Festival Mbois X: Lebaran Ekraf Kota Malang Satu Dekade, Rayakan Kolaborasi dan Kreativitas Tanpa Batas

Kamis, 6 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Festival Mbois ke-10 resmi dibuka, menjadi penanda satu dekade perjalanan “Lebaran Ekraf” Kota Malang, ajang yang tiap tahun mempersatukan para kreator lintas bidang.

Festival Mbois ke-10 resmi dibuka, menjadi penanda satu dekade perjalanan “Lebaran Ekraf” Kota Malang, ajang yang tiap tahun mempersatukan para kreator lintas bidang.

VOICEOFJATIM -Suasana semarak pagi di Malang Creative Center (MCC) menandai dimulainya perayaan yang sudah ditunggu-tunggu para pelaku ekonomi kreatif. Kamis (6/11/2025), Festival Mbois ke-10 resmi dibuka, menjadi penanda satu dekade perjalanan “Lebaran Ekraf” Kota Malang, ajang yang tiap tahun mempersatukan para kreator lintas bidang.

Festival yang berlangsung selama empat hari, hingga 9 November 2025, ini bukan sekadar pameran karya. Ia adalah perayaan ide, jejaring, dan kebersamaan yang menghidupkan denyut ekonomi kreatif Malang Raya. Tahun ini, seluruh tujuh lantai gedung MCC disulap menjadi ruang interaksi penuh warna, dari tenant produk kreatif, pertunjukan, hingga diskusi dan konferensi internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Pelaksana Festival Mbois X, Gedeon Soerjo Ardi Noegraha, menyebut momentum ini sebagai bukti ketangguhan komunitas kreatif Malang. “Tak terasa, sudah sepuluh tahun Festival Mbois berjalan. Bagi kami, ini seperti lebarannya pelaku ekraf Kota Malang,” ujar Gedeon dengan antusias.

Ia menambahkan, partisipasi publik sangat penting untuk menjaga ekosistem ekonomi kreatif tetap tumbuh sehat. “Silakan jelajahi dari lantai satu sampai tujuh. Banyak pelaku ekraf lokal yang layak didukung agar ekosistem kreatif Malang makin kuat,” ujarnya.

Pembukaan FMX kali ini juga diwarnai kehadiran ribuan pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar TK hingga mahasiswa, pelaku usaha, hingga perwakilan instansi pemerintah dan swasta. Diperkirakan lebih dari 2.000 orang memadati MCC di hari pertama.

Meski Wali Kota Malang Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM. berhalangan hadir, ia diwakili oleh Kepala Diskopindag Kota Malang, Dr. Eko Sri Yuliadi, yang turut membuka acara bersama perwakilan dari Indonesia Creative Cities Network (ICCN) dan Malang Creative Fusion (MCF).

Ketua OC Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025, Vicky Arief, menyebut FMX sebagai bagian penting dari rangkaian ICCF nasional yang juga digelar di Malang Raya tahun ini. “Festival Mbois sudah berusia satu dekade. Tahun ini, pelaksanaannya beriringan dengan ICCF 2025 yang juga diadakan di sini. Ini bukti bahwa Malang semakin solid sebagai kota kreatif,” ungkapnya.

Pada 8 November mendatang, puncak acara FMX akan berbarengan dengan kegiatan utama ICCF 2025 di lokasi yang sama. Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan hadir, termasuk Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, Wakil Menteri HAM, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dalam kesempatan itu, Khofifah rencananya menerima apresiasi ICCN untuk Provinsi Jawa Timur sebagai Provinsi Kreatif.

Vicky berharap, momen satu dekade FMX ini membawa dampak lintas generasi. “Dari anak-anak hingga profesional, semuanya bisa merasakan semangat kreatif yang sama. Itu esensi dari Festival Mbois,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Diskopindag Kota Malang Dr. Eko Sri Yuliadi menegaskan bahwa gelaran ini sejalan dengan program Seribu Event Kota Malang. “Festival Mbois X ini adalah ‘Senyawa Malang Raya untuk Nusantaraya’. Pertumbuhan ekonomi kreatif terbukti mampu mendorong perekonomian Malang tumbuh lebih cepat, bahkan melebihi rata-rata Jawa Timur dan nasional,” jelasnya.

Eko juga menyinggung capaian terbaru Kota Malang yang patut dibanggakan. “Akhir Oktober lalu, UNESCO resmi menetapkan Malang sebagai Kota Kreatif Dunia untuk kategori Media Art. Ini pengakuan internasional atas kolaborasi semua pihak dalam membangun kota yang hidup dari ide dan karya,” pungkasnya.

Sepuluh tahun Festival Mbois bukan sekadar perjalanan acara tahunan. Ia telah menjadi tonggak, simbol bahwa kreativitas bisa menjadi napas ekonomi dan jembatan kolaborasi lintas generasi di Kota Malang.

Berita Terkait

Tape Banjarsari Menembus Pasar Hong Kong, 187 Pelaku Usaha Bergerak dalam Satu Klaster
Warga Kampung Pemulung Terima 250 Paket Sembako dari BRI dan PWI Tulungagung
Produk Kriya, Wastra, dan Fashion UMKM Tampil di Festival 2026
BRI Ingatkan Petugas: Dilarang Minta, Terima, dan Tahan Agunan KUR
Kopdar 50 BRILink Agen, BRI Malang Soekarno Hatta Perkuat Koordinasi
Kemitraan BRI dan UM Meluas, dari Payroll hingga Dukungan Mobilitas Kampus
Kolaborasi BRI dan UNIPAR Jember Perkuat Program Wirausaha Mahasiswa Disabilitas
BRI Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 300 Siswa Malang, Penyerahan Digelar saat Sumpah Pemuda

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 12:45 WIB

Tape Banjarsari Menembus Pasar Hong Kong, 187 Pelaku Usaha Bergerak dalam Satu Klaster

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Warga Kampung Pemulung Terima 250 Paket Sembako dari BRI dan PWI Tulungagung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Produk Kriya, Wastra, dan Fashion UMKM Tampil di Festival 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:08 WIB

BRI Ingatkan Petugas: Dilarang Minta, Terima, dan Tahan Agunan KUR

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:13 WIB

Kopdar 50 BRILink Agen, BRI Malang Soekarno Hatta Perkuat Koordinasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Kolaborasi BRI dan UNIPAR Jember Perkuat Program Wirausaha Mahasiswa Disabilitas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:59 WIB

BRI Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 300 Siswa Malang, Penyerahan Digelar saat Sumpah Pemuda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:21 WIB

Pertanian dan Perdagangan Serap Mayoritas KUR BRI Kepanjen Rp 496 Miliar

Berita Terbaru