SPPG Ponpes Bahrul Maghfiroh Terima Sertifikat Halal

Rabu, 11 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

hukumindonesia.online/ – Bertempat di basement Masjid Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Cinta Indonesia (BMCI), dilakukan penyerahan sertifikat halal yang diserahkan oleh Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Dedi Prasetyo, kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bahrul Maghfiroh. Sertifikat ini menjadi simbol keberhasilan dalam mendapatkan pengakuan halal, penting untuk memastikan produk yang dipasarkan di Indonesia memenuhi standar kehalalan.

Menurut Dedi Prasetyo, ide untuk program sertifikasi halal ini muncul dari diskusi bersama teman-teman dari Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh. Bank Indonesia memiliki perhatian khusus terhadap pengembangan ekonomi syariah, termasuk dalam memperluas sertifikasi halal untuk sektor-sektor yang memiliki dampak besar dalam perekonomian. “Kami di Bank Indonesia mendukung penuh program ini, dan berharap pesantren-pesantren lain di wilayah kami dapat mengikuti langkah yang sama,” ujar Dedi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengikuti proses sertifikasi halal bukanlah hal yang sulit, meskipun sering kali dianggap memakan waktu dan birokrasi yang rumit. Dedi menjelaskan bahwa pengurusannya relatif cepat, sekitar satu bulan, karena tim Halal Center Bahrul Maghfiroh (HCBM) telah melakukan verifikasi internal yang mempersiapkan segala dokumen sebelum diajukan ke Lembaga Pengkajian Pangan, Obat, dan Kosmetika (LPH) sebagai pihak yang berwenang memverifikasi kehalalan produk. “Prosesnya tidak terlalu lama jika semua dokumen syaratnya lengkap,” jelas Dedi.

Sementara itu, pengasuh Ponpes Bahrul Maghfiroh, Prof. Dr. It. Mohammad Bisri, MS., menekankan bahwa sertifikasi halal untuk produk yang diperdagangkan, terutama makanan, merupakan kewajiban yang harus dipenuhi. Menurutnya, hal ini sudah diatur dalam Undang-Undang No. 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, yang mewajibkan semua produk yang beredar dan diperdagangkan di Indonesia untuk bersertifikat halal. “Karena SPPG mengedarkan makanan, maka produk mereka juga wajib bersertifikat halal,” tegas Gus Bisri.

Selain itu, Gus Bisri menambahkan bahwa SPPG Bahrul Maghfiroh menjadi yang pertama di Indonesia yang menerima sertifikat halal untuk kategori ini. Dia mengungkapkan bahwa Bank Indonesia memberikan dukungan pendanaan sebesar 50 persen dari biaya pengurusan sertifikat halal, yang berkisar sekitar Rp. 4 juta. “Ini adalah langkah besar untuk memastikan produk dari pesantren, yang dipercaya oleh banyak masyarakat, dapat menjamin kualitas dan kehalalan makanannya,” jelasnya.

Mengakhiri wawancara, Gus Bisri mengimbau pesantren-pesantren lain untuk segera mengurus sertifikat halal. “Silakan datang ke Ponpes Bahrul Maghfiroh, kami akan membantu proses pengurusannya mulai dari administrasi hingga visitasi,” ujar Gus Bisri yang juga mantan Rektor Universitas Brawijaya (UB).

Dengan langkah ini, Bank Indonesia berharap dapat terus memperluas pengaruh positif dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia, terutama melalui sertifikasi halal yang dapat mendorong peningkatan kepercayaan konsumen terhadap produk-produk dari pesantren.

Terkait dengan bantuan pendanaan, Dedi Prasetyo juga menegaskan bahwa Bank Indonesia Malang akan terus mendukung pesantren-pesantren dalam proses sertifikasi halal, membantu mereka mencapai standar yang dibutuhkan untuk berkontribusi dalam perekonomian nasional secara syariah.

Berita Terkait

Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI
Hampir 10 Tahun Bermitra dengan BRI, Dwi Astuti Layani Kebutuhan Transaksi Warga
Satu Dasawarsa Berjalan, Pengajian Rutin BRI Region 13 Malang Jadi Ruang Seimbangkan Kerja dan Ibadah
Tawaran Investasi Berimbal Hasil Tinggi Muncul, BRI Batu Minta Masyarakat Tak Gegabah
Jangan Cuma Lihat Keuntungan, BRI Batu Ingatkan Risiko di Balik Tawaran Investasi
Jangan Asal Transfer karena Janji Cuan, BRI Malang Soekarno Hatta Ingatkan Cek Legalitas Investasi
Berawal dari 1.500 Ayam, Peternakan Edi di Tulungagung Tumbuh Setelah Diperkuat KUR BRI
BRI Malang Sutoyo Dorong Masyarakat Lebih Cerdas Memilih Investasi, Jangan Hanya Kejar Cuan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 12:24 WIB

Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI

Sabtu, 5 September 2026 - 09:54 WIB

Hampir 10 Tahun Bermitra dengan BRI, Dwi Astuti Layani Kebutuhan Transaksi Warga

Kamis, 3 September 2026 - 16:22 WIB

Satu Dasawarsa Berjalan, Pengajian Rutin BRI Region 13 Malang Jadi Ruang Seimbangkan Kerja dan Ibadah

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:03 WIB

Jangan Cuma Lihat Keuntungan, BRI Batu Ingatkan Risiko di Balik Tawaran Investasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Jangan Asal Transfer karena Janji Cuan, BRI Malang Soekarno Hatta Ingatkan Cek Legalitas Investasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Berawal dari 1.500 Ayam, Peternakan Edi di Tulungagung Tumbuh Setelah Diperkuat KUR BRI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:35 WIB

BRI Malang Sutoyo Dorong Masyarakat Lebih Cerdas Memilih Investasi, Jangan Hanya Kejar Cuan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:32 WIB

BRI Kepanjen Soroti Modus Penipuan Berkedok Investasi, Warga Diminta Jangan Mudah Tergiur

Berita Terbaru

Berita

Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI

Rabu, 9 Sep 2026 - 12:24 WIB