Penelitian Globalizing Universitas Brawijaya Project Ungkap Perubahan Perilaku Politik di Era Digital Jawa Timur

Kamis, 12 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seminar Perilaku Politik di Era Digital dalam Perspektif Subkultur di Jawa Timur yang digelar di FIA UB.

Seminar Perilaku Politik di Era Digital dalam Perspektif Subkultur di Jawa Timur yang digelar di FIA UB.

Kota Malang – Dalam rangka memahami perubahan perilaku politik masyarakat Jawa Timur khususnya di era digital, Globalizing Universitas Brawijaya Project melaksanakan penelitian dengan menggandeng Indopol Survey.

Perwakilan dari Tim Pelaksana program Globalizing Universitas Brawijaya (UB) yakni Novy Setya Yunas mengungkapkan penelitian yang dilaksanakan tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi dinamika perilaku pemilih, terutama menjelang Pilkada 2024.

Menurut Yunas, fokus utama penelitian ini adalah melihat bagaimana perilaku pemilih berubah, terutama di kalangan pemilih pemula yang jumlahnya cukup signifikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Perubahan yang terjadi sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi dan informasi, serta penggunaan media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube yang sangat berpengaruh terhadap preferensi politik masyarakat,” ujarnya.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sekitar 31% pemilih terpengaruh dalam menentukan pilihan politik mereka melalui pendekatan yang dilakukan melalui platform media sosial.

Selain itu, Yunas juga menekankan bahwa perubahan perilaku politik ini juga dipengaruhi oleh subkultur lokal di Jawa Timur. Misalnya, di wilayah Mataraman, pendekatan yang digunakan harus relevan dengan tradisi dan isu-isu lokal.

Sementara di wilayah Madura, isu kesejahteraan nelayan menjadi hal yang penting untuk disorot, yang kemudian bisa disampaikan melalui media sosial dengan cara yang sesuai dengan karakteristik masyarakat setempat.

Tiga narasumber dihadirkan untuk membahas topik seminar kali ini
Tiga narasumber dihadirkan untuk membahas topik seminar kali ini

Direktur Eksekutif Indopol Survey, Ratno Sulistiyanto, menambahkan bahwa pemahaman perilaku pemilih sangat krusial bagi para pelaku politik.

“Dalam sistem politik kita, terutama dalam Pilpres, Pileg, dan Pilkada, memahami perilaku pemilih di tiap wilayah menjadi hal yang sangat penting,” ujar Ratno.

Ia menekankan bahwa calon kepala daerah atau partai politik harus mampu mengidentifikasi perubahan tersebut untuk merancang strategi yang tepat.

Dalam survei yang dilakukan dua minggu sebelum Pilkada, hasilnya menunjukkan bahwa calon gubernur Khofifah Indar Parawansa memperoleh elektabilitas sebesar 56%, sementara Tri Risma dan Luluk berada di angka masing-masing 14% dan 3%.

Survei selanjutnya menunjukkan tren positif bagi Khofifah dengan elektabilitas yang semakin meningkat, mencapai hampir 70%. Ratno menjelaskan bahwa kemenangan Khofifah dapat dilihat sebagai pertemuan antara wilayah utara (Madura) dan selatan (Mataraman), yang menunjukkan dominasi Khofifah di berbagai wilayah.

Ratno juga menyatakan bahwa meskipun isu politik uang sempat mencuat, hasil survei di Jawa Timur tidak menunjukkan adanya indikasi kuat terkait praktik tersebut.

“Di Jawa Timur, kami tidak menemukan indikasi adanya politik uang atau manipulasi politik yang signifikan,” ungkapnya.

Membangun Aplikasi Politik untuk Masa Depan

Sebagai bagian dari penelitian yang berkelanjutan hingga 2026, Novy Setya Yunas mengungkapkan bahwa program ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah aplikasi politik yang disesuaikan dengan karakteristik masyarakat Jawa Timur. Aplikasi ini akan memfasilitasi hubungan politik yang lebih baik antara masyarakat dengan calon pemimpin, dengan memperhatikan keberagaman budaya dan tradisi di berbagai wilayah di Jawa Timur. (LS)

Berita Terkait

Dari Rumah Joglo Seketi, 20 Keluarga Mustahik Belajar Bangun Kemandirian
Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI
Hampir 10 Tahun Bermitra dengan BRI, Dwi Astuti Layani Kebutuhan Transaksi Warga
Satu Dasawarsa Berjalan, Pengajian Rutin BRI Region 13 Malang Jadi Ruang Seimbangkan Kerja dan Ibadah
Tawaran Investasi Berimbal Hasil Tinggi Muncul, BRI Batu Minta Masyarakat Tak Gegabah
Jangan Cuma Lihat Keuntungan, BRI Batu Ingatkan Risiko di Balik Tawaran Investasi
Jangan Asal Transfer karena Janji Cuan, BRI Malang Soekarno Hatta Ingatkan Cek Legalitas Investasi
Berawal dari 1.500 Ayam, Peternakan Edi di Tulungagung Tumbuh Setelah Diperkuat KUR BRI

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 17:13 WIB

Dari Rumah Joglo Seketi, 20 Keluarga Mustahik Belajar Bangun Kemandirian

Rabu, 9 September 2026 - 12:24 WIB

Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI

Sabtu, 5 September 2026 - 09:54 WIB

Hampir 10 Tahun Bermitra dengan BRI, Dwi Astuti Layani Kebutuhan Transaksi Warga

Kamis, 3 September 2026 - 16:22 WIB

Satu Dasawarsa Berjalan, Pengajian Rutin BRI Region 13 Malang Jadi Ruang Seimbangkan Kerja dan Ibadah

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:03 WIB

Jangan Cuma Lihat Keuntungan, BRI Batu Ingatkan Risiko di Balik Tawaran Investasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Jangan Asal Transfer karena Janji Cuan, BRI Malang Soekarno Hatta Ingatkan Cek Legalitas Investasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:02 WIB

Berawal dari 1.500 Ayam, Peternakan Edi di Tulungagung Tumbuh Setelah Diperkuat KUR BRI

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:35 WIB

BRI Malang Sutoyo Dorong Masyarakat Lebih Cerdas Memilih Investasi, Jangan Hanya Kejar Cuan

Berita Terbaru

Berita

Kukuh dan Warung Nasi Goreng yang Tumbuh dari KUR BRI

Rabu, 9 Sep 2026 - 12:24 WIB