Didepak Perusahaan Finance Tanpa Pesangon, Pengawal Pengawal Pribadi Cristian Gonzales dan Agnes Monica Mengadu ke Disnaker

Jumat, 11 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Firdaus Akbar saat mendatangi Disnaker Kota Malang untuk mengadukan permasalahan ketenagakerjaan yang tengah ia alami

Firdaus Akbar saat mendatangi Disnaker Kota Malang untuk mengadukan permasalahan ketenagakerjaan yang tengah ia alami

MALANG, VOIVEOFJATIM.COM – Firdaus Akbar, sosok yang selama bertahun-tahun menjadi pengawal pribadi pesepakbola nasional Cristian Gonzales dan penyanyi papan atas Agnes Monica, kini tengah berjuang menuntut haknya sebagai pekerja. Pada Jumat siang (11/7/2025), pria yang akrab disapa Idos ini datang ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Malang, membawa segumpal keresahan dan lembaran pengaduan terkait pemutusan hubungan kerja yang ia sebut dilakukan secara sepihak dan tidak manusiawi.

Sebelumnya, Idos juga sempat mendatangi kantor PT Mandala Finance Tbk Cabang Malang di Jalan Dr. Cipto untuk meminta kejelasan secara langsung. Namun, harapannya pupus. Saat ia datang, pimpinan perusahaan disebut tidak berada di tempat dengan alasan sakit. Tak satu pun staf yang bisa memberikan penjelasan mengenai nasibnya.

Setelah mengabdi lebih dari 15 tahun di perusahaan tersebut, Idos mengaku dipecat secara tiba-tiba, tanpa surat peringatan, tanpa prosedur resmi, dan yang paling menyakitkan, tanpa diberikan pesangon yang layak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya bukan orang baru. Selama lebih dari satu dekade saya bekerja penuh loyalitas di sana. Tapi sekarang saya malah ditendang begitu saja, tanpa dihargai sedikit pun. Ini bukan hanya tidak adil, tapi sangat menyakitkan,” ujar Idos saat ditemui usai melapor ke Disnaker.

Idos mengungkapkan bahwa selama bekerja, ia dikenal sebagai sosok disiplin dan pekerja keras. Bahkan ketika ditugaskan di wilayah dengan tingkat penagihan rendah, ia tetap mampu menunjukkan hasil. Atas capaian tersebut, ia pernah menerima penghargaan berupa emas dari perusahaan.

“Saya bukan pekerja sembarangan. Target penagihan saya selalu tercapai, kerja saya serius. Tapi tiba-tiba diberhentikan, tanpa alasan yang masuk akal, tanpa peringatan,” ucapnya kecewa.

Selama ini, kata Idos, ia juga menjalin komunikasi terbuka dengan atasan, termasuk soal absensi dan pekerjaan sampingan yang dijalankannya. Bahkan, pihak manajemen sempat memberikan tambahan gaji sebesar satu juta rupiah sebagai bentuk apresiasi.

“Waktu saya bilang punya side job, nggak pernah dipermasalahkan. Malah gaji saya ditambah. Tapi sekarang, absensi dijadikan alasan pemecatan. Saya bingung, padahal kinerja saya tetap jalan dan ada hasil.” katanya.

Tak hanya diberhentikan secara sepihak, Idos juga menceritakan bahwa dirinya sempat ditawari uang kompensasi sebesar Rp127 juta oleh salah satu petinggi perusahaan, dengan syarat ia harus mengundurkan diri secara sukarela. Tawaran tersebut ia tolak karena merasa itu adalah bentuk tekanan, bukan penyelesaian yang adil.

Bahkan, dalam pertemuan lain yang berlangsung di sebuah warung sop ayam di kawasan Jalan Tumenggung Suryo, ia kembali ditawari Rp50 juta sebagai jalan damai. Tawaran ini pun ditolaknya mentah-mentah.

Karena merasa terus dipermainkan, Idos akhirnya memilih jalur resmi. Ia mendatangi kantor Disnaker Kota Malang untuk meminta perlindungan hukum dan akan membuat laporan pengaduan tertulis. Ia berharap mediasi yang disarankan pihak Disnaker bisa membuka jalan penyelesaian yang lebih adil.

“Saya akan buat pengaduan tertulis. Saya nggak cari keributan, tapi saya juga nggak akan diam ketika hak saya tak diberikan. Saya ingin penyelesaian yang benar,” tegasnya.

Sementara itu, pimpinan PT Mandala Finance Tbk Cabang Malang yang hendak ditemui untuk dimintai klarifikasi terkait permasalahan Firdaus, tidak berada di tempat. Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi yang disampaikan oleh pihak perusahaan.

 

Berita Terkait

Berusaha Menenangkan Pak Dur, Zulham Mubarok Justru Mengalami Pemukulan
Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI
Hampir 10 Tahun Bermitra dengan BRI, Dwi Astuti Layani Kebutuhan Transaksi Warga
Satu Dasawarsa Berjalan, Pengajian Rutin BRI Region 13 Malang Jadi Ruang Seimbangkan Kerja dan Ibadah
Tawaran Investasi Berimbal Hasil Tinggi Muncul, BRI Batu Minta Masyarakat Tak Gegabah
Jangan Cuma Lihat Keuntungan, BRI Batu Ingatkan Risiko di Balik Tawaran Investasi
Jangan Asal Transfer karena Janji Cuan, BRI Malang Soekarno Hatta Ingatkan Cek Legalitas Investasi
Berawal dari 1.500 Ayam, Peternakan Edi di Tulungagung Tumbuh Setelah Diperkuat KUR BRI

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 15:26 WIB

Berusaha Menenangkan Pak Dur, Zulham Mubarok Justru Mengalami Pemukulan

Rabu, 9 September 2026 - 12:24 WIB

Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI

Sabtu, 5 September 2026 - 09:54 WIB

Hampir 10 Tahun Bermitra dengan BRI, Dwi Astuti Layani Kebutuhan Transaksi Warga

Kamis, 3 September 2026 - 16:22 WIB

Satu Dasawarsa Berjalan, Pengajian Rutin BRI Region 13 Malang Jadi Ruang Seimbangkan Kerja dan Ibadah

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:03 WIB

Jangan Cuma Lihat Keuntungan, BRI Batu Ingatkan Risiko di Balik Tawaran Investasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Jangan Asal Transfer karena Janji Cuan, BRI Malang Soekarno Hatta Ingatkan Cek Legalitas Investasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Berawal dari 1.500 Ayam, Peternakan Edi di Tulungagung Tumbuh Setelah Diperkuat KUR BRI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:35 WIB

BRI Malang Sutoyo Dorong Masyarakat Lebih Cerdas Memilih Investasi, Jangan Hanya Kejar Cuan

Berita Terbaru

Berita

Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI

Rabu, 9 Sep 2026 - 12:24 WIB