KEK Singhasari Siap Jadi Lumbung Talenta Digital Indonesia untuk Dunia

Selasa, 29 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur beserta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengunjungi siswa animasi SMKN 2 Singosari. (Shelly/VOJ)

Gubernur Jawa Timur beserta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengunjungi siswa animasi SMKN 2 Singosari. (Shelly/VOJ)

MALANG, hukumindonesia.online/ – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari tak lagi sekadar nama di peta. Kawasan ini kini menjelma sebagai lumbung pencetak talenta digital Indonesia yang siap bersaing di level global. Dalam forum bertajuk “From Singhasari to the World”, yang digelar Selasa (29/4/2025) di Malang, KEK Singhasari menegaskan posisinya sebagai episentrum ekosistem industri kreatif berbasis teknologi.

Forum ini dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya; Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa; Direktur Utama KEK Singhasari, David Santoso; serta sejumlah mitra internasional dari Inggris dan India, termasuk King’s College London, Diaas, dan Acquarii. Seluruhnya hadir untuk menegaskan kolaborasi strategis lintas negara demi membangun SDM unggul di bidang digital dan ekonomi kreatif.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menggarisbawahi bahwa KEK Singhasari merupakan kawasan pertama di Indonesia yang secara khusus mengusung pengembangan ekonomi kreatif digital. “Kami melihat ini sebagai peluang besar yang harus terus didukung. Selain infrastrukturnya sudah siap, ekosistemnya pun mulai hidup. KEK ini berpotensi jadi destinasi pengembangan industri kreatif, baik bagi pelaku dalam negeri maupun investor asing,” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Teuku Riefky juga menyentil tantangan klasik yang dialami pelaku industri kreatif, terutama soal akses permodalan. “Pegiat ekraf seringkali cuma punya otak dan laptop sebagai modal. Ketika ditanya bank soal jaminan, mereka kesulitan. Karena itu kami bersama OJK tengah menyiapkan pola pendanaan alternatif agar lebih inklusif bagi sektor kreatif,” jelasnya.

Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya pelatihan dan peningkatan keterampilan. Beberapa perusahaan besar disebut sudah menjalin komunikasi untuk mengembangkan pelatihan bersama KEK Singhasari di bidang animasi, gim, hingga pengembangan aplikasi. “Kami ingin memastikan anak-anak muda Indonesia bisa mengikuti pelatihan yang benar-benar relevan dengan kebutuhan industri global,” tegasnya.

Upaya nyata itu sudah terlihat lewat beberapa program unggulan. Salah satunya adalah pembukaan program magister ekonomi digital kerja sama dengan King’s College London. KEK Singhasari menjadi tuan rumah pembelajaran jarak jauh dari kampus kelas dunia tersebut. Selain itu, Hellomotion High School juga akan mulai beroperasi pada Juli 2025 sebagai sekolah kreatif pertama di Indonesia yang fokus pada teknologi, inovasi, dan industri digital.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengungkap perjalanan panjang KEK Singhasari yang dulunya hanya hamparan sawah. “Proses ini panjang, penuh ketekunan dan kerja keras. Dulu saat saya ke sini, masih berupa lahan kosong. Tapi dengan mimpi besar dan konsistensi dari Pak David, KEK Singhasari berhasil mewujudkan visi besarnya,” ujar Khofifah.

Ia pun menyoroti lahirnya Cyber Defence Academy yang kini membuka kelas pertama dengan 28 peserta, termasuk dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. “Cyber security bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan mendesak. Kita pernah merasakan dampaknya saat gangguan BI Fast. Akademi ini penting, dan jadi langkah strategis untuk memperkuat pertahanan digital di segala sektor, mulai dari keuangan hingga data pribadi,” ucapnya.

Khofifah juga menyatakan bahwa kolaborasi Indonesia–India dalam program keamanan siber ini menjadi pionir di Indonesia. Meski masih terbatas, program ini akan dievaluasi untuk dikembangkan lebih luas sesuai kebutuhan nasional. “Ini kelas pertama, tapi akan terus dievaluasi. Kita butuh banyak ahli cyber security, bukan hanya untuk pertahanan, tapi juga untuk sektor perbankan dan layanan publik lainnya,” pungkasnya.

Dengan hadirnya program global, kolaborasi multinasional, dan dukungan penuh dari pusat hingga daerah, KEK Singhasari kini tak sekadar jadi kawasan industri. Ia menjelma sebagai pusat lahirnya talenta digital Indonesia yang siap mendunia.

Berita Terkait

Warga Kampung Pemulung Terima 250 Paket Sembako dari BRI dan PWI Tulungagung
Produk Kriya, Wastra, dan Fashion UMKM Tampil di Festival 2026
BRI Ingatkan Petugas: Dilarang Minta, Terima, dan Tahan Agunan KUR
BRI Malang Marthadinata Berikan Gift dan Ucapan Terima Kasih pada Harpelnas
BRI Malang Sutoyo Sambut Harpelnas dengan Layanan yang Dilakukan dari Hati
BRI Malang Soekarno Hatta dan Hiswana Migas Malang Raya Perkuat Kolaborasi
Dukung Kostrad, BRI Malang Kawi Bantu Renovasi Gereja dan Pura
Dukung Pendidikan Anak, BRI Region 13 Malang Bantu KB Al Naba

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Warga Kampung Pemulung Terima 250 Paket Sembako dari BRI dan PWI Tulungagung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Produk Kriya, Wastra, dan Fashion UMKM Tampil di Festival 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:08 WIB

BRI Ingatkan Petugas: Dilarang Minta, Terima, dan Tahan Agunan KUR

Rabu, 30 September 2026 - 13:41 WIB

BRI Malang Marthadinata Berikan Gift dan Ucapan Terima Kasih pada Harpelnas

Rabu, 30 September 2026 - 12:15 WIB

BRI Malang Sutoyo Sambut Harpelnas dengan Layanan yang Dilakukan dari Hati

Rabu, 30 September 2026 - 12:06 WIB

BRI Malang Soekarno Hatta dan Hiswana Migas Malang Raya Perkuat Kolaborasi

Rabu, 30 September 2026 - 11:59 WIB

Dukung Kostrad, BRI Malang Kawi Bantu Renovasi Gereja dan Pura

Selasa, 29 September 2026 - 16:28 WIB

Dukung Pendidikan Anak, BRI Region 13 Malang Bantu KB Al Naba

Berita Terbaru