesia dalam menyiapkan tenaga kerja yang mampu bersaing di pasar global. Saat ini, lebih dari 75 persen Pekerja Migran Indonesia (PMI) masih didominasi oleh pekerja di sektor informal dan keterampilan dasar seperti pekerja rumah tangga, buruh pabrik, hingga sektor perkebunan. Di tengah kompetisi global yang makin menuntut keterampilan menengah hingga tinggi, realitas ini menjadi peringatan bahwa transformasi SDM Indonesia tak bisa lagi ditunda.

Merespons kondisi tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) meluncurkan program strategis bertajuk Perintis Berdaya. Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan peningkatan kualitas SDM dilakukan secara terstruktur, berkelanjutan, dan inklusif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita tidak hanya bicara soal peningkatan keterampilan, tapi juga membuka jalan keluar dari kemiskinan secara berkelanjutan,” ujar Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.

Program ini berangkat dari amanat Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 yang menekankan pentingnya pengentasan kemiskinan ekstrem dengan pendekatan terpadu dan tepat sasaran. Salah satu pilar penting dalam Perintis Berdaya adalah Berdaya Global, yang dirancang untuk mencetak tenaga kerja Indonesia yang siap bersaing secara profesional di kancah internasional.

Sebagai implementasi nyata dari pilar Berdaya Global, Kemenko PM akan menggelar Global Talent Day di Kabupaten Malang pada 8–9 Agustus 2025. Acara ini menjadi model awal untuk kegiatan serupa yang akan digelar di daerah-daerah lainnya.

“Kami ingin calon PMI tidak hanya bekerja di luar negeri, tapi juga memiliki keterampilan, kesiapan, dan kapasitas dengan standar global,” ungkap Leontinus Alpha Edison, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran Kemenko PM.

Global Talent Day dirancang sebagai ajang edukatif dan kolaboratif, tidak hanya untuk calon pekerja migran, tetapi juga terbuka bagi pelajar vokasi, alumni pelatihan, hingga komunitas lokal yang ingin memperluas wawasan dan membangun kapasitas global.

Pilar Berdaya Global bertujuan mendorong transformasi PMI dari sektor informal menuju sektor formal dengan keterampilan menengah hingga tinggi. Peserta program akan mendapatkan pelatihan teknis seperti penguasaan bahasa asing, penguatan soft skills, serta pemahaman tentang regulasi dan standar kerja internasional. Bahkan, peserta juga dibekali informasi terkait pembiayaan keberangkatan, pengelolaan keuangan, serta cara mengenali dan menghindari risiko seperti penipuan atau eksploitasi.

“Jika tidak ada intervensi serius dalam peningkatan kapasitas dan sistem penempatan, kita berisiko tertinggal dari negara lain yang lebih siap dalam pasar kerja global yang makin menuntut keterampilan digital dan teknis,” jelas Leontinus.

Di tingkat ASEAN, Indonesia bukan satu-satunya negara yang menghadapi ketimpangan keterampilan tenaga kerja. Namun, ketidaksesuaian standar kompetensi dan minimnya sistem pengakuan lintas negara menjadi hambatan besar bagi mobilitas pekerja berketerampilan tinggi.

Global Talent Day akan dibagi dalam dua agenda besar:

8 Agustus 2025: Talent Development Workshop, menghadirkan para pengelola BLK, LPK, guru vokasi, dan pelaku industri untuk berdiskusi soal peningkatan mutu pelatihan talenta kerja global.

9 Agustus 2025: Grand Event bersama Menko PM, menghadirkan dialog publik, sesi berbagi dari eks-PMI inspiratif, serta pameran UMKM dan hiburan lokal.

Melalui acara ini, Kemenko PM berharap muncul generasi pekerja migran baru yang tidak hanya lebih terampil, tetapi juga lebih sadar akan hak dan perlindungan diri. Talenta Indonesia bukan sekadar buruh, tapi mitra strategis dalam pembangunan ekonomi bangsa.

“Ini bukan sekadar acara, tapi investasi masa depan untuk menjadikan pekerja migran sebagai duta keunggulan Indonesia di dunia,” pungkas Leontinus.

Pendaftaran dan informasi lengkap Global Talent Day bisa diakses melalui Instagram @perintisberdaya.id atau situs resmi www.perintisberdaya.id.

 

Berita Terkait

Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI
Hampir 10 Tahun Bermitra dengan BRI, Dwi Astuti Layani Kebutuhan Transaksi Warga
Satu Dasawarsa Berjalan, Pengajian Rutin BRI Region 13 Malang Jadi Ruang Seimbangkan Kerja dan Ibadah
Tawaran Investasi Berimbal Hasil Tinggi Muncul, BRI Batu Minta Masyarakat Tak Gegabah
Jangan Cuma Lihat Keuntungan, BRI Batu Ingatkan Risiko di Balik Tawaran Investasi
Jangan Asal Transfer karena Janji Cuan, BRI Malang Soekarno Hatta Ingatkan Cek Legalitas Investasi
Berawal dari 1.500 Ayam, Peternakan Edi di Tulungagung Tumbuh Setelah Diperkuat KUR BRI
BRI Malang Sutoyo Dorong Masyarakat Lebih Cerdas Memilih Investasi, Jangan Hanya Kejar Cuan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 12:24 WIB

Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI

Sabtu, 5 September 2026 - 09:54 WIB

Hampir 10 Tahun Bermitra dengan BRI, Dwi Astuti Layani Kebutuhan Transaksi Warga

Kamis, 3 September 2026 - 16:22 WIB

Satu Dasawarsa Berjalan, Pengajian Rutin BRI Region 13 Malang Jadi Ruang Seimbangkan Kerja dan Ibadah

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:03 WIB

Jangan Cuma Lihat Keuntungan, BRI Batu Ingatkan Risiko di Balik Tawaran Investasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Jangan Asal Transfer karena Janji Cuan, BRI Malang Soekarno Hatta Ingatkan Cek Legalitas Investasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Berawal dari 1.500 Ayam, Peternakan Edi di Tulungagung Tumbuh Setelah Diperkuat KUR BRI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:35 WIB

BRI Malang Sutoyo Dorong Masyarakat Lebih Cerdas Memilih Investasi, Jangan Hanya Kejar Cuan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:32 WIB

BRI Kepanjen Soroti Modus Penipuan Berkedok Investasi, Warga Diminta Jangan Mudah Tergiur

Berita Terbaru

Berita

Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI

Rabu, 9 Sep 2026 - 12:24 WIB