Deflasi Kota Malang Berlanjut, Diskon Tarif Listrik Jadi Faktor Utama

Selasa, 4 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

VOJ – Tekanan inflasi di Kota Malang pada Januari 2025 masih terkendali, berkat sinergi solid Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga stabilitas harga. Sejumlah langkah dilakukan untuk mengontrol inflasi, seperti sidak pasar untuk memantau harga dan stok bahan pokok menjelang Ramadan pada 26-28 Februari 2025, operasi pasar murah di Kantor Pos Malang pada 24-28 Februari 2025, serta pemantauan ketersediaan LPG 3 kg dan bahan pangan sepanjang bulan Februari. Selain itu, TPID juga rutin berkoordinasi dengan Kemendagri dalam rapat mingguan pengendalian inflasi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Malang pada Februari 2025 mengalami deflasi sebesar 0,69% (mtm), lebih dalam dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 0,60% (mtm). Secara tahunan, Kota Malang mencatat deflasi sebesar 0,22% (yoy).

Deflasi bulan Februari terutama dipicu oleh penurunan harga di kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar lainnya dengan kontribusi -0,70% (mtm). Faktor utama yang mendorong deflasi ini adalah turunnya tarif listrik, seiring dengan masih berlakunya diskon 50% bagi pelanggan rumah tangga PT PLN (Persero) dengan daya 450 VA hingga 2.200 VA sejak Januari 2025. Selain itu, harga bawang merah, daging ayam ras, cabai rawit, dan kacang panjang juga turun akibat pasokan melimpah dari panen hortikultura sejak akhir Januari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, deflasi yang lebih dalam tertahan oleh kenaikan harga beberapa komoditas seperti emas perhiasan, bahan bakar rumah tangga, bensin, beras, dan wortel. Kenaikan LPG 3 kg mengacu pada SK Gubernur Jawa Timur 2025, sementara harga BBM non-subsidi juga naik sejak 1 Januari 2025. Harga beras mengalami lonjakan karena pasokan beras SPHP di pasar mulai berkurang.

Untuk menjaga inflasi tetap dalam sasaran 2,5 ± 1% (yoy), sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan Bank Indonesia akan diperkuat melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) serta program 4K, yang mencakup keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Berita Terkait

Warga Kampung Pemulung Terima 250 Paket Sembako dari BRI dan PWI Tulungagung
Produk Kriya, Wastra, dan Fashion UMKM Tampil di Festival 2026
BRI Ingatkan Petugas: Dilarang Minta, Terima, dan Tahan Agunan KUR
BRI Malang Marthadinata Berikan Gift dan Ucapan Terima Kasih pada Harpelnas
BRI Malang Sutoyo Sambut Harpelnas dengan Layanan yang Dilakukan dari Hati
BRI Malang Soekarno Hatta dan Hiswana Migas Malang Raya Perkuat Kolaborasi
Dukung Kostrad, BRI Malang Kawi Bantu Renovasi Gereja dan Pura
Dukung Pendidikan Anak, BRI Region 13 Malang Bantu KB Al Naba

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:46 WIB

Warga Kampung Pemulung Terima 250 Paket Sembako dari BRI dan PWI Tulungagung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Produk Kriya, Wastra, dan Fashion UMKM Tampil di Festival 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:08 WIB

BRI Ingatkan Petugas: Dilarang Minta, Terima, dan Tahan Agunan KUR

Rabu, 30 September 2026 - 13:41 WIB

BRI Malang Marthadinata Berikan Gift dan Ucapan Terima Kasih pada Harpelnas

Rabu, 30 September 2026 - 12:15 WIB

BRI Malang Sutoyo Sambut Harpelnas dengan Layanan yang Dilakukan dari Hati

Rabu, 30 September 2026 - 12:06 WIB

BRI Malang Soekarno Hatta dan Hiswana Migas Malang Raya Perkuat Kolaborasi

Rabu, 30 September 2026 - 11:59 WIB

Dukung Kostrad, BRI Malang Kawi Bantu Renovasi Gereja dan Pura

Selasa, 29 September 2026 - 16:28 WIB

Dukung Pendidikan Anak, BRI Region 13 Malang Bantu KB Al Naba

Berita Terbaru