Karyawan PT Timah Dipecat Setelah Sindir Pegawai Honorer, Ini Penjelasan Perusahaan

Jumat, 7 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

VOJ – Seorang karyawan PT Timah baru-baru ini dipecat setelah videonya yang menghina pegawai honorer viral di media sosial. Dalam video yang beredar, karyawan bernama Hadi tersebut terlihat merendahkan pegawai honorer dengan menyebut mereka hanya layak menggunakan BPJS Kesehatan dan tidak berhak atas fasilitas lainnya.

Peristiwa ini segera memicu reaksi keras dari netizen yang mengecam pernyataan Hadi. Banyak yang merasa tersinggung dan meminta PT Timah untuk mengambil tindakan tegas terhadap karyawan yang dianggap tidak menghargai sesama pekerja.

Pihak PT Timah tak lama setelah kejadian langsung memberikan klarifikasi. Dalam pernyataannya, perusahaan negara ini menegaskan bahwa perilaku Hadi tidak mencerminkan nilai-nilai perusahaan yang selalu mengedepankan rasa saling menghargai antar karyawan, baik yang berstatus tetap maupun honorer. Sebagai respons terhadap insiden tersebut, PT Timah memutuskan untuk memberhentikan Hadi dari posisinya di perusahaan. PT Timah juga menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan menghargai setiap individu, tanpa memandang status pekerjaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Video tersebut langsung menjadi perbincangan panas di media sosial. Banyak netizen yang menanggapi dengan kecaman keras terhadap sikap Hadi. “Seharusnya saling menghargai, honorer juga punya hak yang sama,” ujar salah satu komentar di Twitter. Bahkan, beberapa organisasi buruh dan LSM turut memberikan dukungan atas langkah PT Timah yang memecat Hadi.

Perusahaan tambang ini juga menyatakan bahwa insiden tersebut menjadi pengingat pentingnya sikap profesionalisme di tempat kerja, serta perlunya menghargai setiap individu, tanpa terkecuali. Mereka pun berjanji akan melakukan evaluasi untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Berita Terkait

Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI
Hampir 10 Tahun Bermitra dengan BRI, Dwi Astuti Layani Kebutuhan Transaksi Warga
Satu Dasawarsa Berjalan, Pengajian Rutin BRI Region 13 Malang Jadi Ruang Seimbangkan Kerja dan Ibadah
Tawaran Investasi Berimbal Hasil Tinggi Muncul, BRI Batu Minta Masyarakat Tak Gegabah
Jangan Cuma Lihat Keuntungan, BRI Batu Ingatkan Risiko di Balik Tawaran Investasi
Jangan Asal Transfer karena Janji Cuan, BRI Malang Soekarno Hatta Ingatkan Cek Legalitas Investasi
Berawal dari 1.500 Ayam, Peternakan Edi di Tulungagung Tumbuh Setelah Diperkuat KUR BRI
BRI Malang Sutoyo Dorong Masyarakat Lebih Cerdas Memilih Investasi, Jangan Hanya Kejar Cuan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 12:24 WIB

Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI

Sabtu, 5 September 2026 - 09:54 WIB

Hampir 10 Tahun Bermitra dengan BRI, Dwi Astuti Layani Kebutuhan Transaksi Warga

Kamis, 3 September 2026 - 16:22 WIB

Satu Dasawarsa Berjalan, Pengajian Rutin BRI Region 13 Malang Jadi Ruang Seimbangkan Kerja dan Ibadah

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:03 WIB

Jangan Cuma Lihat Keuntungan, BRI Batu Ingatkan Risiko di Balik Tawaran Investasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Jangan Asal Transfer karena Janji Cuan, BRI Malang Soekarno Hatta Ingatkan Cek Legalitas Investasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Berawal dari 1.500 Ayam, Peternakan Edi di Tulungagung Tumbuh Setelah Diperkuat KUR BRI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:35 WIB

BRI Malang Sutoyo Dorong Masyarakat Lebih Cerdas Memilih Investasi, Jangan Hanya Kejar Cuan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:32 WIB

BRI Kepanjen Soroti Modus Penipuan Berkedok Investasi, Warga Diminta Jangan Mudah Tergiur

Berita Terbaru

Berita

Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI

Rabu, 9 Sep 2026 - 12:24 WIB