Terima Dana Pemerintah Rp 25 Triliun, BTN Siap Genjot Penyaluran Kredit Rp 8–10 Triliun per Bulan

Kamis, 18 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Network & Retail Funding BTN, Rully Setiawan

Direktur Network & Retail Funding BTN, Rully Setiawan

VOICEOFJATIM – Bank Tabungan Negara (BTN) memastikan bakal mempercepat penyaluran pembiayaan setelah mendapat tambahan likuiditas Rp25 triliun dari pemerintah. Dana ini merupakan bagian dari kucuran Rp200 triliun yang disalurkan melalui Bank Indonesia ke lima bank BUMN pada Jumat (12/9/2025).

Direktur Network & Retail Funding BTN, Rully Setiawan, menyebut pihaknya telah menyiapkan strategi agar dana segar tersebut segera berputar di masyarakat. Dengan proyeksi penyaluran Rp8 hingga Rp10 triliun setiap bulan, BTN menargetkan seluruh alokasi Rp25 triliun bisa selesai tersalurkan dalam dua sampai tiga bulan mendatang.

“Kalau per bulannya kita bisa serap Rp8 sampai Rp10 triliun, berarti paling lambat November semuanya sudah mengalir kembali ke masyarakat. Tambahan likuiditas ini membuat kami jauh lebih percaya diri,” ungkap Rully.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, dana tersebut akan difokuskan pada pembiayaan sektor perumahan, kredit modal kerja, hingga UMKM. Dengan begitu, manfaat kebijakan pemerintah tidak berhenti di bank, melainkan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat dan sektor riil.

Sebelum mendapat suntikan, BTN sebenarnya sudah mampu menyalurkan pembiayaan Rp12–15 triliun per bulan. Kehadiran tambahan dana Rp25 triliun dipandang semakin memperkuat daya dorong BTN untuk menjaga stabilitas likuiditas sekaligus memperluas akses kredit.

Rully juga menyinggung peluang penurunan bunga kredit, terutama di produk non-subsidi. Turunnya BI rate sebanyak empat kali sepanjang tahun ini memberi sinyal kuat bahwa biaya dana akan semakin murah. “Dengan kondisi itu, seharusnya bank punya ruang untuk menawarkan bunga kredit lebih ringan,” tambahnya.

Langkah cepat pemerintah ini, meski disebut mendadak, dinilai wajar mengingat urgensinya. Kebijakan Menkeu dianggap sejalan dengan arahan Presiden untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap sesuai target.

“Intinya, masyarakat akan jadi pihak yang paling diuntungkan. Dengan likuiditas yang longgar, akses kredit lebih mudah, baik untuk rumah, usaha, maupun kebutuhan produktif lain,” tegas Rully.

Berita Terkait

Tape Banjarsari Menembus Pasar Hong Kong, 187 Pelaku Usaha Bergerak dalam Satu Klaster
Warga Kampung Pemulung Terima 250 Paket Sembako dari BRI dan PWI Tulungagung
Produk Kriya, Wastra, dan Fashion UMKM Tampil di Festival 2026
BRI Ingatkan Petugas: Dilarang Minta, Terima, dan Tahan Agunan KUR
Kopdar 50 BRILink Agen, BRI Malang Soekarno Hatta Perkuat Koordinasi
Kemitraan BRI dan UM Meluas, dari Payroll hingga Dukungan Mobilitas Kampus
Kolaborasi BRI dan UNIPAR Jember Perkuat Program Wirausaha Mahasiswa Disabilitas
BRI Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 300 Siswa Malang, Penyerahan Digelar saat Sumpah Pemuda

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 12:45 WIB

Tape Banjarsari Menembus Pasar Hong Kong, 187 Pelaku Usaha Bergerak dalam Satu Klaster

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Warga Kampung Pemulung Terima 250 Paket Sembako dari BRI dan PWI Tulungagung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Produk Kriya, Wastra, dan Fashion UMKM Tampil di Festival 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:08 WIB

BRI Ingatkan Petugas: Dilarang Minta, Terima, dan Tahan Agunan KUR

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:13 WIB

Kopdar 50 BRILink Agen, BRI Malang Soekarno Hatta Perkuat Koordinasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Kolaborasi BRI dan UNIPAR Jember Perkuat Program Wirausaha Mahasiswa Disabilitas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:59 WIB

BRI Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 300 Siswa Malang, Penyerahan Digelar saat Sumpah Pemuda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 03:21 WIB

Pertanian dan Perdagangan Serap Mayoritas KUR BRI Kepanjen Rp 496 Miliar

Berita Terbaru